Bukan Pakar SEO Ganteng

Showing posts with label resensi film. Show all posts
Showing posts with label resensi film. Show all posts

Bukan Pocong Biasa

BUKAN POCONG BIASA
Sang Pocong kembali gentayangan di Bioskop setelah Ada Apa Dengan Pocong, Kepergok Pocong, Pocong Minta Kawin, Poconggg Juga Pocong, dan kini hadir Bukan Pocong Biasa. Hal ini tentunya akan menambah daftar panjang Pocong-Pocong yang mewarnai dunia perfilman kita.

Mungkin banyak sudah merasa jenuh dengan film-film horor Indonesia yang selalu mengangkat tentang Pocong dan Kuntilanak.

Tetapi fakta dilapangan ternyata berbicara lain. Film Pocong masih sangat diminati oleh penonton. Hal ini terbukti lewat film berjudul Ada Apa Dengan Pocong? yang rilis beberapa bulan lalu ternyata berhasil ditonton oleh lebih dari 450 ribu penonton. Film ini juga menjadi salah satu film Indonesia terlaris tahun ini.

Film “Bukan Pocong Biasa”. yang di sutradarai oleh Chiska Doppert memiliki judul yang terdengar seperti memparodikasn film yang telah sukses beberapa tahun lalu yaitu “Bukan Bintang Biasa” .

"Bukan Pocong Biasa" dimeriahkan oleh Zaky Zimah, Irena Zavin dan Yoga Arizona. Soraya Larasati Finalis gadis sampul 2011 yang merupakan pemeran utama wanita dalam film ini mengungkapkan bahwa menahan tawa adalah tantangan terbesar dalam film ini. Rupanya hal itu disebabkan karena ia harus beradu akting dengan beberapa pelawak dalam film ini seperti Mpok Atiek dan Malih Tong Tong.


"Tantangannya bagaimana menahan tawa saat melakukan adegan serius atau seram, apalagi jika satu frame dengan mereka," ujar Soraya. "Susah banget untuk bisa serius."

Soraya mengakui bahwa ia pun harus mengulang adegan berkali-kali. Bahkan sang sutradara pun selalu menghentikan aktingnya karena Soraya tertawa terus ketika Mpok Atiek dan Malih melawak.

Film bergenre horor komedi ini akan menyuguhkan hantu pocong dalam wujud berbeda. "Bukan Pocong Biasa" menceritakan tentang hantu pocong yang berpenampilan nyentrik yakni memakai sepatu roda dan aksesoris-aksesoris aneh lainnya. Hantu-hantu tersebut kemudian meneror sekelompok anak muda karena alasan tertentu.

Sinopsis Film Bukan Pocong Biasa

Malam itu Jaki, Remon, Papay, Niken dan Anna menuju puncak untuk bikin film pendek mengenai kehidupan warga di kaki bukit. Dalam perjalanan mobil yang di kendarai Jaki Cs bannya kempes. Mereka berhenti tepat di depan rumah Angker, Ketika akan mengganti ban serep mereka kehilangan dongkrak mereka dan akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki rumah angker itu demi mencari pinjaman dongkrak. Karena mereka tidak tahu kalau rumah yang mereka masuki itu angker karena ada pocong yang suka mengganggu siapa saja yang memasuki rumah tersebut

Ketika memasuki rumah angker, Jaki Cs diganggu oleh Pocong perempuan, Jaki Cs ketakutan sehingga terpisah satu sama lain. Mereka di teror satu persatu, dan ditengah-tengah teror tersebut Jaki sempat menemukan dongkraknya yang hilang dan akhirnya mereka berusaha keluar dari rumah angker itu. Mereka akhirnya berhasil keluar dari Rumah angker, dan langsung lari menuju mobil dan berusaha mengganti ban di tengah-tengah rasa ketakutan mereka. Mesin mobil menyala mereka masuk ke dalam mobil dan segera tancap gas meninggalkan Rumah angker itu

Dalam perjalanan mereka menemukan sebuah warung kopi dan bertemu dengan Malih dan Mucle dua orang keamanan daerah itu. dari mereka berdualah Jaki Cs mengetahui asal muasal kenapa sampai ada Hantu Pocong di rumah itu

Mengetahui hal itu akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke Jakarta karena tidak mau berurusan dengan Hantu Pocong lagi karena mereka berpikiran kalau Hantu Pocong itu tidak akan berani menggangu mereka kalau sudah sampai di Jakarta. Tapi ternyata dugaan mereka salah. Hantu Pocong tetap meneror dan ikut mereka ke Jakarta dan parahnya lagi Hantu Pocong itu tidak sendirian. Selama di jakarta Hantu Pocong muncul bersama teman-temannya

Jaki Cs semakin kebingungan bagaimana cara mereka mengusir Hantu-hantu pocong itu. Karena Hantu-hantu pocong itu selalu mengikuti kemanapun mereka pergi

Segala cara mereka lakukan untuk mengusir dan menghindari gangguan pocong pocong itu tapi tidak juga berhasil. Dan kelakuan pocong-pocong itu semakin aneh dan tidak biasa selayaknya pocong, membuat Jaki dan teman-temannya menjuluki mereka bukan pocong biasa

Akankah Jaki Cs dan teman-temannya bisa menghadapi godaan ketiga Pocong tersebut? Kita nantikan jawabannya saat menyaksikan film ini tanggal 15 Desember 2011 serentak di bioskop seluruh Indonesia.


Sinopsis Film Bukan Pocong Biasa




Denaihati


Kepergok Pocong


Mulai hari ini Sang Pocong gentayangan di Bioskop dengan tajuk Ada Apa Dengan Pocong. Dan dua minggu berikutnya dia kembali hadir di tengah penggemar film horror komedi sehingga para penonton jadi Kepergok Pocong. Hal ini tentunya akan menambah daftar panjang Pocong-Pocong yang mewarnai dunia perfilman kita.

Film Kepergok Pocong yang di produseri oleh Gope T. Samtani dan di sutradarai oleh Nayato Fio Nuala. Dengan di bintangi beberapa artis ternama yaitu Aziz Gagap, Reymond Knuliq , Rozi Mahally, Nadya Almira, Keira Shabira, Albert Putra, Anastasya , dan beberapa aktris lainnya.

Sutradara Nayato Fio Nuala (bernama asli Yato Fio Nuala, juga dikenal sebagai Koya Pagayo, Ian Jacobs, Pingkan Utari dan Ciska Doppert, lahir di Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam, 20 Februari 1968; umur 43 tahun) adalah seorang sutradara film asal Indonesia. Dari Ratusan Film yang pernah dihasilkan, umumnya bertema horror.



Untuk Film Kepergok Pocong ini dia menggunakan nama
Nayato Fio Nuala. Berikut adalah Sinopsis dan Trailer Film Kepergok Pocong
AINA (Aziz Gagap) mahasiswa yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai penggali kuburan. Ia tinggal bersama Boy (Reymond) dan Ceko (Rozi Mahally). Boy yang merasa dirinya paling ganteng berpacaran dengan Princess (Nadya Almira). Saking cintanya dengan Princess, ia rela meminjam uang kesana-sini untuk membahagiaka Princess. Sedangkan Ceko memendam cinta dengan Niken (Keira Shabira) Suatu ketika Donatus (Albert) teman mereka membuat dokumentasi tentang Aina sebagai pekerja penggali kubur.

Disaat bersamaan Boy dan Ceko menemukan sebuah buku KIAT CEPAT KAYA SECARA MISTIK. Di buku itu ditulis bila menyimpan foto jenazah orang mati akibat termakan sumpah pocong, maka rejekinya akan dimudahkan. Kebetulan Aina mendapat job menggali kubur orang yang mati akibat sumpah pocong. Malam itu Boy, Ceko dan Donatus ikut ke pemakaman umum bersama Aina. Dan mereka berhasil memotret jenazah memakai Hp.

