Bukan Pakar SEO Ganteng

Showing posts with label Berita SNMPTN 2013. Show all posts
Showing posts with label Berita SNMPTN 2013. Show all posts

Wow, 20 ribuan siswa Jatim lolos SNMPTN 2013

LENSAINDONESIA.COM: Jawa Timur kembali mendapat prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Setelah berhasil menjadi peraih terbaik hasil Ujian Nasional (UN) 2013, kali ini para siswa/siswi lulusan SMA sederajat, dari Jatim mendominasi daftar  Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.
Dari total 765.531 siswa yang mendaftar, hanya 133.604 siswa yang dinyatakan lolos tes masuk SNMPTN. “Siswa/siswi dari Jatim yang dinyatakan lolos seleksi jumlahnya sekitar 20 ribu siswa,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Harun saat konferensi pers di kantornya, Senin (3/6/2013).


Dengan hasil tersebut posisi Jatim mengalahkan provinsi lainnya, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara,  Riau bahkan DKI Jakarta yang hanya ada di peringkat ke-8.
Menurut Koodinator Pengawas Perguruan Tinggi (PT) untuk UN se Indonesia, Alimufi Arief, banyaknya jumlah siswa Jatim yang lolos SNMPTN dilihat dari tujuh faktor. Diantaranya, mutu pendidikan asal sekolah, hasil nilai rapor sekolah, mulai semester satu hingga lima, jumlah alumni yang masuk perguruan tinggi negeri dengan Indeks Prestasi yang baik dan diterima di PTN.
Selain lewat jalur SNMPTN, para siswa yang ingin masuk PTN juga mendaftar lewat jalur bidik misi. Dari jumlah pendaftar sebanyak 128.266m danlolos sebanyak 23.942 siswa, atau 18,27 persen,” ujar orang nomor satu di Diknas Jatim ini.
Prestasi lain seperti, olimpiade ilmiah yang pernah diraih oleh siswa,serta prestasi non-akademis sangat mempengaruhi diloloskannya siswa jalur SNMPTN.
“Anak yang pandai diterima lewat jalur SNMPTN dan anak yang kurang mampu dibantu pemerintah lewat bidik bisi,” tambah Harun.

Harun melanjutkan, prestasi Jatim ini bukan melalui proses satu sampai dua hari saja. “Inilah prestasi terbaik yang juga dibantu sembilan PTN di Jatim,” tandasnya. @sarifa
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Nilai UN Belum Keluar, Siswi Tunatera SMAN 8 Solo Gagal Ikut SNMPTN

timlo.net Solo – Bisa kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi keinginan banyak lulusan SMA dan yang sederajad. Termasuk Maria Agustina Siwi Anugraheni, siswi kelas XII IPS 2 SMAN 8 Solo.
Namun keinginan Maria jadi mahasiswa PTN harus tertunda. Lho? Ya, Maria harus gugur dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, lantaran hingga saat ini salah satu nilai Ujian Nasional (UN) untuk mata pelajaran Bahasa Inggris belum juga keluar. Padahal hasil UN adalah menjadi syarat lolos tidaknya SNMPTN dan diumumkan secara serentak pada Senin (27/5) pukul 16.00 WIB.


Saat dikonfirmasi terkait belum keluarnya nilai UN Maria, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo Etti Retnowati menyatakan, pihaknya telah berupaya berkomunikasi dengan Kemendikbud. Tetapi hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti dari pusat.
“Hingga saat ini dari panitia pusat belum ada jawaban,” ujar Etty saat dikonfirmasi melalui telpon seluler terkait kasus Maria, Senin (27/5).
Saat dihubungi via telpon seluler, Maria, siswa inklusi penyandang tunanetra mengaku bahwa dirinya mendaftar SNMPTN 2013 program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS), juga PLB dan Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“Tentu saja saya kecewa berat, dan kenapa itu bisa terjadi dan menimpa saya,” ujar Maria yang juga termasuk siswa berprestasi di SMAN 8 Solo, karena pernah meraih juara II Olimpiade Matematika khusus difabel se Jawa Tengah.
Sementara itu, pengamat sekaligus praktisi pendidikan Kota Solo, Muhammad Ali menyatakan bahwa kasus Maria, yakni kasus belum diterimanya nilai UN untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, padahal lembar jawaban UN ada, menunjukkan bukti Panitia UN 2013 pusat teledor atau ceroboh. (*)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Tidak Satu pun Lulusan Madrasah Aliyah DIY Diterima di UGM lewat SNMPTN

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dari 3.000-an mahasiswa baru UGM yang diterima melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) ternyata tidak ada seorang pun yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) di DIY.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta Imam Sujangi mengatakan tahun lalu ada 25 lulusan MA yang diterima di UGM. Namun untuk tahun ini sama sekali tidak ada.

Ia kemudian mempertanyakan tolok ukur  dan kebijakan yang menjadi dasar penilaian, sehingga tidak satu pun lulusan MA yang lolos.


