Pramudya Ksatria Budiman

Bukan Pakar SEO Ganteng

Showing posts with label LifeStyle. Show all posts
Showing posts with label LifeStyle. Show all posts

Tips Sukses Dahlan Iskan



Dahlan Iskan saat ini bertugas sebagai Menteri BUMN, Namun ia dikenal sebagai sosok yang sukses di bidang usaha. Apa moto yang membuatnya sukses?

"Mengalirlah seperti air, tapi alirannya deras," kata pria yang lahir di Magetan, 17 Agustus 1951 itu.

Dahlan lahir di keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya seorang buruh tani. Semasa kecil, Dahlan tak punya cita-cita. Ia hanya bercita-cita bisa menjadi seperti orang lain seperti memiliki sepeda dan sepatu.

Ia memulai profesinya dengan menjadi seorang wartawan. Hingga akhirnya, ia memiliki modal untuk mendirikan usaha media. Kini, ia meninggalkan jabatan CEO Jawa Pos. Ia fokus berada dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Anaknya lah yang meneruskan usaha tersebut.

"Saya tidak pergi kemana-kemana. Tapi mengaliri kemana-mana," ujarnya.

Sebagai pengusaha, bukan berarti Dahlan tak menemui kegagalan. Satu di antaranya saat ia mendirikan usaha provider internet. Ia terus merugi karena belum banyak orang menggunakan internet saat itu. Hingga akhirnya, ia menutup usaha tersebut.

"Bila dijumlah, kegagalan-kegagalan saya mencapai nilai Rp150 miliar. Tapi keberhasilan saya mencapai triliunan rupiah. Setiap gagal, bangkit. Belajar dari kegagalan itu kemudian bangkit. Itulah yang membedakan pengusaha dengan bukan pengusaha," tuturnya.

Dahlan mengutamakan tiga hal pada orang yang akan menjadi rekan kerjanya yaitu integritas, antusias, dan tekun. Baginya, kepintaran bukanlah modal utama menjadi rekan kerja.

Menurut Dahlan, memulai usaha sebaiknya berangkat dari hobi. Sebab, ia memiliki semangat berhubungan dengan hobi. Kekurangannya yaitu emosional.

Berusaha juga bisa dimulai dengan rasa keterpaksaan. Banyak orang yang menjadi pengusaha karena terpaksa, misal usaha orangtua. Yang penting, katanya, berusaha sungguh-sungguh.

Dahlan pun menilai pengusaha muda kurang sabar, sering terburu-buru, dan langsung besar. Padahal, bisnis yang baik adalah terus tumbuh.


Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Pesona Keindahan Alam Tasik Serai Duri Riau

riauposimage


RP-‘’INILAH Tasik Serai.’’ Ucapan itu keluar dari mulut Kepala Desa Tasik Serai Timur, Basri S sambil menunjuk dataran rendah berisikan air yang menghitam, rumput padi-padi yang terhimpun rapi di tepian air dan rimbunan rasau terlihat dari kejauhan. Selain itu bentengan hutan terlihat mengelilingi tasik ketika mata  ditujukan jauh nun di sudut tasik.

Tasik Serai yang terletak di koordinat 1°4’52"N   101°30’22"E. Kawasan Tasik Serai lebih dekat dicapai melalui Desa Tasik Serai Timur. Desa berdekatan langsung dengan tasik ini  berjarak dari ibu kota Kecamatan Pinggir atau dari Duri hanya sejauh 58 kilometer.

Perkampungan Tasik Serai Timur terkesan sangat sejuk dan asri, karena di setiap pemukiman dan kiri kanan jalan dikelilingi rimbunan pohon karet dan sawit.  Hawa sejuk membuat hati Riau Pos menggebu untuk cepat sampai ke tasik  yang luasnya mencapai delapan kilometer persegi.  Hembusan angin dari rimbunan daun-daun pohon karet di tepi jalan menyegarkan napas dan badan, walaupun Kamis (30/1) itu jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB.

Berjalan sekitar pukul 15 menit menggunakan mobil dan sepedamotor baru tiba di tepian air Tasik Serai. Tiba di tepian air, jejeran sampan kolek dan pompong terlihat bertambat pada pancang dari kayu seukuran lengan orang dewasa. Beberapa nelayan tampak sibuk mengundurkan sampan mereka dengan cara mengondan (mendorong) ke alur suak yang agak dalam.

Bersamaan dengan itu, beberapa pompong berukuran agak besar sudah menunggu di tepian suak. Rombongan tim kecil Riau Pos menyegerakan diri untuk turun ke air. Air hitam di tepian Tasik Serai ini kian menghitam ketika para nelayan dan rombongan mengarunginya. Lumpur-lumpur dari tanah gambut dan sisa kulit kayu dan rumput tepian suak terlihat berburak (mengeruh) ke dasar air. ‘’Hati-hati lumpurnyo agak dalam,’’ jelas Kepala Dusun I Tasik Serai, Jiun (45) sambil terus melangkah ke air.

Air tasik yang mulai mengering dua pekan terakhir membuat sampan kolek dan pompong nelayan terkering di atas lumpur. Akhirnya harus mengondan sampan dan pompong agak jauh ke tengah alur suak yang ada. Sekitar 30 menit berjibaku dengan lumpur dan dangkalnya air suak tepian tasik akhirnya baru bisa Amran (38) sang pemilik pompong menhidupkan mesin robinnya.