Sehari kemudian mereka mendapat tawaran main film sebagai figuran dan dibayar dengan honor tinggi. Inilah salah satu bukti sukses mereka
Tetapi keanehan pun terjadi setelah mereka sukses. Uang yang mereka dapatkan berubah menjadi sobekan kain kafan. Mereka diteror dengan sosok pria yang sangat misterius.

Dan yang paling menyeramkan sekaligus konyol adalah munculnya pocong dan kuntuilanak. Pocong dan kuntilanak kompak mengganggu setiap hari tapi entah kenapa setiap di ganggu malah mahluk halus itu sial. Dan ada pula makhluk aneh seperti suster ngepot dan pocong pink
.

Siapakah sebenarnya sosok pria misterius itu dan mengapa banyak mahluk halus yang mengganggu mereka? Berhasilkah mereka lolos dari keanehan ini? tentunya hal ini baru bisa terjawab setelah menyaksikan filmnya pada tanggal 14 Juli 2011



Ada Apa Dengan Pocong ?


Ada Apa dengan Pocong?- Sekilas dengan melihat posternya yang tampilannya mirip dengan AADC, kita sudah bisa menduga bahwa film ini adalah tema horor komedi. Film ini sekaligus akan menambah jumlah Pocong yang gentayangan di bioskop Indonesia.

Film Ada Apa Dengan Pocong yang di produseri oleh Firman Bintang dan di sutradarai oleh Chiska Doppert. Film ini di bintangi beberapa artis ternama yaitu Zaky Zimah, Mpok Ati, Remon, dan beberapa aktris lainnya.

Sinopsis Film Ada Apa dengan Pocong

Suatu malam Wawan diteror habis-habisan oleh Pocong di tempat kostnya. Kemudian Hary, Boy dan Tedi mengalami hal yang sama, bahkan kemudian Tedi harus tertabrak mobil, ketika ia ketakutan dikejar pocong sehingga Tedi harus dirawat di rumah sakit.

Esoknya, Hary dan Wawan segera mendatangi Dukun sakti untuk meminta perlindungan. Tapi ternyata, keris pemberian Dukun untuk melindungi Wawan dan Hary tidak membuat Pocong berhenti mengejar.

Kecelakaan yang menimpa Tedi dan Hary, membuat Wawan dan Boy semakin ketakutan. Tapi mereka tidak bisa menghindar lagi dari dendam Pocong. Malam berikutnya, Wawan yang harus mengalami kecelakaan dengan mobilnya, karena Pocong terus menterornya. Boy panic, sehingga ia akhirnya mengakui kesalahnnya kepada Ririn dan Mirna teman kostnya. Ternyata, Hary Cs sudah berbuat kesalahan, yaitu telah membunuh tidak sengaja seorang gadis bernama Lastri.

Kejadiannya, suatu hari Wawan membuat skenario untuk menjodohkan Hary dengan Lastri, teman sekampusnya. Wawan bersama Boy mengajak Lastri untuk ikut pulang dengan mobil Wawan. Di tengah jalan mobil Wawan mogok, padahal itu hanya rekayasa saja.

Wawan menawarkan kepada Lastri untuk pulang bersama Hary. Ia bahkan menjamin Lastri akan baik-baik saja bersama Hary, karena Hary teman baiknya. Padahal, maksud Wawan menawarkan Lastri ikut bersama Lastri, semata-mata supaya Lastri bisa dekat dengan Hary.

Lastri mencium gelagat tersebut. Ia merasa tersinggung diperlakukan seperti itu oleh Wawan. Lastri marah, kemudian pergi meninggalkan Wawan Cs.

Wawan berusaha mengejar Lastri, dan Lastri mempercepat jalannya. Tiba-tiba saja kaki Lastri tersandung batu dan terjatuh. Seketika itu Lastri terkapar tak sadarkan diri. Bahkan, setelah diperiksa nadinya, ternyata Lastri telah meninggal. Wawan Cs panik. Mereka saling menyalahkan.

Malam itu mereka menyimpan mayat Lastri di gudang. Tapi karena khawatir mayat itu akan membusuk dan tercium orang, esoknya mereka memutuskan untuk menguburkan mayat Lastri dengan mengenakan kain kafan secara layak di tanah kosong. Mayat Lastri penasaran, dan akhirnya Pocong “mengejar-ngejar” mereka semua

Trailer Film Ada Apa dengan Pocong







THE TARIX JABRIX 3




Setelah sukses dengan
film The Tarik Jabrik 1 dan 2, kini para personil band The Changcuters akan kembali melanjutkan kisah mereka dalam "The Tarik Jabrik 3." Film ini rencananya akan dirilis 16 Juni 2011 . Saat wawancara pada syukuran jelang syuting film ini, Tria dkk antusias mengungkapkan film baru mereka.

"Beda sama yang kedua, apalagi dengan yang pertama. Yang ketiga lebih garang. Dramanya lebih menyentuh dan lebih dewasa," ungkap para personil Changcuters, Tria dkk seperti ditayangkan Halo Selebritis, beberapa aktu yang lalu. Seperti dua jilid terdahulu, The Tarix Jabrix 3 kali ini tetap disutradarai oleh Iqbal Rais dan dibintangi oleh The Changcuters. Bedanya, musuh The Tarix Jabrix kali ini bukan lagi The Smokers pimpinan Max (Ario Bayu) atau Valent (Ramon Y Tungka), melainkan The Road Devil pimpinan Edi Brokoli.

Kehadiran
The Tarik Jabrik 3 pun seolah tidak lengkap tanpa kehadiran aktris remaja cantik. Jika sebelumnya ada Carissa Putri dan Joanna Alexandra, kali ini pemain film muda nan cantik Olivia Jansen yang dipilih sebagai "pemanis."

Sinopsis Film The Tarix Jabrix 3
The Tarix Jabrix mendapat tantangan terbesar dalam hidup mereka. Setelah gagal menjadi pahlawan saat menyelamatkan sebuah Panti dari kebakaran, CACING (Tria Changcut) yang bekerja di perusahaan asuransi diminta atasannya untuk bernegosiasi dengan musuh lama mereka, geng motor ROAD DEVILS supaya tidak membuat kerusuhan lagi di Bandung yang sudah memakan banyak korban, dan tagihan klaim asuransi yang menumpuk. Cacing langsung menyanggupi, dan para sahabatnya, DADANG (Erick Changcut), MULDER (Dipa Changcut), CIKO (Alda Changcut) dan COKI (Qibil Changcut) ikut menemani Cacing pulang ke Bandung. Mulder yang mendapat posisi sebagai wakil direktur di perusahaan papinya, memutuskan mundur karena merasa papinya bekerjasama dengan orang asing untuk mengeksploit Indonesia

Namun saat The Tarix Jabrix yang kali ini berangkat tidak memakai motor mereka, tapi mobil perusahaan kantor, berhasil dilumpuhkan oleh Road Devils yang sekarang sudah memiliki jenderal baru, seorang gadis galak dan jagoan bernama MELLY (Olivia Jensen). Bukan cuma uang negosiasi yang diambil, namun mobil kantor dirusak, dan yang paling memakan harga diri Cacing.. jaket kesayangannya juga disita oleh Melly karena Cacing kalah adu balap