Di DIY, terdapat 43 Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta. Namun pada SNMPTN kali ini tidak satu pun lulusan MA di DIY yang diterima UGM.

Ia mengaku kecewa dengan kondisi ini. "Kami berencana menanyakan ini ke UGM," katanya.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa UGM mem-black list lulusan Madrasah Aliyah.

Namun ketika dikonfirmasikan ke UGM, Humas UGM Wiwid Wijayanti membenarkan tahun ini tidak satupun lulusan MA di DIY yang lolos SNMPTN.

Namun, ujarnya UGM tidak melakukan kebijkan black list. Menurut dia UGM tidak memiliki kebijakan itu.

"Ada yang diterima dari MA tapi bukan dari DIY. Antara lain dari MAN 14 Jakarta, MAN 1 Payakumbuh dan MAN 2 Probolinggo," katanya.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Mengapa Siswa Kawasan Indonesia Timur Minim Masuk SNMPTN?


Metrotvnews.com, Jakarta: Terkait pengumuman jalur undangan SNMPTN 2013 yang menceminkan masih dominannya mahasiswa yang diterima di kawasan non-kawasan timur dinilai sebagai sesuatu yang tidak mengejutkan.

"Saya tidak terkejut dengan hasil SNMPTN yang tidak menunjukkan perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia Timur," kata praktisi pendidikan Weilin Han ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (29/5).


Menurut Weilin Han, selama ini terkesan pemerintah pusat lebih menyibukkan diri dengan kebijakan-kebijakan politis tambal sulam dan kepentingan sesaat belaka. Sehingga tidak heran bila di analisa secara benar mengenai penyebab buruknya kualitas tidak pernah dilakukan dengan serius, apalagi pemecahan masalahnya yang bersifat jangka panjang dan tepat sasaran.

Hemat dia, pemecahan masalah jangan hanya menjadi tanggung jawab dari Kemendikbud padahal ada banyak departemen yang terkait. Misalnya, Kemenpora ,yang di daerah-daerah jelas menjadi satu atap dengan dinas pendidikan, dispora, yang anehnya banyak membuat kegiatan sendiri-sendiri dengan visi masing-masing.

Lalu, Kemendagri dalam bekerja sama mengurusi status guru-guru pengampu mata pelajaran yang berkualitas agar bisa dan bersedia bertugas di kawasan Indonesia Timur.

Selanjutnya Kemenkes, yang bertanggung jawab dalam kesehatan dan gizi masyarakat berhubungan dengan perkembangan otak. Di Kemenkes juga sebetulnya ada Pusat Intelegensia, seharusnya sangat terkait dengan pendidikan.

"Pendidikan kita mengharapkan hasil akhir saja hasil UN dan SNMPTN, padahal untuk bisa menghasilkan kedua hal di atas dengan baik, perlu proses pembelajaran yang bermakna, berkualitas dari segi isi, metode dan penilaian, serta berkesinambungan dari jenjang SD," papar Weilin

Selain itu, kata dia, kondisi masyarakat rural, di kawasan Indonesia Timur yang belum melihat pentingnya pendidikan bagi kehidupan terkait dengan masalah pola pikir warga setempat.

"Apa yang seharusnya pemerintah lakukan? Selesaikan secara serius paparan masalah yang saya jelaskan tadi secara benar dan tulus. Dan kami praktisi pendidikan akan mengambil bagian turut mengedukasi tentang pola pikir masyarakat agar berubah," pungkas Weilin. (Syarief Oebaidillah)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

PENGUMUMAN SNMPTN : Universitas Sriwijaya Baru Diumumkan Besok

PALEMBANG– Meski sejumlah universitas sudah mengumumkan hasil SNMPT lewat situs snmptn.ac.id, Senin (27/5/2013) sore, namun pengumuman siswa yang diterima di Universitas Sriwijaya baru diumumkan Selasa (28/5/2013) besok.

“Bagi yang memilih Universitas Sriwijaya bisa mengetahui hasilnya, Selasa (28/5) yang diumumkan secara serentak di seluruh Indonesia oleh panitia pusat,” kata Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Unsri Zulkifli Dahlan di Palembang, Senin.


Ia mengemukakan sebanyak 3.200 kursi disediakan Unsri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) itu atau 50 persen dari total mahasiswa baru tahun penerimaan 2013.

Menurutnya, jumlah peminat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya karena mencatat sekitar 42.000 permohonan dari lulusan SMA yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Sementara yang menempatkan Universitas Sriwijaya sebagai pilihan kedua mencapai 24.000 orang.
“Unsri sama sekali tidak terlibat dalam penentuan siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, karena semuanya diserahkan kepada panitia pusat. Berbagai kreteria ditetapkan, seperti hasil rapor hingga prestasi pada bidang tertentu,” ujarnya.

