R.A.KARTINI 134th Birthday
Ada merpati turun dari surga, melembut di atas alam.
Putih seperti salju, halus seperti sutra, begitu cepat dalam kecepatan.
Dalam mulutnya membawa sebuah batang semanggi Lembut hati-hati.
Dimana tiga daun semanggi sesuai bersama.Merpati melemparkan batang dengan lembut ke bawah Dan segera terbang membuai dengan bertepuk tangan pergi ke surga lagi.Tetapi diberkatilah, diberkati, daun-daun Yang di sini menemukan kaki Mereka adalah Iman, dan Harapan dan Kasih yang bersama-sama sebagai satu.

Kita seyogianya mengenang Kartini pada gagasan, ide, perjuangan, dan pandangan-pandangannya tentang ketuhanan, kebijaksanaan, keindahan, humanisme, dan nasionalisme. Bukan pada apa yang telah diapresiasi oleh orang lain.

SAAT KESEPIAN MELANDA

Ada yang datang diantara yang pergi, seperti halnya ada yang ramai diantara yang sepi. Demikian sepotong ungkapan yang mengena untuk saya disaat menulis artikel ini.Rasa sepi dan sunyi itu rasanya muncul dari lubuk hati yang paling dalam. Aktifitas siswa dan rekan-rekan guru lainnya yang juga sementara mempersiapkan segala sesuatunya untuk Ujian Nasional yang menyisakan waktu beberapa jam lagi menyebabkan lingkungan kerja yang super sibuk, sehingga aktifitas ngobrol menjelang pergantian jam pelajaran seperti biasanya nyaris terlupakan.
Saya yakin bahwa rasa sepi ini muncul justru akibat beban kerja yang menumpuk hingga menimbulkan beban mental yang mengarah ke stress. Tapi semoga hal ini tidak terjadi dalam diri saya. Sebab dari apa yang pernah saya baca bahwa stres yang berkepanjangan membuat mental dan perasaan seseorang semakin hampa dan sunyi. dan biasanya meskipun kita berusaha tampil maksimal, justru akan menyeret kita pada kesepian yang berkepanjangan.
Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa : Kesepian ternyata mirip wabah flu, bisa menyebar dalam sekelompok orang di dekatnya. Begitulah menurut suatu penelitian terbaru. Kalau flu bisa tersebar lewat berjabat tangan, orang bisa "terjangkit" kesepian melalui interaksi yang negatif.
Intinya, seseorang yang kesepian akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan orang lain itu juga bisa terputus hubungannya dengan orang-orang lain lagi. Akhirnya, orang-orang yang hubungannya terputus itu berisiko menjadi golongan yang terasing dari kelompok sosial.
"Seseorang yang kesepian mengantisipasi reaksi negatif dari orang lain, dan akhirnya mereka memang mendapatkan reaksi negatif itu dalam lingkungan. Sebagian karena mereka mengantisipasinya dan sebagian karena mereka sendiri yang mengundang reaksi itu.
Kesepian bukanlah bagian dari sifat, seperti dalam ungkapan "orang itu sifatnya penyendiri". Namun, kesepian merupakan suatu keadaan seperti kelaparan.
"Pada dasarnya, kita adalah makhluk sosial. Maka dari itu, kita perlu orang lain untuk bekerja sama,". Karena itu, kesepian mungkin bisa saja merupakan evolusi dari perasaan bahwa ada orang yang mengucilkan Anda.

Fenomena Blackout : Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23, 24 dan 25 Desember 2012 ?
NASA juga menambahkan bahwa Bumi diperkirakan akan mengalami kegelapan total pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2012 yang disebabkan oleh Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta.
Ilmuwan Amerika Serikat memperkirakan akan terjadi perubahan alam semesta di mana Matahari, Bumi dan plenet-planet lain akan sejajar atau berada dalam satu garis lurus untuk pertama kalinya.
Perubahan alam semesta yang diperkirakan adalah berubahnya posisi Bumi dan selama 3 hari dalam kegelapan, Bumi akan mengadapi sebuah dunia baru. Namun hal ini masih belum jelas kebenarannya.
Banyak yang mempertanyakan, jika memang terjadi Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta, kenapa Bumi mengalami kegelapan total? Lalu kenapa sampai 3 hari lamanya, bukankah masing-masing planet memiliki periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda? Pertanyaan seperti inilah yang muncul dari berbagai kalangan.
Sebuah artikel yang saya baca di sebuah koran, menuliskan bahwa : Warga Shuangliu dan Longchang di sebelah barat daya provinsi Sichuan, Cina, nyaris memborong habis lilin dan korek api menyusul spekulasi di internet mengenai kemungkinan dunia menjadi gelap gulita. Menurut kabar itu, aliran listrik ke dua wilayah itu akan terputus selama tiga hari mulai tanggal 23 Desember, demikian kantor berita nasional, Xinhua. Laporan itu pun menyebutkan para pedagang di sana menjual paket logistik beserta buku panduannya.