Cacing malu berat, emosinya bertambah saat ternyata Emak Cacing juga diserang oleh Road Devils. The Tarix Jabrix menyatakan perang dengan Road Devils, dengan dibantu oleh BAROKAH (Eddi Brokoli), mantan jenderal Road Devils yang ingin menggulingkan Melly. The Tarix Jabrix membuat perjanjian dengan Road Devils, mereka ingin mengadakan balapan ulang. Geng motor yang kalah, harus dibubarkan. Melly menyanggupi. The Tarix Jabrix pun berlatih dengan LAKSAMANA RODA GILA (Budi Dalton) supaya bisa mengalahkan Melly dan Road Devils

Dadang bertemu dengan MAYANG (Kamidia Radisti) yang ternyata juga murid Laksamana Roda Gila. Hati Dadang pun berbunga-bunga, menyangka dapat kesempatan untuk menyatakan cintanya ke Mayang. Namun Mayang menyimpan sebuah rahasia. Sementara itu, atas ide Barokah, Cacing berusaha mencari kelemahan Melly dengan berlagak PDKT ke Melly. Namun dasar Cacing, maksud menjadi agen rahasia, malah jatuh cinta betulan dengan Melly. Mulder yang minggat dari rumah, berusaha dibujuk oleh papinya untuk kembali. Namun Mulder tetap menolak. Yang anak-anak Tarix Jabrix dan Road Devils tidak tahu adalah.. sebuah bencana besar siap melanda

Siapakah yang bisa memenangkan balapan? The Tarix Jabrix atau Road Devils? Bisakah cinta Cacing dan Melly dari dua kubu yang berbeda bersatu?


Trailer Film The Tarix Jabrix 3






Hati Merdeka | Merah Putih III


Sukses dengan Merah Putih dan Darah Garuda, sekuel ketiga Hati Merdeka siap menyapa penonton di awal Juni 2011. Sekuel Film ini paling tidak bisa menjadi pelepas dahaga akan film perjuangan Indonesia, yang selama ini dinina bobokkan dengan film horror dan vulgar.

Dikemas lebih besar dengan muatan action lebih banyak dibandingkan dengan Darah Garuda yang diputar tahun lalu, Hati Merdeka akan mengajakkita semua untuk melihat para pahlawan kita menghadapi pertempuran laut, melarikan diri dengan berkuda, konflik internal, tank, dan senapan pelontar api dalam perjalanan epik mereka ke Bali untuk melacak penjahat perang Belanda yaitu Kolonel Raymer yang hidup di camp tentara pada masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II.

Menghadirkan Donny Alamsyah (Fiksi, 9 NAGA, GIE), Rahayu Saraswati (Merah Putih), T. Rifnu Wikana (Kado Hari Jadi, Laskar Pelangi), Lukman Sardi (Quickie Express, GIE), Astri Nurdin (Merah Putih, Sehidup Tak Semati), Darius Sinathrya (Ungu Violet, D'Bijis, Naga Bonar Jadi 2), dan memperkenalkan Nugie serta Ranggani Puspandya, sebagai pemberontak Bali dalam film ini.

Dikemas dalam film 35 mm dan berdurasi 97menit, Hati Merdeka berhasil menyatukan para ahli terbaik di bidang efek khusus dan teknis dari Hollywood films. Seperti Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down) dan Ahli Persenjataan John Bowring (The Thin Thin Red Line, Australia, Wolverine), dan Koordinator Pemeran Pengganti Scott McLean (The Pacific, Matrix).

Sinopsis Film Hati Merdeka

Dengan latar belakang masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948, HATI MERDEKA mengikuti perjalanan sekelompok kadet yang kemudian menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para kadet calon prajurit di tahun 1947 (sebuah cerita yang didasarkan kisah nyata tentang perang yang mengakibatkan terbunuhnya kedua paman Hashim pada peristiwa Lengkong tahun 1946).

Diperankan secara apik oleh semua bintang film muda Indonesia (Donny Alamsyah, nominasi sebagai Aktor Terbaik untuk MERAH PUTIH di Festival Film Bandung 2010, T. Rifnu Wikana dan Lukman Sardi, nominasi sebagai Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk DARAH GARUDA baru-baru ini di Indonesia Movie Awards, bersama dengan Aldy Zulfikar sebagai Pendatang Baru Terbaik memerankan serdadu kecil bernama Budi), Rahayu Saraswati, pemenang Aktris Terbaik di Bali International Film Festival 2009 untuk Merah Putih dan Darius Sinathrya yang memiliki peran terbesarnya dalam film ini.


Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu (T. Rifnu Wikana) tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Menghadapi meriam kapal perang Belanda, Marius yang playboy dan peminum (Darius Sinathrya) harus mengatasi rasa takutnya karena persaingannya dengan Tomas untuk memperebutkan Senja, seorang gadis berdarah biru (Rahayu Saraswati)
.

Sesampainya di Bali, kelompok taruna ini menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tapi salah satu dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh.

Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) saat mereka merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya?


Trailer Film Hati Merdeka




Sumber :
1. http://21cineplex.com/
2. http://www.rileks.com/
2. http://www.youtube.com/



CLIK HERE iPad 2 FREE
Photobucket

FILM RATU KOSTmopolitan

RATU KOSTmopolitan

Ratu KOSTmopolitan
adalah Film Terbaru Luna Maya, Tyas Mirasih dan Imey Liem yang tayang 27 Mei 2010.

RATU KOSTmopolitan sebuah film komedi yang sarat aksi, merupakan film ke-6 dari sutradara Ody C. Harahap (Alexandria, Bangsal 13, Selamanya... , Kawin Kontrak, Kawin Kontrak Lagi, Punk In Love). Satu hal yang patut di garis bawahi dari film-film karya sutradara yang akrab dipanggil Ochay ini adalah kentalnya suasana kemajemukan suku dan isu sosial.

Dengan mengawinkan unsur komedi , hiburan, cinta serta action, Ratu Kostmopolitan Movie sengaja mengangkat issue anak kos, dan bagaimana anak perantauan bisa bertahan hidup di Kota Jakarta.

Sinopsis Film Ratu KOSTmopolitan :

Film ini bercerita tentang tiga orang mahasiswi yaitu Gina (Luna Maya) yang berasal dari Bali, Tari (Tyas Mirasih) dari Manado dan Zizi (Imey Liem) dari Tulungagung (Jawa Timur) yang tengah merantau ke Jakarta untuk meneruskan pendidikannya.

Agar tetap bisa kuliah, ketiga mahasiswi ini pontang-panting mencari pekerjaan sambilan. Gina menjadi wartawan, Tari menjadi guru aerobik dan Zizi menjadi seorang seniman tato. Ketiganya menjalin persahabatan dan menetap di rumah kos milik seorang janda dari Padang, Ibu Laksmi (Yati Surachman).

Alur cerita kemudian beralih pada konflik perebutan wilayah yang mereka tinggali. Cerita berawal ketika segerombolan preman suruhan mafia tanah datang meneror perumahan tempat tinggal mereka.

Preman-preman ini mengintimidasi para penduduk untuk segera menjual tanah mereka dengan harga murah. Bahkan sampai membakar beberapa area perumahan agar bisa segera dikosongkan.

Ketiga gadis tersebut akhirnya menyatukan hati untuk melawan para preman ini. Mereka juga meminta bantuan seorang ketua Karang Taruna yang menjadi idola mereka, Seno (Fathir Mochtar). Dengan berbagai aksi dan strategi unik mereka berhasil mengecohkan para preman ini.


RATU KOSTmopolitan tidak hanya akan menyuguhi komedi segar ala Ody C. Harahap, film ini juga akan dipenuhi banyak aksi laga dari para pemainnya. Tiap-tiap karakter dibekali dengan keahlian unik untuk menghajar para Preman. Gina, mahasiswi jago masak akan bikin preman kocar-kacir dengan senjata andalannya Panci dan Penggorengan. Tari, dengan gerakan-gerakan aerobik dan dua cermin kembarnya siap untuk menaklukan para Mafia.