Ia menerangkan khusus calon mahasiswa yang lulus melalui jalur SNMPTN atau dikenal dengan jalur undangan itu hanya perlu melakukan pendaftaran ulang jika dinyatakan lulus.

Keadaan itu berbeda dengan peserta jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang harus mengikuti ujian tulis pada 18-19 Juni 2013, dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara online dalam masa waktu 13 Mei-7Juni 2013 mengakses http://ujian.sbmptn.or.id.

“Bagi yang tidak lulus SNMPTN tidak perlu kecewa karena masih ada kesempatan melalui jalur SBMPTN memiliki kuota 30 persen dan jalur ujian sebanyak 20 persen,” katanya.

Panitia SNMPTN membuka pengumuman lebih cepat dari jadwal sebelumnya karena mulai pukul 16.00 WIB, Senin (27/5) telah bisa diakses oleh pengunjung yang memasukkan nomor pendaftaran.
Sebanyak 133.604 siswa dinyatakan lolos seleksi ke 61 Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan itu, katanya.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Porsi Peserta SNMPTN 2013 Diperbesar 50%

BANDUNG - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk tahun ini porsinya diperbesar dibandingkan tahun lalu. Jika pada tahun-tahun sebelumnya porsinya hanya 10-30 persen, kini porsi peserta SNMPTN diperbesar jadi 50 persen.

"Dalam rangka memperluas pendidikan, akses SNMPTN diperbanyak porsinya. Jika tahun lalu sebesar 10-30 persen, tahun ini ditetapkan 50 persen," tukas Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto, saat konferensi pers pengumuman hasil SNMPTN 2013, di Gedung ITB, Bandung, Senin (27/5/2013).

Diketahui, total yang mendaftar SNMPTN sebanyak 765.531, dengan total calon mahasiswa yang diseleksi sebanyak 133.604 atau sekira 17,45 persen. Dijelaskannya, di antara 765.531 ribu, ada peserta dari Bidikmisi sebanyak 128.266.

"Calon mahasiswa yang diterima dari bidikmisi tercatat sebanyak 23.942 atau sebesar 18,67 persen," tambah dia.

Dijelaskan Herry, seleksi ini berdasarkan nilai rapor dari SMA, MA, dan SMK. Sehingga mendapat perhatian yang lebih besar sebagai bentuk apresiasi para rektor perguruan tinggi (PT) di Indonesia terhadap pendidikan yang tercermin dari nilai rapor.

"Ini sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI, agar anak kita, para siswa dari seluruh Indonesia dapat mempunyai kesempatan ikut masuk ke PTN di seluruh Indonesia, kita betul-betul berupaya memperluas akses pendidikan untuk di Indonesia," pungkasnya. (ade)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Hasil SNMPTN 2013 Diumumkan Besok

JAKARTA -Jadwal pengumuman hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) maju. Dari rencana diumumkan Selasa (28/5), maju menjadi Senin (27/5) besok. Pelamar SNM PTN bisa melihat pengumuman melalui internet besok sekitar pukul 18.00 WIB atau di media massa keesokan harinya.
    
"Data di upload ke internet setelah ada konferensi pers dengan media masa di ITB (Institut Teknologi Bandung, red)," kata Ketua Umum Panitia SNM PTN 2013 Akhmaloka kemarin. Konferensi pers hasil SNM PTN 2013 digelar sekitar pukul 15.00 WIB.

Pengumuman kelulusan SNM PTN 2013 dibayangi perbedaan data kelulusan siswa antara versi Kemendikbud dengan dinas pendidikan provinsi. Perbedaan itu terjadi hampir di seluruh provinsi. Salah satunya di Sumatera Utara (Sumut). Versi Kemendikbud ada 641 murid SMA dan sederajat yang tidak lulus. Versi Dinas Pendidikan Sumut, yang tidak lulus 2.948 siswa.
    
Kasus serupa terjadi di Jawa Timur (Jatim). Versi Kemendikbud ada 56 siswa yang tidak lulus. Sedangkan versi dinas pendidikan setempat ada 154 siswa yang tidak lulus. Perbedaan data berpotensi merugikan pelamar SNM PTN. Bukan tidak mungkin ada pelamar SNM PTN yang diyatakan lulus padahal dia tidak lulus SMA.
    
"Panitia SNM PTN dapat data resmi dari Kemendikbud. Kami tidak mengumpulkan data dari provinsi-provinsi," seru Akhmaloka.

Rektor ITB itu mengatakan, panitia sedang konsentrasi menyaring pelamar SNM PTN yang sebelumnya sudah di-ranking. Jika ada siswa yang masuk daftar ranking tetapi tidak lulus unas, namanya langsung di-drop alias tidak diterima.
    