Pompong berbobot 1,5 ton tersebut terlihat sarat, karena jumlah penumpang di dalam pompong milik nelayan Tasik Serai Timur ini over kapasitas. Sekitar 10  penumpang di dalamnya, sehingga jarak air tasik dengan pompong sekitar sejengkal. ‘’Kita tak bisa laju-laju ko. Pelan-pelan ajo yo,’’ ucap Amran sambil menurunkan gas robin yang diberi alat khusus berupa sap panjang dan kipas besi diujungnya.

Berjalan sekitar 10 menit, hawa air dari dalam Tasik Serai mulai menyapa hidung. gemercik air dari haluan pompong membuat tak sabar tangan untuk meraih air. ‘’Air tasik ini bersih, cobalah diminum,’’ ucap Kepala Dusun III, Jantan (48) kepada Riau Pos saat itu. Dengan adanya  ucapan itu, seketika itu juga Riau Pos mulai memasukkan  air dari tangan  ke dalam mulut. Ternyata benar air berwana kehitaman dan  seperti air teh segar di tenggorokan.

Sedangkan mata disapa pemandangan yang hijau dan rimbun. Rimbunan pulau-pulau rasau berukuran raksasa terconggok di pepak tasik air yang hitam ini. Tanpa sadar  ratusan  rasau terlampaui pompong.  Sibuk mengambil momen indah dari tengah Tasik Serai, tak sadar sudah satu jam berkeliling.

Pulau Pancur yang Menghijau
Sekitar pukul 15.30 WIB tiba di pulau besar di Tasik Serai. Pulau yang diberi nama Pulau Pancur, karena rimbunan pucuk pepohonan daun hutan bersatu di puncak pulau.

Pulau yang memiliki luas kurang lebih delapan hektare jika air tasik susut, sedangkan kalau  air Tasik Serai tinggi hanya bersisa kurang lebih dua hektare. Berbagai pohon kayu ada di dalam pulau yang masih perawan ini.

Pulau yang terlihat melintang di tengah Tasik Serai dan dipadukan dengan belasan pulau rasau terkesan sangat eksotik. Apalagi pantai yang landai ditumbuhi rumput padi dan pohon sigogah (sebutan tanaman bagi warga setempat) memagari pulau kecil ini.  Sedangkan di tengah pulau ini terdapat berbagai pohon kayu yang mahal dan menjadi obat-obatan. Di antaranya ada pohon pasak bumi (pitalo bumi sebutan warga setempat), meranti, medang, rengas, punak dan tambusu air.

‘’Sebenarnya kalau dilihat dari jauh ada dua pulau. Tapi realitanya hanya satu pulau. Ini dikarenakan pucuk-pucuk pohon kayunya bersatu sehingga terlihat lekukkan,’’ jelas Basri yang saat itu bersemangat mengajak para rombongan ke dalam pulau.

Pulau Pancur menjadi kebanggaan masyarakat Tasik Serai Timur, karena di pulau ini saja masih terdapat tegakkan hutan yang alami. Sedangkan di tepian tasik tak adalagi tegakan hutan yang banyak. Sebagian sudah dikelolla perusahaan dan sebagian sudah dijadikan masyarakat perkebunan.

Melihat hijau dan lebatnya tegakkan kayu hutan di tengah Pulau Pancur, membuat Riau Pos mencoba untuk menghampirinya. Ternyata ketika turun dari pompong tak bisa berjalan melenggang masuk ke tengah pulau. Dalamnya lumpur di tepian pulau membuat kaki terpesuk hingga sebatas lutut. ‘’Jalannya dipercepat pak. Kalau tidak terpenam kaki kat lumpur,’’ terang Ketua RW 01 Desa Tasik Serai Timur, Ismail (46).

Sekitar sepuluh menit berjibaku dengan lumpur di tepian pulau akhirnya baru bisa berjalan di atas tanah keras. ‘’Akhirnya sampai juga,’’ ucap Riau Pos kepada Basri yang sudah duluan masuk ke tengah hutan.

‘’Inilah hutan kami yang tinggal pak. Kalau berdekatan dengan kampung tak ado lagi do,’’ jelasnya sambil tangnya memegang salah satu pohon medang saat itu.

Cerita Basri, pulau pancur sendiri pernah dicoba masyarakat untuk membuka perkebunan. Akan tetapi karena kesigapan dari seluruh masyarakat Desa Tasik Serai Timur, akhirnya tak jadi dikelola. ‘’Ada warga coba menebas dan membersihkan hutan di Pulau Pancur. Tapi seluruh aparat desa melarang, akhirnya tak jadi. Kan nampak tu sebagian sudah dibersihkan, karena cepat diambil kebijakan akhirnya tak jadi,’’ jelas Basri sambil menunjuk semak-semak belukar yang sudah ditebas warganya.

Keberadaan Pulau Pancur sendiri ke depannya, kata Basri bakal ditetapkan sebagai hutan desa. Karena masyarakat desa dan perangkat desa sudah membuat kesepakatan segera membuat Peraturan Desa (Perdes), tetang pelarangan untuk menebang hutan di tengah Pulau Pancur. Keinginan membuat hutan desa, paling tidak bisa menyelamatkan air di dalam Tasik Serai, kemudian diyakini bisa mengurangi kerusakan habitat di dalamnya.