Sedangkan Zizi yang percaya pada klenik ini sempat mempraktekkan ilmu santetnya.


Dalam Film ini Luna Maya harus melakukan adegan perkelahian. "Aku dari dulu ingin film yang ada berantemnya, lumayan keluar keringatnya, saya seneng waktu kecil tuh berantem-beranteman," terang Luna saat ditemui di Eroupe Cafe Bellazia Senayan Jakarta Selatan, Kamis (6/5).

Luna menceritakan bagaimana dia harus berkelahi dengan lawan mainnya, Fathir Mucthar dan Reza Pahlevi. Kedua aktor ini harus merasakan pukulan tangan Luna. Alhasil hidung Fathir dan rahang Reza terkena bogem mentah Luna.

"Sampai hidungnya Fathir kena, rahangnya Reza juga kena pukul. Ya aku kalau syuting suka pakai emosi," jelas Luna.


Dirangkum dari berbagai sumber.



THE SEXY CITY

THE SEXY CITY
Kota Jakarta memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghuninya. Bahkan para warga yang diluar Jakarta, menganggap kota yang dijuluki kota megapolitan tersebut sebagai tempat meraih sejuta impian. Maka menjadi hal wajar jika arus urbanisasi selalu meningkat setiap tahunnya.

kota Jakarta yang penuh warna, mulai dari sisi gemerlap hingga sisi gelap dan kemuraman. Demikianlah inti cerita dari sebuah Film yang berjudul THE SEXY CITY . Sebuah film yang dibesut oleh Helfi Kardit yang sebelumnya berjudul JAKARTA SEXY mengangkat tema persahabatan, cinta dan keperawanan ini, pada dasarnya memang ingin mengangkat kejadian sosial yang benar-benar terjadi di Ibu Kota. Sama hal-nya dengan film karya Helfi sebelumya yaitu Arisan Berondong.

Pemeran utamanya adalah Ardina Rasti atau lengkapnya R.A. Ardina Rasti Widiani, lahir 6 Juni 1986. Sosoknya dikenal sebagai seorang bintang film dan juga presenter TV. Rasti pernah membawakan acara Cinta Buta yang ditayangkan di Global TV dan PESTA Indosiar.

Perannya sebagai Stella dalam film VIRGIN (Ketika Sebuah Keperawanan Dipertanyakan), membuat namanya cepat melejit. Menyusul kemudian kesempatannya membintangi film DI SINI ADA SETAN, ME VERSUS MY HIGH HEELS, AKIBAT PERGAULAN BEBAS, BOOM FIRE, KM 14 dan sejumlah sinetron lainnya.

Pacar Lucky Wija, salah seorang personel grup musik Element ini, juga terlibat dalam penulisan salah satu lagu milik grup musik tersebut.

Sementara film terakhirnya sebelum bermain di film ini adalah TEROWONGAN CASABLANCA, dibintanginya bersama paranormal Ki Joko Bodo.

Menceritakan seorang gadis bernama Poppy (Ardina Rasti) yang telah memendam hasrat untuk menaklukkan ibukota. Dalam benak gadis dari kota kecil itu, Jakarta penuh gemerlap dan penuh masa depan gemilang yang menggoda untuk diraih. Rencana pertunangan yang dirancang orangtuanya membuat Poppy bertekad untuk benar-benar pergi dari Jakarta. Ia bertekad melanjutkan kuliah di ibukota dan membuktikan pada semua orang yang menertawakan cita-citanya dengan bukti kesuksesan.

Namun Jakarta tak sekadar menawarkan cita-cita muluk, Jakarta juga menjadi rumah yang hangat bagi Reno (Tio Pakusadewo) yang menggantungkan hidup dari bar yang dikelolanya, ia juga tanah basah yang subur bagi Vino (Fauzi Baadilla) dalam menjerat para junkies narkoba. Meski begitu, Jakarta juga membuat Satrio (Baim) yang penuh cinta datang menetap. Poppy terseret oleh keangkuhan Jakarta untuk bersentuham dengan Reno dan Vino melalui sahabatnya, Nanda yang menjadi mangsa empuk Vino. Ia berpacu dengan waktu utnuk menyelamatkan Nanda, dan juga menyelamatkan dirinya sendiri dari Jakarta yang mematikan.

Selain itu masih ada para pemain baru yang turut memberi warna. Seperti Michella Adlen dengan perannya sebagai stripper yang menjadi sahabat Ardina Rasti. Lalu Jamsah Prajasasmita dengan perannya sebagai junkies yang cukup meyakinkan beradegan sakaw dan diperkuat dengan bentuk tubuhnya yang kurus.

Untuk Ardina Rasti cukup mengagetkan dengan berani berdegan menjadi seorang stripper. Totalitas yang diberikan tidak sia-sia. Rasti mampu memberikan aktingnya yang cukup catchy. Tidak luput juga Fauzi Baadilla yang sukses beperan sebagai junkies dengan wajahnya yang cukup meyakinkan. Apalagi Fauzi juga kembali menunjukkan tubuhnya yang kering mengesankan sebagai pemakai narkoba.

Meskipun judulnya agak bertema import, namun keseluruhan cerita cukup mudah untuk dicerna, karena selain dekat dengan kehidupan malam Jakarta yang sebenarnya, Sinematografi yang diberikan juga sangat memanjakan penontonnya.



Semoga saja Film produksi PT. Virgo Putra Film ini, dapat menambah wawasan sekaligus memberikan pesan kepada penonton untuk menyikapi fenomena kehidupan Jakarta yang dikenal sangat keras, jangan cuman menonjolkan unsur komersial belaka, kita tunggu tanggal 25 Maret saat film ini dirilis.

Sumber : 21cineplex.com


JERITAN KUNTILANAK

Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "kuntilanak" kemungkinan besar berasal dari gabungan kata "bunting" dan "anak".

Konon Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

Dalam folklor Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong").

Kepercayaan akan adanya kuntilanak atau sundel bolong sangat sering dijadikan sebagai bahan urban legend serta sinema. Beberapa film yang sudah dibuat dengan inspirasi dari kuntilanak adalah :
Dan yang terbaru adalah 'JERITAN KUNTILANAK', yang akan tayang serentak di bioskop 5 Nopember mendatang.



Jeritan Kuntilanak merupakan film horor Indonesia yang disutradarai oleh Koya Pagayo. Film ini dibintangi antara lain oleh Joanna Alexandra, Julia Perez, Cathrine Wilson, Garneta Haruni, Zacky Zimah, Andrew Ralph Roxburgh, Furry Citra, dan HIM Damsyik.

Lila, gadis sederhana berteman dengan Reina dan Vivin. Ia jatuh cinta kepada Ferry, sementara Lila diam-diam juga jatuh cinta dengan Ferry. Kedekatan Ferry dan Lila membuat Reina cemburu. Suatu hari Reina mengajak mereka ke villa orang tuanya. Meskipun tidak diijinkan oleh kakak satu-satunya, Yunita, karena khawatir asma Lila kambuh, namun Lila tetap pergi bersama Reina.

Ternyata Reina berniat ingin menyingkirkan Lila. Dalam perjalanan, Lila dijebak untuk berenang disebuah danau dan mengakibatkan asmanya kambuh dan meninggal. Reina, Vivin, Bimo dan Ferry memutuskan meletakkan mayat Lila disebuah rumah tua dekat danau tersebut. Mereka berempat pun kembali ke Jakarta.