Akhmaloka menyatakan perbedaan data kelulusan siswa sejauh ini tidak mengganggu proses SNM PTN. Untuk mengatasi pontesi ada siswa lulus SNM PTN tetapi yang bersangkutan tidak lulus SMA, panitia punya cara. Yakni, seluruh pelamar wajib membawa bukti kelulusan ketika mendaftar ulang pada 18-19 Juni mendatang. "Pokoknya yang boleh kuliah itu yang sudah lulus atau menamatkan SMA atau sederajat," tegasnya.
    
Dari catatan panitia, jumlah pelamar SNM PTN 2013 mencapai 780 ribuan. Sedangkan kuota yang tersedia sekitar 132 ribu kursi mahasiswa baru. Bagi yang tidak lulus SNM PTN, masih punya peluang kuliah di kampus negeri lewat jalur tes tulis atau SBM PTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri). (wan/ca)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Pilihan Kedua SNMPTN Diterima, Tak Usah Ikut SBMPTN

JAKARTA - Calon mahasiswa yang mendapatkan pilihan kedua di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebaiknya jangan mendaftar di seleksi bersama.

Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan, panitia memang tidak dapat melarang apabila ada siswa yang mendaftar di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Namun hal ini tidak dianjurkan apabila ada siswa yang sudah diterima di pilihan kedua SNMPTN.


Akhmaloka menjelaskan, apabila mereka kembali mendaftar di SBMPTN maka statusnya yang diterima di pilihan kedua SNMPTN akan dicabut.  Maka jika siswa tersebut nanti tidak juga diterima di SBMPTN siswa tidak dapat menuntut masuk di pilihan keduanya kembali. “Kami anjurkan mereka tidak usah ikut. Kasihan nanti jika tidak diterima di kedua-duanya,” kata Akhmaloka kepada Koran Sindo, Rabu (22/5/2013).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, permasalahan yang terjadi di SNMPTN tahun sebelumnya ialah banyak siswa sudah kadung menjatuhkan hati di pilihan pertama. Makanya mereka pun masih ingin mengikuti SBMPTN untuk mengejar pilihan pertamanya itu. Namun sangat disayangkan jika mereka menolak pilihan kedua karena mereka sudah diundang masuk PTN yang dilihat dari prestasi dan nilai rapor.

Anjuran ini juga dilancarkan panitia karena peserta SBMPTN sangat banyak. Tidak hanya lulusan tahun ini yang mendaftar namun juga alumni 2011 dan 2012 masih bisa mengikuti SBMPTN. Selain itu, lulusan Paket C (IPA dan IPS) serta Lulusan Paket C Kejuruan juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN. “SBMPTN kan penggantinya SNMPTN jalur tulis. Bisa dikatakan ini rajanya seleksi. Persaingan akan semakin ketat,” jelasnya.

Diketahui, jumlah peserta SNMPTN jalur undangan ada 779.000 ribu lulusan SMA/SMK/MA. Mereka akan memperebutkan 130-150 ribu kursi PTN. Dalam memilih program studi (prodi), pendaftar diperkenankan memilih maksimal dua PTN dengan masing-masing PTN maksimal dua prodi. Sementara jumlah pendaftar SBMPTN mencapai 700 ribu dengan daya tampung 90 ribu kursi.

Akhmaloka menjelaskan, pengumuman SNMPTN akan digelar pada 28 Mei sedangkan SBMPTN pada 12 Juli. Alur penerimaannya sendiri dimulai ketika pendaftaran. Semua data pendaftar langsung diserahkan ke masing-masing PTN untuk dipilih.

"PTN kemudian menseleksi siapa saja siswa yang masuk di pilihan pertama. Selanjutnya diadakan rapat kembali antara PTN dan panitia untuk menseleksi siswa dari pilihan kedua. Data ini akan disandingkan kembali dengan hasil Ujian Nasional (UN). Jika mereka tidak lulus UN maka dia langsung di drop dari SNMPTN,” ungkap Akhmaloka. (Neneng Zubaidah/Koran SI/mrg)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Sudah Ada Kandidat Siswa yang Lolos SNMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, Rochmat Wahab, mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik. Pekan kemarin, proses seleksi untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan pertama telah selesai dan sudah ada daftar kandidat nama siswa yang berhak atas pilihan pertamanya.

"Setelah ini, akan dibagikan ke rektor universitas yang menjadi pilihan kedua. Karena masih ada waktu untuk itu," kata Rochmat saat menghadiri Rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (25/4/2013) malam.


Kandidat yang terpilih saat ini masih didasarkan pada seleksi nilai raport pada semester satu hingga semester lima. Sementara untuk semester akhir akan ditentukan melalui hasil UN. Dengan demikian, kandidat yang terpilih saat ini bisa saja tergeser posisinya apabila yang bersangkutan tidak lulus UN.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Panitia SNMPTN 2013, Akhmaloka, membenarkan hal tersebut. Masing-masing universitas telah menentukan kandidat mahasiswa baru dari anak-anak yang memilih universitas tersebut sebagai pilihan pertama. Namun status saat ini hanya sebatas kandidat, sehingga dapat berubah seketika melihat hasil UN.