Dari dua pulau berhutan tegak, yaitu Pulau Pancur dan Pulau Bulu yang bisa terselamatkan hanya Pulau Pancur. Karena Pulau Bulu sudah habis hutannya karena terbakar.  ‘’Kalau tak ada hutan di pulau ini susah lagi warga mencari akar Pitalo Bumi. Sebab Pulau Bulu hutannya sudah hangus terbakar,’’ ucap Basri.

Saat berada di tengah Pulau ini kemarin, beberapa warga menyempatkan diri mendapatkan akar Pitalo Bumi. Dino bersama Jantan saat itu menyempatkan diri menebang satu pohon Pitalo Bumi. ‘’Alhamdulillah dapat oleh-oleh untuk dibawa pulang,’’ jelas Ismail sambil memikul akar Pitalo Bumi sebesar pangkal lengan orang dewasa.

Berkeliling Pulau Rasau Hingga Kuala Tasik
Berada 45 menit di dalam Pulau Pancur akhirnya rombongan kepala desa kembali ke pompong. Perjalananpun dimulai kembali terutama mengelilingi beberapa pulau rasau besar di tengah Tasik Serai.

Perjalanan yang awalnya sedikit panas karena cerahnya matahari, sore itu berubah menjadi redup. Pompong melintasi dari satu pulau rasau ke pulau rasau lainnya. ‘’Tujuan kita sekarang menuju muara Tasik Serai,’’ ucap Basri dan diiakan Amran sang kapten pompong.

Dengan perlahan menyusur tengah Tasik Serai sore itu terkesan lebih eksotik lagi, selain bisa melihat berbagai kegiatan para nelayan mengangkat jaring dan para nelayan yang memasang belat (empangan dari jala yang diberi kayu sebagai pancang dan ada pundinya) di beberapa suak  yang airnya sungai menipis. Beberapa kali pompong harus melintas di tengah belat milik nelayan.

Angin turun sepoi-sepoi sore itu benar-benar menyejukkan perasaan dan menyejukkan mata melihat pulau-pulau rasau. ‘’Kalau angin kuat muatan pompong tak bisa sebanyak ini, bisa tenggelam pompong kena ombak (gelombang air,red) Tasik Serai ini,’’ jelas Jantan. Karena Tasik Serai jika air tinggi gelombangnya bisa mencapai satu hingga dua meter.

Makin ke muara Tasik Serai semakin banyak pondok warga berdiri, karena sebagian warga memilih mandah untuk mengumpul ikan. Pemandangan pondok-pondok bertiang tinggi di tepian tasik membuat Tasik Serai begitu indah dan sejuk.

Tiba di muara Tasik Serai, Amran mulai mematikan mesin robin dan merapat di salah satu pondok nelayan. Pondok nelayan bernama Nasir (40) menjadi tempat peristirahatan sebentar. Sambil minum dan makan ikan salai.

Selain itu pemandangan berjejer pondok di muara membuat indahnya hulu Siak Kecil saat itu. Di muara rombongan tak berlama-lama karena matahari semakin condong ke barat. Akhirnya diputuskan untuk kembali ke pangkalan yang merupakan salah satu suak tempat berlabuh para nelayan Desa Tasik Serai Timur.

Tasik Serai Jadi Tujuan dan Pelopor Hutan Desa
Kearifan lokal yang dihembuskan masyarakat Tasik Serai membuat tasik yang luas tetap terjaga keasriannya. Apalagi kebijakan masyarakat untuk tidak menebang hutan-hutan tegak di pulau-pulau tengah tasik.

‘’Ini yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan tasik ini. Kalau tidak tentu kita sulit, sebab tasik ini menjadi tumpuan masyarakat melanjutkan hidup,’’ ucap Basri.

Tasik serai menjadi tujuan wisata tetap menjadi impian baginya, akantetapi sulitnya medan menuju perkampungan yang terletak antara Duri, Pinggir, Mandau, Siak dan Bukitbatu ini masih tetap terbiar potensinya. ‘’Jalan lintas menuju kampung kami ini masih sulit. Kalau mau jalan bagus harus melintas jalan perusahaan. Kalau orang baru sulit untuk masuk karena jalannya berputar-putar,’’ jelasnya.

Padahal jarak Desa Tasik Serai Timur atau Tasik Serai hanya berkisar 58 kilometer. Namun jalan rusak, berlumpur waktu hujan, berdebu waktu panas dan bergelombang membuat lama perjalanan dari Duri sampai Tasik Serai hingga dua jam perjalanan. ‘’Kalau alam rasanya tak kalah dengan yang ada di daerah lain. Hanya saja kita terselit di tengah rimbunan sawit, karet dan HTI milik perusahaan,’’ jelas Basri.

Melihat kearifan lokal ini, koordinator Jikalahari Riau, Muslim menegaskan bahwa apa yang dilakukan masyarakat Tasik Serai Timur sangat tepat. Karena mereka ingin tetap memiliki hutan dan alam yang terus bersahabat dengan mereka. ‘’Menjaga hutan tegakkan dan tak merusak alam di dalam tasik kearifan lokal tak terbantahkan dan harus didukung semua elemen. Pemerintah, perusahaan dan tokoh adat di Riau,’’ jelasnya.