Vivin dihantui mimpi-mimpi buruk tentang rumah tua itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah tua dan menguburkan Lila. Namun jenasah Lila menghilang dan mereka berempat justru menjadi korban satu demi satu. Yang tersisa hanya Vivin. Merasa bersalah, Vivin akhirnya menceritakan kejadian senungguhnya kepada Yunita. Mereka berdua kembali ke rumah tua dan berhasil menguak misteri rumah tua itu.

Apakah Lila benar-benar meninggal atau tidak? Misteri apa yang tersembunyi tentang rumah tua tersebut?


Pramudya Ksatria Budiman Kuntilanak , resensi film

FILM THIS IS IT MICHAEL JACKSON

Untuk para fans berat Jacko,... mungkin dengan menyaksikan film ini maka kerinduan pada sang megabintang akan sedikit berkurang.

This is It, sebuah film biografi Michael Jackson. Rencananya, film berisi kumpulan latihan sang megabintang di konser berjudul sama tersebut diputar serentak di 3.500 bioskop pekan ini. Film itu diramalkan mencetak angka box office. Sejumlah produser film besar lain memilih menunda merilis film-film barunya karena pasti kalah oleh This is It.

Dalam film ini kita bisa menyaksikan bagaimana seorang Michael Jackson bekerja dengan keras dalam persiapan konsernya selama bulan April hingga bulan Juni. Dia adalah seorang yang perfeksionis, dan tahu benar setiap lagu yang dinyanyikannya.

Tak hanya rekaman ketika sedang melakukan latihan, film ini juga memasukkan beberapa wawancara dengan para penari, dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan konser. Hasil animasi serta tayangan-tayangan yang sudah dipersiapkan untuk diperlihatkan pada saat konser dan menambah megah suasana, juga ditampilkan di film berdurasi 112 menit ini.

Elizabeth Taylor, sahabat penyanyi yang akrab dipanggil Jacko itu, menyebut film This is It sebagai film paling brilian yang pernah dibuat. Aktris berusia 77 tahun tersebut kemudian berkomentar lewat akunnya di Twitter dan meminta fansnya melihat film itu "lagi dan lagi".

Taylor memang diberi kesempatan menonton terlebih dahulu This is It pekan lalu. Namun, untuk itu, dia harus bersumpah tidak menceritakan isi film kepada siapa pun, kecuali komentar-komentar ringan, sebelum akhirnya premiere.

Untuk melihat Trailernya silahkan berkunjung DISINI

Pengamanan kopi film itu memang sangat ketat. Kenny Ortega, sang sutradara yang juga koreografer Jackson di film tersebut, menyatakan, pengamanan seolah-olah dilakukan Homeland Security (gabungan badan keamanan AS yang bertugas menghalau segala hal yang mengancam kestabilan nasional).

Bila segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, Sony membatasi pemutaran dalam dua minggu saja. Tiket yang dijual secara online mulai sebulan lalu habis dalam hitungan jam. Sebuah survei menyebutkan, dari kegiatan prarilis film saja, Sony sudah mendulang USD 40 juta (sekitar Rp 381,4 miliar).

Lagu This is It yang dirilis beberapa minggu sebelumnya kini merajai pemutaran di radio-radio dan mendatangkan keuntungan yang tak sedikit untuk Sony. Padahal, Sony membeli hak distribusi "hanya" USD 60 juta (Rp 572,1 miliar).

Dari film ini, tak hanya para penari dan tim produksi konser This Is It yang bisa menyaksikan pertunjukkan terakhir Michael Jackson. Orang-orang di seluruh dunia akan diingatkan kembali kenapa Michael Jackson layak menyandang gelar King of Pop.

Sumber :
1. rollingstone.co.id
2. fajar.co.id


Pramudya Ksatria Budiman berita , resensi film

FILM SELENDANG ROCKER


Mentertawakan nasib yang tak berpihak adalah terapi menyingkirkan stres. Selendang Rocker, film besutan sineas Awi Suryadi - mencoba menghadirkan sisi tersebut dengan mengusung warna komedi yang kental - meski tidak meninggalkan misinya sebagai film yang menghibur.

Ceritanya mengenai perseteruan antara dua orang musisi Melayu murni yang tradisional dan rock metal yang kerasi.

Saya jadi teringat salah satu film jadul Rhoma Irama yang berseteru dengan musisi rock Ucok aka Harahap.

"Tapi ini bukanlah film musikal, melainkan film full komedi yang dibalut oleh musik yang merupakan kolaborasi melayu murni dan rock total," kata Sunil T. Samtani, dari Rapi Film yang memperoduksi film, dibintangi rocker Candil dipasangkan dengan si bintang ayu blasteran indo Belanda, Sarah Jane.

Dikisahkan, The Panky, grup musik rock dengan vocalist andalannya yang temperamental, Ipank (Candil) mulai turun pamornya. Hingga suatu saat, produser The Panky ingin membuat album kolaborasi antara Ipank mewakili musik rock/keras dan rajanya musik melayu, Muna Nada dengan OM Selendang Bangke. Kolaborasi diantara mereka diharapkan akan mengembalikan kejayaan mereka.

Mulanya Ipank cs tidak mau akur dengan Muna Nada dkk - namun demikian toch hatinya begitu luluh setelah si Ipank jatuh cinta dengan gadis cantik Gabby (Sarah Jane) yang belakangan diketahuinya, anak semata wayangnya Muna Nada. Segala usaha mendekati Gabby selalu dimentahkan sang babe Muna Nada.

Sampai satu waktu Gabby mengatakan, Ipank harus membuktikan pada babenya bahwa ia bisa hebat dan mengalahkan si raja melayu Muna Nada. The Panky bersepakat untuk berlatih serius musik melayu yang tradisional dan berguru pada jawara-jawara musik melayu dalam perjalanannya mendalami musik melayu.



Film yang berdurasi 90 menit selain dibintangi rocker Candil dari band Serelius juga diperkuat Joe Project dan Ramzi diwarnai kekonyolan pemainnya di sana-sini, selain itu penikmat film nasional disuguhi alunan musik melayu yang ngegoyang dan rock metal yang keras.

Ide film SELENDANG ROCKER sebenarnya cukup menarik. Yakni menyoroti tentang musik Indonesia yang saat ini lebih banyak berisi musik Melayu. Tapi sayangnya film ini minim adegan dan pemain, mungkin hal ini untuk menghemat biaya produksi. Lokasi syuting juga sangat terbatas, jadi terkesan sedikit membosankan. Di beberapa bagian, lelucon yang dihadirkan kurang greget, sehingga menjadi monoton.

Pun begitu, di film besutan Awi Suryadi ini suara Candil dalam lagu soundtrack bisa menjadi obat rindu bagi penggemar mantan vokalis Seurieus, serta debut perdana Saykoji di layar lebar

Sumber :
1. Kabar Indonesia.com
2. Kapan Lagi.com
Pramudya Ksatria Budiman resensi film , trailer

RESENSI DAN TRAILER FILM 'MERAIH MIMPI'

JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI DAN BERUSAHALAH UNTUK MERAIHNYA



Di layar kaca kita terkagum-kagum dengan film animasi Upin dan Ipin, ternyata kreator animasi Indonesia akan lebih memukau kita dengan hadirnya sebuah film yang berjudul 'Meraih Mimpi', merupakan film musikal pertama yang diproduksi dengan menggunakan 100% animasi. Ceritanya sangat universal, maka film ini dapat diadaptasi dengan menarik di beberapa daerah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Film Meraih Mimpi merupakan film animasi 3D pertama buatan Indonesia yang di tayangkan di layar lebar. Diadaptasi dari buku karya Minfung Ho yang berjudul ‘Sing to The Dawn’, film ini bercerita tentang kakak beradik yang berusaha untuk melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.