"Namanya saja kandidat. Jadi bisa saja tidak diterima jika ternyata tidak lulus UN. Tapi ya kalau nilai semester satu sampai lima bagus, tidak mungkin rasanya tidak lulus UN," jelas Akhmaloka.

"Kalau ada ketakutan tidak lulus karena kendala teknis, sebaiknya tenang karena kami lakukan berbagai cara agar tidak ada yang dirugikan," tandasnya.

PTN tampaknya bekerja keras saat ini. Tidak hanya sekadar menyelesaikan pemeriksaan lembar jawab Ujian Nasional (UN), pihak PTN juga tengah sibuk menyeleksi anak-anak yang mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur SNMPTN.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

779 Ribu Peserta SNMPTN 2013 Perebutkan 130-150 Ribu Kursi PTN

Jakarta - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 sudah ditutup pada Jumat (8/3/2013) lalu. Ada 779 ribu lulusan SMA/SMK/MA yang sudah mendaftar. Mereka akan memperebutkan 130 ribu hingga 150 ribu kursi PTN.

"Yang mendaftar saat ditutup 779 ribuan. Namun sebagian kecil di antaranya ngisinya belum betul semuanya, kita perpanjang sampai hari ini untuk melengkapi formulir saja," jelas Ketua Panitia SNMPTN Prof Dr Akhmaloka ketika dihubungi detikcom, Senin (11/3/2013).

Dari jumlah pendaftaran peserta itu, mereka akan memperebutkan 130 ribu sampai 150 ribu kursi PTN se-Indonesia. Masing-masing peserta berhak memilih 2 PTN, yang salah satunya dari PTN provinsi asal. Nah masing-masing PTN, peserta bisa memilih 2 program studi.

"Jadi pilihannya bisa 4. Misalkan pilihan 1 di ITB, boleh saja memilih 2 program studi. Kemudian di Unpad, maksimum 2 program studi. Maksimum 2 PTN, nggak boleh lebih, salah satu (PTN) di provinsi asal," demikian jelas Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

SNMPTN tahun ini tidak memakai tes melainkan seleksi nilai rapor dari kelas X-XII SMA. Sistem nanti akan menyeleksi secara akademis hingga pengumuman akan dikeluarkan pada Mei 2013.

"Kan ada 2 PT. Seleksinya di PTN pilihan pertama di bulan Maret sampai April. Kemudian kalau ada siswa yang tidak diterima di pilihan pertama, akan dilihat di PTN pilihan kedua, itu butuh waktu sebulanan lagi," jelas Akhmaloka.

Selesai? Ternyata belum. PTN-PTN itu akan melihat dan melakukan uji silang dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang pada saat pendaftaran belum keluar.

Kalau di PTN diterima namun tidak lulus UN? "Ya nggak lulus. Bulan Mei kita kroscek dengan UN-nya baru kita umumkan," jelas Akhmaloka.

Lengkapi Data

Akhmaloka juga mengingatkan bahwa ada 3 ribu sampai 4 ribu peserta SNMPTN yang masih belum lengkap mengisi formulir masih ditunggu hingga malam ini.

"Kami mengimbau kepada yang belum selesaikan (pengisian formulir), 3 ribu atau 4 ribuan, segera! Ditunggu sampai jam 22.00 WIB atau 24.00 WIT," imbaunya.

Pengumuman pada Mei 2013 bisa dilihat melalui situs www.snmptn.ac.id.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Sebanyak 71 Ribu Orang Daftar di UB Malang

TEMPO.CO, Malang-Universitas Brawijaya (UB) Malang diburu calon mahasiswa baru. Sebanyak 71 ribu lebih mendaftar diri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruaan Tinggi (SNMPTN). Sebanyak 38.329 siswa telah menjalani finalisasi, hingga tersaring sebanyak 19.832 orang.

"Seluruh nilai rapor mulai kelas 11 sampai 12 didata," kata Pembantu Rektor bidang Akademik, Bambang Suharto, Kamis, 16 Mei 2013. Panitia akan menyeleksi sekitar 7.700 yang diterima di UB. Penerimaan SNMPTN sebesar 50 persen dari 14 ribu pagu yang disediakan. Sisanya diisi dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

Jurusan Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) paling diminati dengan pendaftaran calon mahasiswa mencapai 4.264 siswa. Sebelumnya, jurusan Pendidikan Kedokteran menjadi pilihan utama teratas di UB. Kini, Pendidikan Kedokteran menempati urutan keempat.