Sejak lama dirinya paham, bahwa keperluan akan kayu hutan dan segala isinya menjadi hal utama. Namun dirinya yakin jika masyarakat mengelola dan dilakukan berbagai aturan mengikat tak akan dirusak semuanya. ‘’Kearifan lokal yang ada pasti berbuah manis untuk penyelamatan hutan dan lingkungan,’’ jelasnya.

Begitu juga ungkapan yang disampaikan Direktur Mitra Insani, Zainur Hasyim, kearifan lokal harus terus dijaga. Karena kearifan lokal tak merusak hutan, merusak air dan merusak habitat yang ada di dalamnya bisa berbuah manis penyelamatan tasik dan sungai. ‘’Dari sekarang mari kita dukung keinginan masyarakat untuk sadar lingkungan. Dengan begitu dirinya yakin tasik dan hutan bisa terselamatkan. Karena kesadaran masyarakat di kedepannya,’’ jelas Zainuri.

Kepala Desa Tasik Serai Timur, Basri menegaskan agar hutan dan tasik tak rusak bersama masyarakat sudah membuat kebijakan. Terutama tidak membenarkan masyarakat menuba tasik, menyentrum ikan dan alat merusak lainnya. Kemudian larangan menebang hutan yang ada di pulau-pulau di tengah tasik. ‘’Ini upaya kita agar alam kami tetap asri dan segala bermanfaat di dalamnya masih bisa terjaga dan dikecapi masyarakat,’’ jelasnya.

Terpenting perhatian pemerintah kabupaten dan provinsi bagaimana alam yang indah ini tetap terjaga dan menjadi roda ekonomi masyarakat. ‘’Tolonglah promosi alam kami ini biar dia dikenal orang banyak. Sehingga tasik ini menjadi tujuan wisata,’’ lanjutnya.

Semoga mimpi dan kearifan lokal masyarakat tercapai dan tetap terpahat sehingga manusia tetap bersahabat dengan alam.

Laporan: Riau Pos
Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Tempat Wisata Yang Paling Banyak Dikunjungi DI Batam

skycraperscityimage


Batam kini terus mendapat kan kunjungan wisatawan yang meningkat setiap tahunnya, baik wisatawan dari lokal maupun manca negara, namun tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di batam adalah kawasan bisnis nagoya. dan kini pemerintah batam terus berbenah untuk terus meningkatkan jumlah wisatawan yang datang di batam khususnya di pusat bisnis nagoya.

Pemerintah Kota Batam terus memoles perwajahan tata kota di kawasan bisnis Nagoya sebagai tujuan pariwisata unggulan. sehingga terus mampu mendatangkan turis ke kota batam.

"Perwajahan Nagoya diatur, bangunannya harus modern," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri di Batam.

Pemerintah Kota Batam, melalui Peraturan Wali Kota menyeragamkan rupa bangunan di kawasan bisnis Nagoya. Nagoya, sebagai jantung bisnis Kota Batam dipilih menjadi Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah (DPUD) karena menjadi tempat berbagai penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Event) nasional maupun regional.

"Karena lokasi MICE banyak di hotel-hotel yang ada di Kawasan Nagoya, maka Nagoya kami pilih menjadi DPUD," kata dia.

Pemerintah Kota juga akan menata lokasi parkir serta pusat pedagang kaki lima di kawasan itu, untuk mendukung kenyamanan kota. "Seperti di Kawasan Siang Malam, nanti akan ditata lagi tempat parkirnya," tambahnya.
   
Dana penataan wajah Nagoya, kata dia, dialokasikan dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Batam. Namun, ia enggan menyebut jumlah rupiah yang dikeluarkan APBD Kota Batam untuk Nagoya. Diharapkan penataan perwajahan Nagoya mampu memanjakan dan menambah kenyamanan wisatawan dalam dan luar negeri yang beraktivitas di Batam.

Selain Nagoya, Kawasan Jembatan I Barelang juga dipilih menjadi DPUD Kota Batam. Jempatan I Barelang dirancang oleh Presiden V RI Baharuddin Jusuf Habibie dengan arsitektur unik. Jembatan yang menghubungkan pulau utama Batam dengan pulau-pulau kecil di selatan Batam itu menjadi ikon kota.  

Pembangunan di Jembatan I Barelang diutamakan untuk paving blok dan taman. Selain itu juga akan dipasang marka jalan melalui Dinas Perhubungan Kota. Menurut Yusfa, penetapan DPUD memudahkan pemerintah dalam pembiayaan bagi pengembangan dan pembangunan infrstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan kawasan destinasi pariwisata unggulan.

artikel: kompas
Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Istana Siak Bukti Sisa Kejayaan Melayu DI Nusantara

istana siak

Kesultanan siak adalah salah satu kerajaan melayu yang sangat jaya di masa lalu, sebelum indonesia merdeka melayu sangat disegani di sumatera, mulai dari penaklukan wilayah malaysia, malaka dan selangor sampai dengan memperluas wilayah kekuasaan di pulau sumatera, yang meliputi jambi, sumut, dan wilayah pulau sumatera lainnya.

masa kejayaan- Dengan klaim sebagai pewaris Malaka pada tahun 1724-1726 Sultan Abdul Jalil melakukan perluasan wilayah, dimulai dengan memasukan Rokan ke dalam wilayah Kesultanan Siak, membangun pertahanan armada laut di Bintan. Namun tahun 1728 atas perintah Raja Sulaiman, Yang Dipertuan Muda bersama pasukan Bugisnya, berhasil menekan Raja Kecil keluar dari kawasan kepulauan. Raja Sulaiman kemudian menjadikan Bintan sebagai pusat pemerintahannya dan atas keberhasilan itu Yang Dipertuan Muda diberi kedudukan di Pulau Penyengat.