Diproduksi Infinite Frameworks (IFW), studio animasi yang berpusat di Batam, film ini di kerjakan oleh 150 animator, hebatnya hampir semuanya adalah orang Indonesia dan sisanya 5 orang asing.

Pembuatan film ini dilakukan di Batam selama 3 tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS. Pada tahun 2008 film Sing to the Dawn selesai di buat dan mulai di distribusikan ke berbagai negara mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia.


Kenapa tidak langsung di luncurkan di Indonesia ? “Karena Infinite Frameworks (IFW) selaku produksi film ingin memperkenalkan Sing to The Dawn ke penonton luar negeri dan ingin meraih International Recognizition terlebih dahulu, setelah itu baru meluncurkan di Indonesia supaya masyarakat tahu bahwa ada studio animasi di Indonesia,” jelas Wisnu Triatmojo, Juru bicara IFW.

Pengisi suara film Meraih Mimpi ini disuarakan oleh sederetan bintang profesional, seperti Gita Gutawa, Patton ‘Idola Cilik’, Cut Mini, Shanty, Indra Bekti, Uli Herdinansyah, Ria Irawan, Surya Saputra, Joko Anwar, Tike Priatnakusumah, dll.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi pemeran utama Gita Gutawa dan Patton ‘Idola Cilik’ dalam dunia perfilman, khususnya sebagai pengisi suara seorang tokoh dalam film. Dalam film ini, Gita pun turut menyanyikan soundtrack film Meraih Mimpi yang juga masuk dalam album Gita Gutawa.

Dalam penataan musik, Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro yang menanganinya. Mereka banyak memasukkan unsur instrumen khas melayu, seperti Akordeon (bekerjasama dengan Riza Arshad) dan juga banyak unsur instrumen perkusi dan solo biola. Nuansa ini sesuai dengan latar film ini.

Mimpi bagi sebagian orang mungkin hanya berupa angan-angan atau hanya bunga tidur saja. Namun di film MERAIH MIMPI ini kita diajarkan untuk tidak takut bermimpi dan mengejarnya hingga menjadi nyata.

Kisah dibuka dengan kehidupan Dana (Gita Gutawa) dan adiknya, Rai (Patton Idola Cilik) di kampung yang didominasi oleh kekuasaan tuan tanah, Pairot (Surya Saputra). Pairot selalu membebani warga kampung, termasuk keluarga Dana dengan pajak tanah yang sangat tinggi.

Tanpa banyak yang tahu, Pairot sendiri telah memiliki rencana jahat. Setelah memberi beban pajak yang tinggi, ia bakal mengusir seluruh warga dari kampung. Pairot bermaksud membangun hotel dan kasino.

Dana sadar keluarganya mengalami kesulitan keuangan. Maka ketika ada kesempatan memperoleh beasiswa lewat sebuah kompetisi dari sekolahnya, ia tidak menyia-nyiakannya. Karena ia sadar ini adalah satu-satunya kesempatan berjuang melawan ketidakadilan sang tuan tanah.

Film yang sarat dengan pesan moral ini juga menyisipkan bagaimana generasi-generasi muda kita untuk lebih mencintai lingkungan. Selain inti cerita yang mengajarkan tidak takut bermimpi. Jika dijalani dengan konsisten, apapun impian itu, suatu hari akan menjadi nyata.

MERAIH MIMPI yang diputar serentak pada 16 September mendatang, sepertinya memang film yang ditawarkan saat liburan Lebaran tiba. Momen ini dirasakan tepat, sehingga film ini dapat ditonton oleh seluruh keluarga.




Pramudya Ksatria Budiman resensi film

FILM KETIKA CINTA BERTASBIH 2

Sekuel film 'Ketika Cinta Bertasbih 2' alias 'KCB 2' akan beredar di bioskop 17 September mendatang. Apa yang terjadi pada Azzam sepulang dari Kairo? berikut ringkasan ceritanya yang saya Copas disini

Berbekal ijasah S1 dari sebuah perguruan tinggi yang memilki pengaruh wibawa "kealiman" tidak membuat Azzam (masih diperankan Kholidi Asadil Alam) mudah menentukan pekerjaan. Belum lagi omongan tetangga yang menilai bahwa lulusan Al-Azhar University pasti jadi kiyai atau ulama besar.

Sang bunda, Bu'e Malikatun (Niniek L. Karim) meminta adik Azzam, Husna untuk mencarikan pekerjaan. Apa saja yang penting Azzam terkesan berada di luar rumah untuk bekerja. Padahal belum lagi euforia Azzam kembali ke tanah air tercintanya berakhir.

Azzam tak patah semangat. Ia memilih untuk membangun usaha sendiri dengan bekal pengalaman wirausahanya selama di Mesir. Belum lagi cukup mapan, sang bunda sudah menyinggung soal pernikahan.

Pria berperawakan tinggi itu masih mendambakan cinta sejatinya, Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi) yang telah dipinang sahabatnya sendiri. Perempuan muslimah itu telah mencuri hatinya. Walaupun Eliana (Alice Norin) jelas-jelas menyukainya, Azzam masih punya misi untuk punya istri seorang perempuan muslimah.

Dilema besar melanda Azzam. Apa yang harus ia lakukan selanjutnya? Akankah Anna bahagia dengan pilihannya, lalu apa pilihan Azzam? Tentunya untuk menjawab semuanya itu kita tunggu saja tanggal mainnya.

'KCB 2' masih diperankan oleh aktor dan aktris yang sama. Semua tim kreatifnya pun tetap sama. Chaerul Umam bertindak sebagai sutradara dan Imam Tantowi yang menulis naskah adaptasi dari buku Habiburrahman El Shirazy tersebut.

Keseluruhan cerita bersetting di Indonesia dan ada tokoh baru di Film Ketika Cinta Bertasbih 2 ini, seperti Ilyas (yang konon diperankan Dude Herlino) yang nantinya berjodoh dengan Husna, serat tokoh Hafez, Fadhil, Nasir, Nanang bakal tak ditemui disini..

Film perdananya yang dirilis beberapa bulan lalu cukup menyita banyak perhatian, yang konon sudah menembus angka 1 juta penonton Mungkinkah kali ini 'KCB 2' akan mengulang sukses 'KCB1'? Apapun itu, jangan lewatkan!

TRAILER KETIKA CINTA BERTASBIH 2



Untuk melihat 'TRAILER KETIKA CINTA BERTASBIH 2' yang lain, silahkan berkunjung langsung kesitusnya DISINI

RESENSI FILM MERAH PUTIH

Sebentar malam rencananya nonton ama temen Film kolosal Merah Putih yang berapa waktu terakhir ini sempat nongol iklannya di beberapa stasiun TV . Film ini paling tidak bisa menjadi pelepas dahaga akan film perjuangan Indonesia, yang selama ini dinina bobokkan dengan film horror dan vulgar.

Karena penasaran dengan film ini, aku mencoba browsing untuk mengetahui lebih banyak sebelum nonton, berikut ulasannya :

Merah Putih merupakan film Indonesia yang dirilis pada 13 Agustus 2009 yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Film ini dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, dan Astri Nurdin.

Tak tanggung-tanggung, biaya produksi dan promosi untuk film yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah berjudul MERAH PUTIH dikabarkan mencapai Rp60 miliar.

"Dana tersebut mencakup pembuatan tiga seri film MERAH PUTIH karena memang dijadikan sebagai film trilogi," kata produser dan penulis film MERAH PUTIH, Conor Allyn, di Semarang, Jumat (14/08).