Kontroversi Hari Kiamat 21 Desember 2012
Apalagi ramalah tentang Planet X atau Nibiru, yang konon akan menabrak Bumi sebelum Natal. "Dan benarkah badai matahari mampu membalikan geomagnetik dari Kutub Utara ke Selatan? Akankah lubang hitam menelan kita?"
Kolomnis pemenang Pulitzer Prize 1999 di New York Times itu semakin merinding ketika membaca novel "The Age of Miracles," karya novelis debutan Karen Walker Thompson. Walker menulis, dunia kiamat ketika rotasi bumi melambat, ketika siang dan malam meregang panjang selama minggu, radiasi matahari menembus pelindung bumi, dan mandegnya grafitasi sehingga bumi mendidih.
Para editor buku membumbui tulisan mereka. Misalnya ketika menulis dampak gempa di Indonesia pada 2004. Gempa dahsyat itu mampu mengubah bentuk bumi, mempercepat rotasi dan mencukur lama hari sebanyak 3 mikrodetik hari setiap hari. Hal yang sama terjadi dengan gempa Jepang tahun lalu Ketika lempeng tektonik bergeser, bagian dari Jepang benar-benar pindah lebih dekat ke AS dengan 13 kaki.
Karena gelisah, Dowd bertanya kepada David Morrison, ilmuwan senior di NASA Ames Research Center di California tentang kebenaran berita kiamat itu. Morrison menjawab, berita kiamat hanya akan menakuti anak-anak, dan itu jahat.
"Saya memiliki setidaknya satu e-mail per hari dari seorang anak yang mengaku tidak bisa tidur. Beberapa mengancam bunuh diri. Saya mendengar tentang dua pasang orangtua yang berbicara tentang membunuh anak-anak mereka, lalu bunuh diri sebelum tanggal kiamat."
Morrison melanjutkan, manusia bisa melakukan hal-hal yang mengerikan di dunia misalnya dampak pemanasan global atau perang nuklir. "Tapi kita tidak bisa menggeser jarak ke matahari atau memperlambat rotasi." Dia lalu bertanya kepada Dowd, "Mengapa masyarakat kita begitu terfokus pada potensi bencana?"
Andromeda, Morrison melanjutkan, akan menabrak Bima Sakti dalam dua miliar tahun. Apakah tabrakan ini akan melenyapkan Bumi dan Matahari yang ada di Bimasakti dan mengakibatkan kiamat? Tabrakan tidak membahayakan bumi karena diselamatkan ruang kosong pada galaksi Bima Sakti.
Lalu Morrison berujar, "Akhir dunia adalah sebuah konsep yang benar-benar konyol. Kita sudah di sini selama empat miliar tahun." Dowd bertanya, bagaimana anda yakin? "Saya memiliki gelar doktor dalam astronomi dari Harvard."
Tanda-tanda Kecil Hari Kiamat
Tanda-tanda kecil hari kiamat dibagi menjadi dua kelompok. Tanda-tanda kecil hari kiamat yang pertama, berupa kejadian yang telah muncul dan sudah berakhir, seperti diutusnya Rasulullah saw, terbunuhnya Utsman bin Affan, serta terjadinya fitnah besar-besaran antara dua kelompok orang beriman.
Sementara itu, tanda-tanda kecil hari kiamat yang kedua, merupakan sebuah peristiwa yang telah muncul tetapi belum berakhir. Bahkan, semakin bertambah.
Contohnya, amanah yang semakin disia-siakan, perzinahan semakin merajalela, pembunuhan semakin marak, terangkatnya ilmu, jumlah wanita semakin banyak, dan sebagainya.
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Hari kiamat besar atau yang disebut dengan kiamat kubra berarti kehancuran seluruh alam semesta hingga rata dan menjadi sebuah lautan. Tibanya hari kiamat besar ditandai dengan beberapa peristiwa yang terbilang ajaib. Tanda-tanda hari kiamat besar yaitu berupa kejadian yang sangat besar.
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Allah swt. berfirman dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 82: “Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (QS. Al-Kahfi: 82)
| Berikut ini merupakan beberapa perbedaannya : |
| Tanda-tanda besar hari kiamat datang belakangan dibanding tanda-tanda kecil hari kiamat. |
| Tanda-tanda besar hari kiamat cenderung belum terjadi, sedangkan tanda-tanda kecil hari kiamat sudah, sedang, dan sebagiannya belum terjadi. |
| Tanda-tanda besar hari kiamat sifatnya luar biasa, sedangkan tanda-tanda kecil hari kiamat cenderung bersifat biasa. |
| Jika tanda-tanda besar hari kiamat sudah datang, saat itu pula pintu tobat akan tertutup. Sementara itu, tanda-tanda kecil hari kiamat biasanya merupakan peringatan untuk menyadarkan manusia agar mau bertobat. |
| Jika satu tanda besar hari kiamat telah muncul, tanda-tanda lainnya akan ikut muncul. Tanda-tanda besar hari kiamat yang akan muncul pertama kali adalah terbitnya matahari dari arah barat. |
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Jadi, kapan kiamat tiba? Tidak penting kapan tiba.yang penting mari kita mempersiapkan diri untuk itu. Asal, masih ada harapan akan keadilan, kebenaran dan ketakwaan terhadap Tuhan.
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat

Refleksi Hari Pahlawan 10 Nopember 1945
Hari ini , tepat 67 tahun yang lalu Pada 10 November pagi, tentara Inggris melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.Mari kita teladani semangat juang arek-arek Suroboyo waktu itu!
Selamat Hari Pahlawan!

84 Tahun SUMPAH PEMUDA

- Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
- Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
- Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
84 Tahun SUMPAH PEMUDA
Mari bersama bertekad dengan penuh komitmen dan konsisten untuk merealisasikan apa yang menjadi tujuan kita. Ingat, ACTION is POWER! Sebaik apa pun impian yang kita miliki, namun jika kita tidak pernah mengambil tindakan dengan komitmen dan konsisten, mustahil segala sesuatunya tidak akan pernah terwujud.
Mari dengan semangat Sumpah Pemuda, jadikan diri kita menjadi lebih optimal! Selamat Hari Sumpah Pemuda 2012, Maju Terus Indonesiaku !

5 Keuntungan Mempunyai Pasangan Seorang Guru
Di sekolah guru menjadi sosok yang senantiasa diharapkan kehadirannya, sosok yang senantiasa ditiru bahkan terkadang berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Lalu bagaimana halnya dalam dunia percintaan ataupun dalam rumah tangga. Setiap tahunnya, para guru harus menghadapi murid-murid baru yang belum pernah dikenalnya. Mereka dituntut untuk memiliki sifat percaya diri dan mudah membangun hubungan sosial dengan orang-orang dari berbagai macam karakter. Sifat yang bersahabat menjadi nilai plus dalam diri mereka.
Baik pria maupun wanita senang mencari pasangan yang memiliki wawasan luas. Nah, para guru sudah memegang jaminan yang satu ini. Anda dapat memperoleh hal-hal baru yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya.
Menghadapi para murid dengan beragam karakter bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kesabaran ekstra untuk menjalaninya. Jika Anda mencari pasangan yang penyabar, tidak cepat marah dan dapat menahan emosi, carilah pasangan yang berprofesi sebagai guru.
Jika Anda pria yang ingin mencari pasangan dengan sifat keibuan dan ngemong, carilah pasangan yang bekerja sebagai guru, terutama guru TK atau SD. Dalam kesehariannya mereka harus berhadapan dengan anak-anak, sehingga sudah terbiasa jika nantinya harus merawat sang buah hati.
Rasanya jarang ada guru yang pendiam. Pekerjaan menuntut mereka untuk aktif dan memiliki kemampuan berbicara di depan umum. Ngobrol dengan seorang guru rasanya tak pernah kehabisan bahan obrolan.
Kalau sahabat punya alasan lain, silahkan share di kotak komentar