Sementara Raja Kecil terpaksa melepas hegemoninya pada kawasan kepulauan dan mulai membangun kekuatan baru pada kawasan sepanjang pesisir timur Sumatera. Antara tahun 1740-1745, Raja Kecil kembali bangkit dan menaklukan beberapa kawasan di Semenanjung Malaya.

  yakni Ancaman dari Siak, serta di saat bersamaan Johor juga mulai tertekan oleh orang-orang Bugis yang meminta balas atas jasa mereka. Hal ini membuat Raja Sulaiman pada tahun 1746 meminta bantuan Belanda di Malaka dan menjanjikan memberikan Bengkalis kepada Belanda, kemudian direspon oleh VOC dengan mendirikan gudang pada kawasan tersebut.

Sepeninggal Raja Kecil tahun 1746, klaim atas Johor memudar, dan pengantinya Sultan Mahmud fokus kepada penguatan kedudukannya di pesisir timur Sumatera dan daerah vazal di Kedah dan kawasan pantai timur Semenanjung Malaya. Pada tahun 1761, Sultan Siak membuat perjanjian ekslusif dengan pihak Belanda, dalam urusan dagang dan hak atas kedaulatan wilayahnya serta bantuan dalam bidang persenjataan.

 Walau kemudian muncul dualisme kepemimpinan di kerajaan ini yang awalnya tanpa ada pertentangan di antara mereka, Raja Muhammad Ali, yang lebih disukai Belanda, kemudian menjadi Sultan Siak, sementara sepupunya Raja Ismail, tidak disukai oleh Belanda, muncul sebagai Raja Laut, menguasai perairan timur Sumatera sampai ke Lautan Cina Selatan, membangun kekuatan di gugusan Pulau Tujuh.
Pada 1764, Encik Lah menyusun sejarah perang Siak (Syair Perang Siak) di Palembang.

Sekitar tahun 1767, Raja Ismail, telah menjadi duplikasi dari Raja Kecil, didukung oleh Orang Laut, terus menunjukan dominasinya di kawasan perairan timur Sumatera, dengan mulai mengontrol perdagangan timah di Pulau Bangka, kemudian menaklukan Mempawah di Kalimantan Barat. Sebelumnya Raja Ismail juga turut membantu Terengganu menaklukan Kelantan, hubungan ini kemudian diperkuat oleh adanya ikatan perkawinan antara Raja Ismail dengan saudara perempuan Sultan Terengganu. Pengaruh Raja Ismail di kawasan Melayu sangat signifikan mulai dari Terengganu, Jambi dan Palembang.

Laporan Belanda menyebutkan Palembang telah membayar 3000 ringgit kepada Raja Ismail agar jalur pelayarannya aman dari gangguan, sementara Hikayat Siak menceritakan tentang kemeriahan sambutan yang diterima oleh Raja Ismail sewaktu kedatangannya ke Palembang.

Pada abad ke-18 Kesultanan Siak telah menjadi kekuatan yang dominan di pesisir timur Sumatera. Tahun 1780 Kesultanan Siak menaklukkan daerah Langkat, dan menjadikan wilayah tersebut dalam pengawasannya, termasuk wilayah Deli dan Serdang. Di bawah ikatan perjanjian kerjasama dengan VOC, pada tahun 1784 Kesultanan Siak membantu VOC menyerang dan menundukkan Selangor, sebelumnya mereka telah bekerjasama memadamkan pemberontakan Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat. (wikipedia)

nah itulah sekilas sisa sisa sejarah masa kejayaan melayu di nusantara, bagaimana tertarik mengunjungi istana siak? mengunjungi istana siak adalah salah satu tujuan wisata yang cerdas bagi anda. semoga bermanfaat.
Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Inilah Penyebab Percintaan Sesama Jenis



Percintaan sesama jenis, mungkin di indonesia saat ini sudah mulai sering terdengar, entah itu cinta sesama lelaki (gay) ataupun sesama perempuan (lesbian), entah dari mana asal muasal prilaku mencintai sesama jenis ini berasal, seakan akan dengan mudah mempengaruhi umat manusia saat ini, sebagian orang tentu sangat jijik dengan prilaku seperti ini, namun percintaan sesama jenis ini seperti ada pemicu gejolak asmara yang membuat mereka mau melakukan hal ini.

Dalam sudut pandang agama tentu hal ini sangat dibenci oleh agama, entah itu islam, kristen, hindhu, ataupun budha, karena apapun agamanya jika ada agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis berarti itu bukan lah agama, tapi ajaran sesat, karena apapun agamanya pasti mengajarkan hal baik ketika hidup di dunia ini.