Meski minat Pendidikan Kedokteran menurun tapi kualitas tetap terjaga tak mengalami penurunan. Sedangkan jurusan Manajemen dan Akuntansi tetap menjadi jurusan dengan peminat tertinggi untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Disusul perpajakan, dan akuntansi. "Perpajakan sekarang banyak diminati."
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Jalur SNMPTN, Ini Jurusan Terfavorit di Brawijaya

MALANG - Jurusan Teknik Informatika di Universitas Brawijaya (UB) Malang ternyata paling favorit dibandingkan jurusan lainnya. Jurusan ini paling diminati bagi calon mahasiswa yang bakal masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Menurut pembantu Rektor I Universitas Brawijaya Malang Bambang Suharto, calon mahasiswa yang ingin masuk jurusan teknik informatika sebanyak 4.264 calon mahasiswa.


Jurusan lainnya yang diminati calon mahasiswa adalah jurusan Gizi yang diminati 3.208 calon mahasiswa. Dan juga jurusan Kebidanan dengan jumlah peminat sebanyak 2.800 calon mahasiswa.

"Untuk jalur SNMPTN kuotanya sebanyak 7.700 mahasiswa," kata Bambang, Kamis (16/5/2013).

Selain jurusan di atas, para calon mahasiswa juga berminat di jurusan jurusan manajemen dengan jumlah peminat 4.086, perpajakan dengan jumlah peminat 2.824 calon mahasiswa, dan akuntansi yang diminati 2.668 calon mahasiswa.

Bambang mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang bakal masuk melalui jalur SNMPTN sekira 71 ribu calon mahasiswa. Karena kuota sudah berlebihan, maka pihak kampus sudah menutup pendaftaran. (ade)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Pengumuman SNMPTN 2013 Terancam Ditunda

SURABAYA - Tak serentaknya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA di tahun 2013 bisa berakibat molornya pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau yang tahun lalu disebut Jalur Undangan. Pasalnya, proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur gratis tanpa tes itu terintegrasi dengan pengumuman hasil UN.
Humas SNMPTN dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Ismaini Zain mengatakan,  jadwal pengumuman hasil seleksi dilakukan selang tiga hari setelah nilai seluruh peserta UN diumumkan, jika mengacu jadwal semestinya, hasil seleksi SNMPTN akan diumumkan 28 Mei 2013. Kemudian, proses daftar ulang bagi yang lulus seleksi dilaksanakan pada 11-12 Juni.


“Jika pihak pemerintah memundurkan jadwal pengumuman hasil UN akibat pelaksanaannya yang tidak serentak, mungkin saja pengumunan hasil seleksi SNMPTN akan ikut mundur,” jelasnya, Minggu (21/4).
Diterangkannya, salah satu persyaratan siswa yang bisa melamar di SNMPTN adalah siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir yang mengikuti UN 2013. Bila nantinya pelamar ini diterima, saat daftar ulang harus membawa nilai rapot asli dan bukti telah lulus.
Sedangkan untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau jalur tulis tidak akan terpengaruh jika pengumuman hasil UN dimundurkan. Sebab, proses pendaftarannya masih lama dan panjang. “Jalur SBMPTN tetap sesuai jadwal dan tidak terpengaruh karena jadwalnya masih lama,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Koordinator Humas SBMPTN ini.
Adapun proses pendaftaran online untuk jalur SBMPTN dimulai pada tanggal 13 Mei - 7 Juni. Sementara ujian tertulisnya dilaksanakan 18-19 Juni, sedangkan ujian keterampilan pada 20-21 Juni. “Tata caranya dapat diunduh (download) mulai tanggal 30 April mendatang,” tandasnya.
Seperti diketahui, UN SMA sederajat di 11 provinsi harus ditunda karena masalah distribusi. Kesebelas provinsi tersebut antara lain Kalimantan Selatan,  Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Semuanya adalah provinsi yang berada di Indonesia wilayah tengah.
Adapun perubahan jadwal pelaksanaan UN seperti yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk SMA mulai Kamis (18/4) pekan lalu hingga Selasa (23/4) besok.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun peserta SNMPTN 2013 yang sah berjumlah sekitar 777 ribu orang. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan antara 130 ribu hingga 150 ribu tempat di Perguruan Tinggi Begeri (PTN) se-Indonesia.
Dari ratusan ribu pendaftar tersebut, Universitas Padjajaran (Bandung, Jawa Barat) berada di urutan pertama dengan pendaftar sebanyak 75 ribu orang. Di posisi berikut adalah Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) dengan 72 ribu pendaftar. Sementara Universitas Brawijaya (Malang, Jawa Timur) berada di tempat ketiga dengan 71 ribu pendaftar.m18
JADWAL SNMPTN
Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)     
17 Desember 2012-8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester

Pendaftaran     
1 Februari-8 Maret 2013

Proses Seleksi     
9 Maret-27 Mei 2013

Pengumuman Hasil Seleksi     
28 Mei 2013
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

770 Ribu Siswa Bersaing di SNMPTN 2013

TANGERANG SELATAN - Tahun ini, 770 ribu siswa SMA/sederajat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan peserta SNMPTN tahun lalu, yakni 618.804 peserta. 