Mengajar dan Melatih Yang Membumi dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Mengajar pada dasarnya adalah upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa, maka nampak bahwa aktivitas mengajar lebih dominan oleh guru sebagai pelaku pengajar. Sedangkan siswa hanya bertindak sabagai obyek pelajar . Jadi guru dengan segala aktivitasnya berupaya memberikan pengajaran kepada para siswa. Sedangkan siswa cenderung bersifat pasif.Pendidikan pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu mendidik, mengajar, dan melatih. Ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda-beda secara sepintas bagi orang yang awam mungkin akan dianggap sama artinya.
Dalam praktik sehari-hari dilapangan kita sering mendengar kata-kata seperti pendidikan olahraga, pengajaran olahraga, latihan olahraga dan sebagainya.
Mengajar berarti memberi pelajaran tentang berbagai ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berpikir. Sedangkan melatih ialah usaha memperoleh keterampilan dengan melatihkan sesuatu secara berulang.Tujuan dari kedua jenis kegiatan itu juga berbeda, tujuan .Tujuan pengajaran yang menggarap kehidupan intelek anak ialah supaya anak kelak memiliki kemampuan berpikir seperti yang diharapkan dari orangdewasa secara ideal yaitu diantaranya mampu berpikir abstrak, logis, obyektif, kritis, sistematis analitis, sintesis, integratif, dan inovatif.
Sedangkan Tujuan latihan ialah untuk memperoleh keterampilan tentang sesuatu perbuatan yang berlangsung secara mekanis yang mempermudah kehidupan sehari-hari dan dapat pula membantu proses belajar seperti kemampuan berhitung, membaca, menulis, mempergunakan bahasa, dan sebagainya. Baik keterampilan maupun kemampuan berpikir akan membantu proses pendidikan yang menyangkut pembangunan kepribadian seseorang.
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat sehingga nantinya melekat dalam ingatan para peserta didik. Seperti halnya Pak Mangku yang memberi petunjuk cara mengingat Stalaktit ambil kata TIT, ada huruf T nya bukan, nah bayangkan kata Manthur, itu berarti air yang menetes dari atas kebawah. Sedangkan untuk stalakmit ambil kata MIT, ada huruf M.
Saya teringat akan Confucius yang menyatakan, What I hear, I forget (apa yang saya dengar, saya lupa). What I see, I remember (apa yang saya lihat, saya ingat), What I do, I understand (apa yang saya lakukan, saya paham). Tiga pernyataan yang mudah diingat dan mudah dipahami, serta sangat menarik untuk diterapkan.
Apa yang PakDe Ndar lakukan pada dasarnya adalah What I do, I understand. sehingga dengan latihan yang berulang kali disertai dengan motivasi dan aba-aba dari pelatih, maka pastilah peserta didik akan lebih cepat memahami. Dan hal ini juga sangat cocok dengan tugas guru sebagai Motivator.
Saya sangat setuju akan penutup postingan PakDe bahwa : Cara mengajar dan melatih anak didik perlu diselipi penjelasan yang lebih membumi,lebih dari sekedar yang ada di buku. Dengan cara itu mereka akan memahami dengan baik materi yang dipelajarinya. Terima Kasih banyak PakDe.
Artikel ini untuk menanggapi menanggapi artikel BlogCamp berjudul Cara mengajar dan melatih dalam rangka Jambore On the Blog 2012 : Sehari Bersama BlogCamp

Corat-Coret Usai Pengumuman Ujian Nasional adalah Budaya Kebablasan
Tradisi Corat-Coret adalah Budaya Kebablasan
Tradisi Corat-Coret adalah Budaya Kebablasan
Tradisi Corat-Coret adalah Budaya Kebablasan
Tradisi Corat-Coret adalah Budaya Kebablasan
Perlu disadari bahwa tradisi itu sebenarnya sudah mencerminkan kita sebagai generasi yang penuh dengan sifat hura-hura dan tidak mempedulikan orang lain. Bukankah lebih baik baju seragam itu dikumpulkan dan nantinya disumbangkan kepada adik kelas atau mereka yang lebih membutuhkan?
Kebiasaan corat-coret seragam kerap berlanjut dengan kegiatan konvoi sepeda motor di jalan raya. Hal ini meninggalkan kesan yang berlebihan dalam meluapkan kegembiraan.
Bagi sebagian orang, memang perlu melepaskan ekspersi setelah sekian bulan waktu fokus belajar, ikut bimbingan belajar dan sebagainya. Namun, tidak mesti melepaskan ekspresi dengan kebablasan seperti corat-coret dan konvoi di jalanan yang dapat membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain.
Alangkah baiknya aksi hura-hura sejenak itu diganti dengan kegiatan yang lebih positif, misalnya tetap menggelar adegan corat-coret, tetapi di atas kain putih sepanjang 15 meter. Nantinya, spanduk penuh dengan tanda tangan siswa itu akan dipajang di sekolah. Ataukah menggelar acara menari bersama di lapangan sekolah. Yang menjadi pertanyaan, sampai kapan tradisi corat-coret baju ini bisa dihilangkan? Pekerjaan berat bagi Guru...... terutama saya tentunya...