Ironis memang, namun ternyata setelah diteliti penyebab percintaan sesama jenis ini adalah persahabatan, persahabatan yang erat dan tak terpisahkan bisa memicu rasa cinta antara sesama jenis, 
dimulai dengan perkenalan, dan perhatian kepada teman ternyata membuat beberapa orang tersentuh dan    
merasa nyaman.

kemudian teman yang begitu perhatian membuat temannya simpati sehingga inilah pemicunya, tidak itu saja diyakini pemicunya juga karena seringnya bersama dalam waktu yang panjang atau dengan kebersamaan yang intens, sehingga ada beberapa orang yang merasa jatuh cinta sesama jenis, entah itu gay ataupun lesbian.

sebelumnya para pecinta sesama jenis memang tidak mempunyai kelainan, namun kebersamaan dalam waktu yang lama ternyata bisa membuat percintaan sesama jenis, akibat tadi, karena adanya perhatian yang berlebih yang menyebabkan yang satunya simpati dan tak ingin membuat kecewa akhirnya mereka pun melakukan hal yang HARAM ini.

Begitulah penyebab terjadinya percintaan sesama jenis yang bisa saya rangkum dari berbagai sumber, semoga saja menambah wawasan kita semua dan menghindari prilaku seperti ini. terima kasih


Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Anak Jenius Tak Perlu Sekolah ?




Mungkin benar para jenius teknologi tak butuh gelar sarjana. Toh Bill Gates, Steve Jobs, dan Mark Zuckerberg semuanya tak lulus kuliah.

Namun kini David Karp malah tak punya ijazah SMA. Karp, 26, mendirikan Tumblr, forum blogging online yang dijual ke Yahoo dengan harga $1,1 miliar (Rp10,7 triliun).

Kesuksesan Karp pun memunculkan pertanyaan: apakah kita bisa membiarkan anak jenius drop out dari sekolah?

Beberapa orang di Lembah Silikon mengatakan bahwa pendidikan tradisional tak bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dengan talenta luar biasa. Sementara Vivek Wadhwa, pengajar di Stanford Law School yang mengajar dan memberi nasihat untuk perusahaan startup, mengatakan, keluar dari sekolah untuk mengejar mimpi itu sama halnya dengan membeli lotere. "Itulah peluang Anda. Seringnya, Anda akan jadi pengangguran. Untuk setiap kesuksesan, ada 100 ribu kegagalan."

Tapi bagaimana dengan anak-anak yang sangat pandai dalam pemrograman komputer sampai sekolah pun tak bisa mengajari apa yang seharusnya mereka ketahui? "Itulah gunanya magang; itulah gunanya kegiatan ekstrakurikuler," kata Wadhwa, yang sudah mendirikan dua perusahaan.

Karp, dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada Senin, berharap remaja-remaja lain tak menjadikan kesuksesannya sebagai alasan untuk keluar dari sekolah. "Itu bukan jalur yang akan saya rekomendasikan pada anak-anak di luar sana," kata dia. "Saya berada di posisi unik saat itu, mengetahui sepenuhnya apa yang ingin saya lakukan sementara pendidikan ilmu komputer di SMA di New York City tak terlalu baik."

Ibu Karp memberi dia pilihan untuk bersekolah di rumah pada usia 14 setelah menyelesaikan tahun pertamanya di Bronx High School of Science, sebuah sekolah negeri elite di New York City yang hanya menerima murid-murid dengan skor tinggi di ujian masuk nan sulit. Karp mengambil kelas-kelas bahasa Jepang dan punya tutor matematika sambil magang di perusahaan produksi animasi. Namun pada usia 16, dia sudah bekerja untuk sebuah situs dan siap menjadi entrepreneur teknologi.

Karp tak pernah mendapat ijazah SMA-nya. Ibu Karp mengatakan dia mengizinkan anaknya keluar sekolah karena sadar "(David) butuh waktunya dalam sehari untuk bisa membuat sesuatu."

Penny Mills dari Hudson, Mass., pun membiarkan anaknya, Thomas Sohmers, 17, keluar dari kelas 11 tahun ini. "Saya melihat apa yang dia kerjakan di sekolah banyak yang tak relevan dengan apa yang mau dia pelajari," katanya. "Dia selalu ingin belajar lebih banyak daripada yang diajarkan sekolah. Kadang-kadang bisa membuat frustrasi. Saya beruntung menemukan orang-orang yang bisa mengajarkan dia lebih banyak, tapi dia sudah jauh melewati apa yang bisa diberikan oleh sekolah."

Thomas sudah bekerja di sebuah lab riset di Massachusetts Institute of Technology yang bergengsi sejak usia 13. Ia turut mengembangkan proyek-proyek dari kacama augmented reality sampai sistem komunikasi laser. Dia baru saja memenangkan Thiel Fellowship yang memberi penghargaan $100 ribu (Rp973 juta) untuk 20 orang di bawah usia 20 supaya mereka tak perlu kuliah agar bisa berfokus pada penelitian atau mengejar mimpi mereka, baik itu proyek teknologi, bisnis, atau nirlaba. Namun ibu Thomas mengatakan dia tetap akan mengizinkan anaknya keluar sekolah meski tak menang penghargaan tersebut.

"Yang membuat saya khawatir adalah ada banyak Thomas-Thomas lain di luar sana dan kebutuhan mereka tak terpenuhi," kata Mills.