Meski demikian, total peserta SNMPTN 2013 ini tidaklah mencapai target peserta. Mendikbud M Nuh menyatakan, pihaknya menentukan target untuk pendaftar SNMPTN sebanyak satu juta siswa. Namun, sampai hari terakhir pendaftaran, jumlah peserta hanya mencapai 770 ribu siswa.


"Angka 770 ribu itu sudah lumayan. Bisa menjaring 50 persen dari jumlah lulusan SMA itu sudah bagus," ujar Nuh, usai peresmian Wahana Belajar Angkasa di Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom), Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (13/3/2013).

Tahun lalu, SNMPTN menjaring 164.697 mahasiswa baru yang ditempatkan di seluruh PTN Tanah Air. Tahun ini, ke-770 ribu siswa peserta SNMPTN 2013 itu akan bersaing meraih satu dari sekira 150 ribu kursi di 62 PTN Indonesia. Mereka akan diseleksi melalui nilai rapor serta mempertimbangkan hasil ujian nasional (UN) dan berbagai prestasi akademis maupun non-akademis. 

Nuh mengimbau, siswa yang tidak lulus SNMPTN 2013 sebaiknya tidak berkecil hati. Sebab, selain SNMPTN 2013, ada dua jalur masuk PTN lainnya yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri PTN. 

"Tetap semangat. Masih ada kesempatan lewat jalur tulis," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu. 

Pendaftaran SNMPTN 2013 ditutup 8 Maret lalu. Seleksi akan dilakukan sampai 27 Mei. Panitia SNMPTN 2013 akan mengumumkan kelulusan siswa pada 28 Mei 2013.(rfa)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Tahun Ini, SNMPTN di ITS Naik Dua Kali Lipat

Siswa pendaftar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang ditutup pada Senin (11/3) malam, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

"Hingga Senin pukul 16.05 WIB tercatat pendaftar ITS sebanyak 24.770 orang, padahal pendaftar tahun lalu hanya mencapai 10.446 pendaftar," kata anggota Humas SNMPTN dari ITS Dr Ismaini Zain di Surabaya, Senin (11/3).

Dari jumlah itu, katanya, tercatat 24.488 pendaftar yang sudah menjalani proses finalisasi persyaratan, namun hanya 24.405 pendaftar yang direkomendasi untuk mengikuti proses pengecekan kelengkapan persyaratan SNMPTN 2013 akan dilakukan hingga 27 Mei.

"Proses pendaftaran masih akan ditutup pada Senin (11/3) pukul 22.00 WIB, namun penambahan jumlah pendaftar dari pukul 16.05 WIB hingga pukul 22.00 WIB itu tidak akan signifikan," katanya.

Ismaini yang juga Kepala Badan Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK) ITS itu menjelaskan ITS menerima 1.736 mahasiswa atau 50 persen dari jalur SNMPTN 2013, sedangkan tahun lalu hanya 700 mahasiswa yang diterima.

"Jurusan Teknik Informatika sebagai pilihan favorit dengan 2.862 peminat, padahal daya tampung (kuota) pada jurusan itu 100 orang. Jadi, satu kursi akan diperebutkan 28 anak," katanya.

Untuk peringkat kedua jurusan favorit adalah Teknik Mesin dengan 1.633 pendaftar dan peringkat kedua adalah Teknik Industri dengan 1.468 pendaftar.

Sementara itu, jurusan paling sepi peminat adalah Transportasi Laut. "Tapi, pendaftar pada jurusan itu masih harus bersaing dengan daya saing hanya 1:2 atau dua orang memperebutkan satu kursi. Jadi, persaingan tidak ketat," katanya. (aef/an)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Dari 52.000 Pendaftar SNMPTN, UI Cuma Ambil 2.200

Tribunnews.com, Jakarta -  Kendati ada 52.000 pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 Jalur Undangan di Universitas Indonesia (UI), nantinya hanya akan lolos 2.200 peserta.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia, Emil Budiyanto, mengatakan, kuota mahasiswa baru di Universitas Indonesia adalah 4.250 mahasiswa.



Untuk mahasiswa yang masuk melalui SNMPTN Jalur Undangan, pihaknya hanya mengambil 50 persen, yakni 2.200 mahasiswa baru. Kemudian, sisanya, kata Emil, pihaknya bakal mengambilnya dari dua jalur masuk lain, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 jalur tertulis, serta jalur mandiri UI, yaitu SIMAK UI.

"Dari SBMPTN jalur tertulis akan diambil 30 persen dan dari SIMAK UI itu diambil 20 persen saja," ujar Emil kepada wartakotalive, Selasa (12/3/2013), ketika dihubungi pagi ini.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

SNMPTN 2013 di UNJ Diminati 39.905 Pendaftar

Tribunnews.com, Jakarta - Pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 Jalur Undangan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebanyak 39.905 pendaftar.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ, Zaenal Rafli, mengatakan, dari 39.905 pendaftar itu, yang menjadikan UNJ sebagai pilihan pertama sebanyak 19.677 calon mahasiswa.