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2012 Jadikan Sebagai Momentum Untuk Berbuat Lebih Baik

Dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, seabad plus setahun yang lalu. Pergerakan nasional ini diprakarsai oleh Dokter Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah Sarekat Islam, di tahun 1912, di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis.
Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.
Namun, terlepas dari hal tersebut diatas, kita tidak bisa pungkiri bahwa realita saat ini tidaklah demikian. Kita pribadi terkadang merasakan aroma ketidak pedulian masyarakat terhadap ruang sejarah publik yang seharusnya dapat dikeruk manfaatnya. Betapa tidak, coba saja tenggok tanggal 2 Mei kemarin yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. Momentum ini hanya diperingati secara seremonial saja tanpa ada implementasi kritis yang terus berkesinambungan. Akibatnya nasib pendidikan di negeri kita yang tercinta ini masih memprihatinkan.
Kebangkitan bukanlah sekedar melek dari ngantuk, atau berdiri tegak dari duduk, melainkan motivasi apa gerangan yang menggelitik sehingga insan melek dari kantuknya sehingga ia tegak berdiri dari santainya yang berleha-leha.
Sulit dipungkiri ! Andailah dipikir panjang teriring jiwa tenang, manusia kini ternyata tengah dilanda kegelisahan yang amat parah, kegelisahan yang tidak Cuma disebabkan oleh satu hal, namun disebabkan oleh berbagai hal yang pada saat ini tengah mementaskan peranannya yang merisaukan.
Risau adalah pangkalnya segenap jikalau, dan andai jikalaunya terlampau membludak, maka hidup ini akan kehilangan arah, kehilangan makna, yang termasuk amal kreatifitasnya. Dan andai hidup terputus dari gerak kreatifitasnya, maka bersemaraklah mimpi-mimpi yang penuh dengan ‘berandai-andai’.
Manusia adalah jenis makhluk yang doyan berfikir, yang bahkan oleh Ibn Khaldun disanjungnya sebagai sumber segenap kesempurnaan dan puncak segala kemuliaan, andai dibandingkan dengan makhluk lainnya ciptaan Allah !. namun dengan segenap sanjungan yang disandangnya terukir senyum bangga, diam-diam makhluk yang namanya manusia itu….. semakin lama semakin gelisah saja tinggal di pemukiman fana ini. Ia gelisah menatap masa depannya. Ia gelisah menatap segenap bentuk perubahan culture, perubahan pitutur, bahkan perubahan umurnya sendiri yang semakin uzur.
Manusia dengan sandang sanjungnya gelisah terhadap segenap kemunduran dan kemajuan umat. Gelisah terhadap canggihnya teknologi yang semakin memukau, gelisah terhadap berbagai tantangan hidup yang semakin membingungkan dan membimbangkan sambil tak menyadari bahwa Tuhan tak membebani umat-Nya dengan takaran tantangan yang berlebihan. Atau dengan kata lain, pada hakekatnya manusia itu tidak dibebani beban orang lain sehingga, andai ia tak mampu bangkit, tak usahlah menyalahkan orang lain, lebih-lebih lagi menyalahkan Tuhannya sendiri ! dan iapun tak memikul dosa orang lain !
Manusia yang masih bercokol dalam wawasan jahiliyah yang sempit, yang parsial-simpek, akan sulit bangkit dalam arti sebenar-benarnya. Sebab, kebangkita yang sejati dimulai dari kebangkitan tata pikir yang lebih dewasa, yang tidak kekanak-kanakan, yang kokoh konstruktif, yang berencana matang.