Menurut Thomas, dia sedih harus berpisah dengan teman-teman sebayanya, namun dia tak sabar dengan masa depan. Dan dia merasakan sebuah dilema akan tahun terakhirnya di sekolah. "Saya punya guru-guru yang luar biasa dan hebat yang benar-benar punya semangat mengajar, tapi kini sebagian besar yang ada di sekolah adalah mengajar untuk ikut ujian," kata dia. "Benar-benar sedih. Kami tak belajar hal-hal yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah -- kami hanya belajar menjawab pertanyaan ini yang akan muncul di ujian."

Susan Bartell, psikolog di Port Washington, New York yang bekerja untuk remaja serta keluarga mereka mengatakan bahwa dia sering bertemu orangtua yang yakin anak-anaknya jenius luar biasa. Namun dia mengingatkan bahwa "perkecualian yang sangat jarang terjadi, drop out berbuah kesuksesan." Dalam kasus Karp, "memang berhasil, tapi jauh lebih sering tak berhasil -- bahkan ketika seorang anak sangat jenius. Sekolah bukan hanya soal akademik, dan dalam beberapa kasus, bahkan anak paling pintar pun butuh bersosialisasi."

Tak semua pebisnis muda mengikuti rute Karp. Awal tahun ini, Nick D'Aloisio, remaja usia 17 tahun dari London yang aplikasi buatannya dibeli Yahoo senilai $30 juta (Rp292 miliar) memutuskan untuk tetap bersekolah.

Namun ada juga individu sukses lain yang tak punya ijazah SMA, dari rapper terkenal Jay-Z sampai miliarder Richard Branson.

Komunitas teknologi mungkin berbeda dari industri. Ijazah tak dilihat sebagai tanda pencapaian dan programmer lebih dinilai dari kemampuan mereka membuat kode. Anda adalah apa yang Anda buat.

Yang juga membedakan bidang mereka adalah pemrograman komputer tak diajarkan di tingkat SMA, dan bahkan ketika diajarkan pun murid yang paling berbakat akan merasa kurikulum itu tak relevan buat mereka atau malah lebih jago, kata Danielle Strachman, direktur program Thiel Fellowship. "Mereka ingin kebebasan belajar dalam waktu mereka sendiri."

Strachman juga menekankan bahwa, hanya karena seseorang keluar dari sekolah tak berarti mereka berhenti belajar. Program Thiel tak hanya menyediakan pendanaan, tapi juga komunitas rekan-rekan dan mentor untuk membantu penerima beasiswa mencapai mimpi mereka. Dan mereka selalu bisa kembali mengejar gelar atau ijazah saat program beasiswa selesai.

Tujuan ini pula yang ingin dikejar Karp meski dia sudah kaya raya. "Saya harap saya punya kesempatan untuk kembali ke sekolah," katanya, "dan belajar sesuatu yang benar-benar berbeda."
wahhh wahh wahh

artikel from: yahoo
Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Apa Hukum Menjawab Salam Dari Non Muslim ?



Apakah Tak Boleh Menjawab Salam Dari Non Muslim?
Apakah Non Muslim Tak Boleh Mengucapkan Salam?

saya mengalami fenomena yang seperti ini, jadi saya angkat saja jadi artikel blog, mulanya saat presentasi di kelas, kemudian giliran non muslim yang tampil, jadi kebetulan pada hari itu ia mengucapkan salam saat hendak presentasi, (Assalamualaikum wr.wb,) sontak kejadian tersebut membuat sebagian mahasiswa berbisik bisik di belakang mempermasalahkan non muslim yang mengucapkan salam, dan ada juga yang bilang kepada saya kok kamu menjawab salam dari non muslim? kata teman sebelah saya, saat ia mendengar saya menjawab salam dari non muslim yang ingin memulai presentasi tadi.

nah saya rasa banyak yang keliru tentang masalah ini, mungkin para pembaca juga merasa demikian, namun menurut pendapat saya pribadi jika ada yang mengucapkan salam maka harus dijawab, karena salam (assalamualaikum wr.wb) bermakna memberi kesalamatan bagi yang mendengar, dan yang mendengar wajib membalas salam.

jadi saya rasa tak masalah jika non muslim memberi salam karena itu bermakna memberi doa keselamatan dan bagi yang mendengar wajib menjawab salam walaupun dari non muslim, itu menurut pendapat saya, namun sebagian teman saya tetap saja bersikukuh tidak boleh menjawab salam dari non muslim, membuat saya terpikir kan terus masalah salam ini, dan akhirnya mencari hadits tentang hukum menjawab salam bagi non muslim ini.

dan akhirnya hadits yang saya cari saya temukan, dan saya rasa ini bisa memperkuat opini saya, memang banyak ustadz dan guru kita yang mengatakan tidak boleh menjawab salam dari non muslim, mungkin itu yang membuat teman teman saya tadi agak mempermasalahkan itu, tapi saya rasa ini bisa membuat kita lebih mengerti sedikit tentang hukum menjawab salam dari non muslim.


Al-Qur’an mengajarkan kita untuk membalas setiap penghormatan (dari siapapun karena tak disebutkan bahwa hal itu khusus bagi muslim) dengan penghormatan yang lebih baik, dan minimal seimbang / serupa dengan penghormatan yang kita terima.

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” (Q.S. An-Nisaa’ [4] : 86)


Memang dalam hal ini ada perbedaan menjawab salam kepada non muslim dan kepada sesama muslim. Jika kepada sesama muslim kita menjawab lengkap : “assalamu’alaikum” sedangkan kepada non muslim cukup : “wa’alaikum” atau “wa’alaika”.