Menurut dia, pembuatan film dengan dana sebesar itu memang masih kalah dibandingkan dengan film-film sekelas Hollywood yang kisarannya US$175 juta.

Namun, lanjutnya, untuk pembuatan film-film di Indonesia, dana sebesar itu memang terbilang tinggi, sehingga pihaknya menyiasatinya dengan membuat film menjadi tiga bagian (trilogi).

"Kalau soal kualitas, kami menjamin film MERAH PUTIH tidak kalah dengan film-film Hollywood karena pembuatannya juga menggandeng beberapa pihak yang telah malang melintang menggarap film terkenal," kata Conor.

Di antaranya, ahli spesial efek Inggris Adam Howarth yang pernah menggarap film SAVING PRIVATE RYAN, HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE dan sutradara senior Inggris Rocky McDonald yang telah menjajal kemampuannya dalam film MISSION IMPOSIBLE II dan THE QUIET AMERICAN.

Sedangkan aktor yang membintangi film itu, antara lain Lukman Sardi yang berperan sebagai Muslim (pernah membintangi LASKAR PELANGI, QUICKIE EKSPRESS, 9 NAGA, dan GIE) dan Donny Alamsyah yang pernah membintangi FIKSI, 9 NAGA, dan GIE, serta Darius Sinathrya yang berperan sebagai Marius, paparnya.

Menurut dia, MERAH PUTIH adalah film yang menggambarkan kisah perjuangan para pahlawan saat tahun 1947 silam melawan Belanda yang melancarkan agresi dipimpin Van Mook dan menyerang jantung kota Jawa Tengah.

"Karena itu, sebagian besar adegan diambil di Semarang, di antaranya di Gedung Lawang Sewu, daerah Bandungan, lereng Gunung Ungaran, kawasan Tinjomoyo dan Candi Baru Semarang," katanya.

Film produksi bersama PT Media Desa Indonesia dan Margate House Ltd yang disutradarai Yadi Sugandi tersebut telah merampungkan sekitar 60% penyuntingannya dan siap diputar untuk seri pertama film MERAH PUTIH mulai 13 Agustus.

"Yadi Sugandi merupakan pembuat film dan penata terbaik yang telah berpengalaman menangani LASKAR PELANGI, UNDER THE TREE, TIGA HARI UNTUK SELAMANYA, dan THE PHOTOGRAPH," kata Conor.

Sementara itu, aktor Donny Alamsyah mengatakan, proses pembuatan film tersebut tidak mudah, sebab harus melalui beberapa proses casting secara bertahap dan para pemain harus mengikuti pelatihan militer untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

"Apalagi proses pembuatan film MERAH PUTIH banyak menampilkan adegan di luar ruangan sehingga membutuhkan daya tahan yang prima, terutama saat syuting di daerah Bandungan yang berhawa sangat dingin," kata aktor yang berperan sebagai Thomas itu.

Teuku Rifnu Wikana yang memerankan tokoh Dayandi film itu juga mengungkapkan hal serupa karena beberapa kali harus mengubah karakter yang harus dimainkan.

"Namun, saya sangat tertarik dengan tema yang ingin diangkat film ini, yaitu nasionalisme, persatuan, persahabatan, dan toleransi agama untuk bersama-sama berjuang merebut kemerdekaan," kata Rifnu. demikian yang dilangsir oleh kapanlagi.com.

Film ‘Merah Putih’ bercerita tentang kehidupan 5 pria di Sekolah Tentara Rakyat setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Tomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola) dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka satu, menjadi pejuang yang kemerdekaan.

Kehidupan di pemusatan latihan tentara yang keras, membuat mereka harus belajar banyak soal dunia militer. Salah satunya tidak membuat keonaran dan kesalahan yang bodoh, kalau tidak, mereka akan dihukum. Awalnya perbedaan latar belakang suku, agama dan ras membuat beberapa hal tidak berjalan mulus, terutama antara Tomas dan Marius.

Tomas berasal dari keluarga peternak ayam yang bersuku Manado dan beragama Kristen. Sedangkan Marius adalah kaum atas asal Batavia. Alasan mereka pun berbeda untuk menjadi tentara, Tomas lebih berniat karena dia ingin membalas dendam atas ayahnya yang dibunuh tentara Belanda.

Saat itu memang Jepang sudah menyerah, namun Belanda berniat ingin mencaplok Indonesia lagi lewat agresi militernya. Mereka pun bersama tentara lainnya ditugaskan untuk memaksa Belanda mundur lewat pertempuran ‘hidup atau mati’.


Berikut adalah trailer film tersebut, atau kunjungi langsung situsnya DISINI



Sumber :

1. Kapanlagi.com

2. http://angga.web.id/

Pramudya Ksatria Budiman Info Film Terbaru , resensi film

FILM MERANTAU : UPAYA PELESTARIAN PENCAK SILAT HARIMAU

Aku juga belon sempat nonton sih, cuman iklannya doang yang membuat saya menarik untuk mengetahui lebih banyak tentang film ini, makanya saya browsing di beberapa situs, yaitu : vimeo.com ; kapanlagi.com ; buayafilm.blogspot.com , yang saya rangkum berikut ini.

Tema film laga sempat menjadi primadona juga di kancah perfilman Indonesia dulu, tapi seiring bangkitnya lagi dunia film kita saat ini, belum ada satu film pun yang bisa membangkitkan momentum kembalinya film aksi yang menampilkan budaya bela diri khas Indonesia ini yaitu Pencak Silat. Menilik kesuksesan Thailand dalam mempopulerkan seni bela diri khas negara mereka dalam film “Ong Bak”, harusnya Indonesia juga bisa berusaha menampilkan hal yang serupa.

Tapi sesaat lagi sepertinya hal ini akan segera terwujud lewat kepedulian beberapa anak bangsa yang bakal memproduksi film berjudul “Merantau”, sebuah film yang coba membangkitkan dan mengharumkan kembali budaya Pencak Silat di perfilman Indonesia, yang juga moga moga bisa berbicara banyak di kancah mancanegara nantinya.

Yang lebih unik lagi film ini justru ditulis ceritanya dan disutradarai oleh seorang yang bukan asli Indonesia tapi sutradara bule asal Inggris bernama Gareth Evans. Gareth yang adalah fans berat film aksi laga ini sendiri telah bermukim di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tepatnya setelah menyelesaikan juga sebuah film dokumenter tentang Pencak Silat berjudul “Land of Moving Shadows”. Sesuai dengan judulnya yaitu “Merantau” tadi, sedikit banyak film baru ini juga akan mengangkat cerita dari tradisi yang sangat terkenal dari masyarakat Sumatra Barat itu, sebuah budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad silam.

Pemain: Iko Uwais, Siska Jesika, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal.

Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat.

Dari Minangkabau yang tenang dan penuh kenyamanan, Yuda harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Tak kunjung menjadi guru silat, nasib pun mempertemukan dirinya dengan Adit (Yusuf Aulia) dan Astri (Siska Jesika), kakak beradik yang akhirnya menjadi korban sebuah organisasi human trafficking, pimpinan Ratger (Mads Koudal). Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya.

Yuda pun harus berhadapan dengan organisasi mafia, dan ia harus melawan kaki tangan Ratger, Luc (Laurent Buson) dan Johni (Alex Abbad) dan anak buahnya. Demi sebuah kebebasan, Yuda bersama Astri dan Adit melarikan diri dari para preman-preman dan mucikari yang terus mengejar mereka.

Sebelum menggarap MERANTAU, Gareth terlebih dahulu melakukan research ke seluruh Indonesia mengenai pencak silat, dan pilihannya jatuh kepada pencak silat Harimau asal Minangkabau. Sebagai film dengan genre drama action, MERANTAU menyuguhkan adegan-adegan penuh action yang belum pernah ditayangkan di film laga lokal.