Agama mencanangkan perubahan nasib lewat usaha dalam kelurusan niat. Dalam arti bahwa pluit dimulainya perjuangan hidup tak usahlah menanti dulu aba-aba yang munculnya dari langit. Memang itulah yang dikehendaki Sang Kreator : ’Tak kan berubah nasib suatu bangsa, kecuali bangsa itu yang merubahnya sendiri’. Ini menandakan bahwa Tuhan telah maha jujur terhadap kreasi-Nya sendiri, dalam hal ini kreasi yang berwujud makhluk berakal, yang diberi lahan berpikir, yang diberi lahan usaha.
Setelah sadar bahwa Tuhan bukanlah diktator, mengapa umat berpangku tangan saja menanti guyuran nasib? Mengapa umat tak mampu merombak sistem berpikir yang telah usang dan lapuk, yang tak sesuai lagi dengan tantangan yang semakin berkembang, yang tak seiring dengan mengembangnya daya pikir kekhalifahan insan, yang tak seiring dengan mengembangnya jagat raya itu sendiri?
Bangkit yang sebenar-benarnya bangkit bukanlah sekadar menghambur-hamburkan anjuran manis yang tanpa bekas. Merombak cara berpikir bukanlah merombak aqidah yang lempang sebab aqidah itu sendiri akan senantiasa terusung nilainya di dalam evolusi berpikir yang sehat dan jujur. Tuhan tak kan merelakan agama diusung oleh kesempitan pikir, sebab agama itu sendiri diturunkan pada manusia justru untuk menyelamatkan manusia dalam kesesatan pikiran.
Alangkah indahnya negeri yang semarak ilmu, semarak teknologi, yang ilmu dan teknologinya berguna bagi kesejahteraan ummat karena diimbas oleh nilai-nilai spiritual. Negeri demikian adalah negeri yang berilmuwan dan berteknologi penuh ketaqwaan, yang tak takkabur berkat ilmu dan kecanggihan teknologinya, yang penuh syukur terhadap Tuhan yang Mahaluhur.
Dengan jiwa mutma’innah, semoga tidak teralami kembali kutukan terhadap negeri Saba, yang diporak-porandakan Tuhan disebabkan oleh para penghuninya yang pintar namun tak sudi syukur terhadap Gusti Allahnya.
Masa lampau merupakan pelajaran buat masa kini, musibah masa lampau tak usahlah terulang kembali. Marilah kita berjuang membangun kebenaran Allah tanpa didekili interes yang kusam, kita bangun negeri yang baldatun tayyibatun wa-Rabbun ghafur, negeri indah adil makmur dalam ampunan Allah !
Dengan berbekal seabrek pengalaman sejarah yang tidak hanya menginjak harga diri siapapun, sudah saatnya kita sebagai salah satu dari komponen masyarakat Indonesia mulai berbenah diri dan bersatu guna membangun negara kita agar jauh lebih baik lagi. Mari kita intropeksi diri secara totalitas sehingga kita mempunyai suatu kesadaran ruang, posisi, dan moral yang balance.
Namun hal lain yang perlu mendapatkan sentuhan lebih adalah masalah pendidikan. Bagaimanapun juga, indikasi yang paling dominan untuk menunjukkan suatu peradaban maju dari sebuah bangsa adalah ketika sektor pendidikannya berkualitas lebih.
Semoga momen kebangkitan nasional ini bukanlah sekadar slogan-slogan belaka, melainkan kebangkitan yang penuh daya kreatif, energik, yang mampu memberi arti pada kehidupan, yang mampu memupus segala kegelisahan kini, yang mampu menggelarkan fitrah kesucian dalam genangan Ridho Ilahi Rabbi.
Oleh karena marilah kita bersama-sama menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang memiliki kesadaran ruang, posisi, dan moral yang tinggi, sehingga Indonesia benar-benar bangkit menjadi bangsa yang bersahaja, sentosa, adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan. Amien!
Penyatuan Zona Waktu Indonesia
Wacana mengenai penyatuan zona waktu ini sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 2003, namun entah mengapa baru sejak awal Maret 2012 pemberitaan mengenai wacana tersebut kembali merebak.