Hal ini dikarenakan orang non muslim bisa jadi tidak fasih atau salah mengucapkan bahasa arab sehingga maknanya menjadi lain , bisa jadi maknanya menjadi keburukan, sehingga kita cukup menjawab “bagi mu juga” atau “demikian juga untuk mu”. Pada jaman Rasulullah saw dulu, orang Yahudi ada yang sengaja memlesetkan ucapan assalamu’alaikum ini menjadi “assamu’alaikum” (kematian atas kamu) sebagaimana hadits berikut :

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang Yahudi itu bila mengucapkan salam kepada kalian mereka mengucapkan: “Assaamu `alaikum” (kematian atas kalian), maka jawablah dengan: “Wa`alaka” (semoga menipa kamu). (H.R. Muslim No.4026)




Walaupun demikian, Rasulullah saw melarang Aisyah r.a. yang membalas plesetan salam orang Yahudi itu dengan doa yang sama buruknya.

Dari Aisyah r.a. : Sekelompok orang Yahudi meminta izin untuk menemui Rasulullah saw. lalu mereka mengucapkan: “Assaamu `alaikum” (kematian atas kalian). Aisyah menyahut: “Bal `alaikumus saam” (sebaliknya semoga kalianlah yang mendapatkan kematian). Rasulullah saw. menegur: Hai Aisyah, Sesungguhnya Allah menyukai keramahan dalam segala hal. Aisyah berkata: Tidakkah engkau mendengar apa yang mereka ucapkan? Rasulullah saw. bersabda: Aku telah menjawab: “Wa `alakum” (semoga menimpa kalian). (H.R. Muslim No.4027)

Namun demikian kita dilarang untuk duluan mengucap salam kepada non-muslim.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani” (H.R. Muslim Jilid 1 No. 191)

nah sudah tahukan bagaimana menjawab salam kepada non muslim, jadi jika ada non muslim yang memberi salam kita wajib membalasnya, tapi kita harus dengarkan baik baik, jika pengucapannya benar kita wajib menjawab salam yang benar, tapi jika non muslim tidak fasih mengucapkan salam atau salah mengucapkan salam kita cukup menjawab “wa’alaikum” atau “wa’alaika”.

semoga saja artikel ini memberi manfaat kepada kita semua yang masih ragu hukum menjawab salam dari non muslim, salah satu alasan saya membuat artikel ini karena mengalami kejadian seperti ini yang membuat sebagian teman teman saya berdebat tentang masalah menjawab salam dari non muslim ini.

semoga saja artikel ini memberi pencerahan kepada kita semua, dan tak ada lagi kekeliruan terkait menjawab salam kepada non muslim ini. dan semoga saja tak ada yang mempermasalahkan dan mendebatkan hukum menjawab salam ini, karena seperti yang kita tahu, sebagian ulama kita mengatakan tidak boleh menjawab salam, dan sebagian mengatakan boleh, sesungguhnya kebenaran hanya datang dari allah swt dan al quran sebagai sumber hukum umat islam, jadi semoga saja tidak ada lagi perdebatan di antara kita terkait hukum menjawab salam kepada non muslim ini.

ada komentar?/



Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle

Waspada Kosmetik Berbahaya Merajalela DI Indonesia





Produk Kosmetik Berbahaya kini semakin meraja lela di indonesia, dan semakin banyak saja produk yang ada dalam daftar hitam Badan POM, karena banyaknya barang ilegal yang beredar, sebaiknya anda tidak menggunakan produk komestik ilegal karena berbahaya bagi kesehatan. produk ilegal beredar tanpa ijin BPOM dan mengandung merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan resorsinol. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

Merkuri adalah bahan terlarang dalam kosmetik berbahaya. Tingkat radiasinya yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu faktor pemicu kanker. Sedangkan hidrokuinon memang digunakan untuk pemutih kulit namun penggunaannya harus dengan resep dokter. Penggunaan berlebihan akan memicu iritasi kulit.

Sementara itu penggunaan asam retinoat dikhawatirkan akan mengikis permukaan kulit. Pengunaan bahan ini harus dengan resep dokter, bahkan bahan ini tidak boleh dipakai dalam obat karena bisa menimbulkan cacat janin.


sebelum memilih produk komestik hendaknya kaum hawa bisa lebih selektif dalam memilih, jangan hanya terpengaruh dengan harga yang murah, sehingga anda asal asalan dalam membeli produk komestik, jadi jangankan yang murah, yang mahal saja belum tentu bebas dari komestik berbahaya.

sebaikknya anda jangan memilih produk produk baru keluar seperti produk ilegal dari china, ataupun produk ilegal lainnya yang tidak terdaftar dalam BPOM indonesia, pakailah komestik yang telah anda tahu kualitasnya, jangan mencoba produk komestik baru dengan merk yang asing, karena siapa tahu itu adalah komestik berbahaya.

nah inilah artikel saya seputar kosmetik berbahaya di indonesia yang semakin meraja lela, semoga saja dengan membaca artikel ini lebih meningkatkan kewaspadaan anda terutama para wanita yang hobi menggunakan kosmetik produk baru.
Pramudya Ksatria Budiman LifeStyle