Nantinya, kata Zaenal, sebanyak 39.905 pendaftar itu akan memperebutkan kuota kursi sebanyak 2.400 untuk masuk dari SNMPTN 2013 jalur undangan.

"Kuota Mahasiswa baru kami ada 5.200. Nanti sisanya, 2.800 mahasiswa lagi akan diambil melalui jalur tertulis (SBMPTN,red) dan jalur mandiri UNJ, yakni Penmaba," ujar Zaenal kepada Wartakotalive.com, Selasa (12/3/2013).

Lebih lanjut, Zaenal mengatakan, program studi yang paling banyak pendaftarnya di UNJ, antara lain Akuntansi, Manajemen, PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Psikologi, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Ribuan Siswa di Kalsel tidak Bisa Ikut SNMPTN

Metrrotvnews.com, Banjarmasin: Sebanyak 207 dari 372 SMA/MA/SMK di Kalimantan Selatan mengabaikan kebijakan nasional Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang menjadi syarat bagi siswa mengikuti SNMPTN. 

Ketua Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Hadin Muhjad, Sabtu (9/3),
mengatakan hingga batas akhir pendaftaran SNMPTN masih banyak sekolah yang tidak mendaftarkan data siswa secara lengkap. "Panitia telah berusaha maksimal, tetapi memang banyak sekolah seperti mengabaikan kebijakan itu," katanya.

Menurut catatan panitia, hanya 235 sekolah dari 372 sekolah menengah atas, madrasah aliah, dan sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengisi dan mendaftarkan PDSS hingga batas akhir 11 Februari lalu. Tetapi dari 235 sekolah yang mendaftar, ternyata ada 70 sekolah yang belum menyerahkan rekomendasi pendaftaran SNMPTN bagi siswanya.

Oleh karena itu, ujar Hadin, siperkirakan ada ribuan pelajar tidak bisa mengikuti proses SNMPTN akibat kelalaian pihak sekolah tersebut. Padahal, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pendaftaran formulir PDSS bagi sekolah dan siswa. (Denny S Ainan)
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

46.630 Orang Bakal Perebutkan 2.230 Kursi Jalur SNMPTN UNY

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (8/3) malam, tercatat sebanyak 46.630 orang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Univeritas Negeri Yogyakarta (UNY). Padahal, kuota yang tersedia hanya 2.230 kursi.

Rektor UNY Rochmat Wahab di Yogyakarta, Sabtu (9/3), mengatakan pada pendaftaran itu sebanyak 20.269 orang menempatkan UNY sebagai pilihan pertama dan 26.361 orang menempatkan UNY sebagai pilihan kedua. "Persaingan masuk UNY ini menjadi sangat ketat karena kuota mahasiswa baru melalui SNMPTN UNY hanya 2.230 orang," katanya.
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013

Siswa Luar Negeri Memilih ITS untuk daftar SNMPTN

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi yang memilih ITS tidak hanya siswa dalam negeri. Ada tiga siswa luar negeri yang memilih ITS sebagai PTN pertama. Ketiganya berasal dari Arab Saudi.

Ketua Humas SNMPTN ITS Ismaini Zain mengatakan, ketiga pendaftar dari Arab Saudi ini warga negara Indonesia yang tinggal di sana. 

"Mereka mengikuti orang tuanya yang tinggal di Arab, tapi berkeinginan kuliah di ITS, jadi daftar lewat SNMPTN ini,"katanya.

Pendaftaran dari luar negeri ini tidak berbeda dengan siswa dalam negeri lainnya.

Mereka harus mengupload data sekolah dan nilai raport serta melampirkan data prestasinya. Dan pihak sekolah juga harus merekomendasinya.

"Proses seleksinya juga sama,"katanya. 

Untuk bisa masuk ke ITS ketiga siswa luar negeri ini harus bersaing dengan 24.561 pendaftar lainnya.

Jumlah ini belum diuraikan sesuai dengan pilihan pertama dan pilihan keduanya.

Jika ditotal pendaftar yang memilih ITS sebagai pilihan pertama dan kedua ada 45.181 pendaftar.
Sementara kuota kursi yang disediakan hanyta 1.736.

Itu berarti tiap pendaftar akan bersaing dengan 26 pendaftar lain.

Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan SNMPTN tahun lalu yang hanya ada 10.466 pendaftar yang memilih ITS sebagai PTN pertama dan kedua dengan daya tampung 700 mahasiswa.

Ketua Humas SNMPTN ITS Ismaini Zain mengakui, tahun ini persaingannya memang lebih ketat dibandingkan tahun lalu karena tidak ada pembatasan sekolah dan siswa.

"Jumlah ini masih memungkinkan bertambah karena penutupan baru nanti malam pukul 24.00 WIb. Tapi kemungkinan lonjakannya tidak siginifikan,"katanya
Pramudya Ksatria Budiman Berita SNMPTN 2013