Dari sisi sinematografi, Gareth mampu menampilkan tontonan yang apik meski dengan budget 'terbatas', sekitar 15 miliar rupiah. Alhasil, adegan kejar-kejaran dan perkelahian melewati gang-gang sempit dan bahkan adegan ketika Yuda berkelahi di atas tumpukan-tumpukan bambu, terlihat sangat apik. Tak heran jika sebelum premier di Tanah Air, film ini telah mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan Jogya beberapa waktu lalu.

Selain untuk mengangkat pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia ke dunia internasional, MERANTAU ingin mengajak semua generasi muda Indonesia lebih mencintai dan bangga terhadap budaya asli Indonesia. Karena sesungguhnya, budaya asli Indonesia harus dipertahankan. Jika orang luar saja tertarik untuk membuat film dengan latar belakang budaya Tanah Air, kenapa kita yang lahir di Indonesia justru tidak bangga dengan budaya milik kita sendiri?

Berikut adalah Traillernya dan anda juga bisa berkunjung di site khusus film ini, DISINI

Merantau Trailer (SD) from Merantau Films on Vimeo.


Pramudya Ksatria Budiman resensi film

'HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE' Cinta Segitiga Harry Potter

Pemain: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Michael Gambon, Jim Broadbent, Alan Rickman, Tom Felton, Bonnie Wright

Years ago, I knew a boy who made all the wrong choices. His name was Tom Riddle. Today, the world knows him by another name…, Voldemort!”

Kalimat itu diucapkan oleh Kepala Sekolah Sihir Hogwarts paling terkenal, Albus Dumbledore (Michael Gambon), saat menjalani tugas barunya sebagai private lecturer alias pembimbing pribadi Sang Terpilih, Harry Potter (Daniel Radcliffe).

Di tahun ke-enamnya di Hogwarts, Harry memang sedang disiapkan untuk sebuah tantangan besar, menaklukkan penyihir hitam paling berbahaya sepanjang masa, Lord Voldemort (Ralph Fiennes). Sesuai kalimat pembuka di atas, dalam persiapannya Dumbledore dan Harry mengajak penonton menelusuri sejarah dan masa lalu si Pangeran Kegelapan.

Harry Potter (Daniel Radcliffe) menyadari bahwa ancaman Lord Voldemort belumlah usai. Walaupun keadaan cukup tenang, namun Harry yakin bahwa musuh besarnya ini sedang merencanakan sesuatu. Harry bahkan yakin bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam Hogwarts.

Bersama gurunya, Dumbledore (Michael Gambon) dan Professor Horace Slughorn (Jim Broadbent), Harry mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan terakhir dengan Voldemort.

Di saat yang sama, Harry menemukan sebuah buku ramuan sihir milik seseorang bernama Half-Blood Prince. Dari buku ini, Harry kemudian mempelajari banyak ramuan sihir yang berguna bahkan cenderung membahayakan.

Di sisi lain, Harry kemudian terlibat cinta segitiga antara dirinya, Ginny Weasley (Bonnie Wright) dan Dean Thomas (Alfie Enoch). Apakah mereka akan menyadari bahwa bahaya sedang mengancam ketentraman Hogwarts?

Semakin mendekati ending, suasana suram makin terasa karena lebih banyak adegan kekacauan dan pertempuran yang ditampilkan. Makanya Motion Picture Association of America (kayak badan sensor-nya gitu deh) memberi label “PG” alias “Parental Guidance suggested” untuk film ini.

Selain Half Blood Prince, The Prisoner of Azkaban juga punya label yang sama. Tapi ada kabar bagus buat yang kangen pingin nonton Quidditch. Tenang ajaaa…, setelah absen nongol di dua film Harry Potter sebelumnya, David Yates (sutradara) akhirnya menyajikan pertandingan Quidditch full seperti yang ada di The Sorcerer’s Stone.

Seperti pada film-film Harry Potter sebelumnya, Half Blood Prince nggak setia dengan bukunya. Ada cerita penting di buku yang nggak dimasukkan di sini, dan ada beberapa adegan tambahan yang nggak ada di buku. Katanya sih supaya makin seru…!!

Film keenam dari serial HARRY POTTER disutradarai oleh David Yates yang juga menyutradarai film kelimanya, HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX.

Film ini menghabiskan biaya sekitar Rp. 2,5 triliun rupiah.

Berikut Trailler Film HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE






Sumber : KapanLagi.com

'KING', Bukan Film Biografi Liem Swie King


Pemain :
  • Rangga Raditya
  • Lucky Martin
  • Surya Saputra
  • Mamiek Prakoso
  • Ariyo Wahab
  • Wulan Guritno
  • Argo “aa Jimmy”
Sutradara :
  • Ari Sihasale
Penulis :
  • Dirmawan Hatta
Satu lagi film karya anak bangsa yang layak untuk ditonton oleh anak2 kita sebagai salah satu film yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam mengejar cita-cita. yang saya himpun dari berbagai sumber.

Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King...

Mendengar cerita ayahnya tentang ”KING” sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti … LIEM SWIE KING..SANG IDOLA!

“KING…His spirit is in my soul”

Jika Anda membayangkan film KING adalah film biografi Liem Swie King, bersiap-siaplah untuk kecewa. Tapi kekecewaan itu justru memberi kejutan saat Anda menontonnya. Ari Sihasale pandai meramu kisah hidup legenda bulutangkis era 70-an itu menjadi film yang mampu membangkitkan semangat penontonnya untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian.

Paham bahwa film biografi cenderung membuat penonton jemu, dihadirkanlah Guntur sebagai pemain utama. Anak SD yang dibesarkan sendirian oleh ayahnya (Mamiek Prakoso). Sebagai seorang komentator untuk pertandingan bulutangkis di depan rumahnya, ayah Guntur berharap anaknya dapat menjadi juara bulutangkis, seperti idola dia dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur hanya bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Karena itulah, Guntur diperlakukan dengan keras dalam hal latihan bulutangkis. Guntur, ditandingkan dengan pemain yang jauh lebih tua dan bepengalaman.

Tentu kekalahan yang dialaminya. Bukannya menghibur, Guntur justru dimarahi oleh ayahnya atas kekalahan tersebut. Mendengar cerita ayahnya tentang King sang idola, yang selalu dibanding-bandingkan dengan dirinya, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada di hadapannya.

Sahabat setianya, Raden dan Michele pun selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia.

Ketika seleksi pendaftaran seleksi beasiswa Djarum untuk bulutangkis dibuka, Guntur berlatih jauh lebih keras. Didampingi sahabatnya, Guntur fokus pada seleksi tersebut. Guntur berhasil lolos pada seleksi awal, untuk dilanjutkan ke seleksi akhir di Kudus. Masalahnya, jarak Banyuwangi ke Kudus tentu bukan perkara mudah untuk seorang anak pengumpul bulu angsa. Itupun dengan pertaruhan, belum tentu Guntur diterima.

Seolah ingin bertutur di mana ada kemauan pasti ada jalan, Ari Sihasale memberikan rangkaian perjalanan yang indah dalam mengantar Guntur ke Kudus. Bukan hanya kisahnya, visual landscape yang ditawarkan sangat menggoda. Mampukah Guntur mewujudkan impiannya dan ayahnya? Seberapa kuat dia bertahan dari persaingan saat di karantina? Bisakah dia bertemu Liem Swie King, sang idola?



Selamat menonton,...... dan selamat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat


Pramudya Ksatria Budiman Film , King , resensi film