Inti dari wacana penyatuan zona waktu ini adalah untuk menggabungkan seluruh wilayah Indonesia, yang hingga saat ini memiliki 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat/WIB (UT+7), Waktu Indonesia Tengah/WITA (UT+8), dan Waktu Indonesia Timur/WIT (UT+9), menjadi sebuah zona waktu tunggal Waktu Kesatuan Indonesia/WKI, dengan acuan waktu WITA atau UT+8. Penyatuan zona waktu menjadi WKI ini juga sebenarnya menjadi langkah utama dalam pemberlakuan Waktu Bersama ASEAN (ASEAN Common Time/ACT), yang juga dipatok pada kisaran UT+8.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana penyatuan zona waktu Indonesia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, persetujuan diberikan saat Presiden menerima laporan resminya. "Saya sendiri sudah menyampaikan, dan Bapak Presiden setuju," kata Hatta di sela Rapat Koordinasi Nasional III Tim Pengendalian Inflasi di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 17 Mei 2012.
Penyatuan zona waktu ini didukung oleh beberapa pihak, diantaranya adalah mulai dari menteri Koordinator Perekonomian, menteri Keuangan, menteri Perhubungan, Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia (BI), dan bahkan Menteri Agama.
Ide penyatuan zona waktu ini merupakan ide dari Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Indonesia yang memiliki tiga zona waktu dinilai menghambat kenaikan produktivitas. Dengan penyatuan zona waktu diharapkan produktivitas ekonomi bisa meningkat.
Menurut wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyambut baik rencana pemerintah menyatukan tiga zona waktu menjadi GMT +8 tahun ini. Menurut Bambang, bandara dan pelabuhan laut siap melayani 24 jam sebagai penunjang bisnis. Namun, Bambang meminta pemerintah mensosialisasikan rencana penyatuan ini untuk menghindari kesimpangsiuran di masyarakat. Secara keseluruhan, Kementerian Perhubungan mendukung rencana penyatuan waktu ini untuk memperkuat jaringan Indonesia dengan negara-negara lain.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo, mengaku setuju jika penyatuan zona waktu dilakukan. Tapi menjadi dua zona waktu atau satu, ini harus dibicarakan lebih lanjut. Rencana penyatuan zona waktu mengemuka sejak akhir pekan lalu. Rencananya, pemerintah kemungkinan besar akan menyatukan seluruh waktu di Indonesia mengikuti waktu Wilayah Indonesia Tengah atau GMT+8.
Menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, mengatakan ide penyatuan zona waktu bisa saja direalisasikan. Menurut dia, kalau ide itu direalisasikan, umat Islam mudah menyesuaikan sebab salat lima waktu patokannya matahari, bukan jarum jam. Suryadharma menjelaskan, patokan waktu salat adalah posisi matahari. Dia mengilustrasikan, saat ini, waktu subuh di Pulau Jawa sekitar pukul 05.00. Saat bersamaan, di Papua karena selisih dua jam, sudah pukul 07.00.
Lain halnya dengan Anggota Badan Hisab dan Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Firdaus AN yang berpendapat, sebelum pemerintah menerapkan penyatuan zona waktu di Tanah Air, pemerintah harusnya mengsosialisasikan agar masyarakat tidak bingung.“Yang menjadi patokan tetap posisi matahari, waktu subuh itu saat fajar”. Jadi, “waktu shalat menyesuaikan waktu setempat.”
"Sosialisasi perlu dilakukan secara luas agar masyarakat tidak menjadi bingung terutama bagi umat Islam guna melakukan penyesuaian dengan jadwal salat yang baru.
Menurutnya, meski penyatuan zona waktu di Indonesia tidak akan mengganggu jadwal salat, namun ketika hal itu diberlakukan perlu penyesuaian, karena selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan jadwal salat yang ada.
Ia mencontohkan, jika sebelumnya salat subuh pukul 05.00 WIB, jika diberlakukan penyatuan zona waktu mengacu kepada GMT 8 dimana lebih cepat satu jam, maka waktu salat subuh akan masuk pada pukul 04.00 WIB.
Kemudian, jika penyatuan waktu diberlakukan maka seluruh jadwal saalat di Tanah Air harus dijadwal ulang dan hal itu membutuhkan biaya yang cukup mahal.
Ia menjelaskan, dalam merubah jadwal itu, harus kembali menelaah daftar logaritma, data epemetis yang memuat posisi bulan dan matahari dikeluarkan Kementerian Agama serta data posisi bulan dan matahari yang dikeluarkan almanak nautika.
Namun, ia menilai sebenarnya pembagian waktu saat ini menjadi tiga wilayah sudah ideal dan efektif sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang memanjang dari barat ke timur.
Jika pemerintah punya pertimbangan secara ekonomi dalam menyatukan waktu, sebaiknya melakukan berbagai persiapan dengan matang mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan itu, kata dia.
Polemiknya terus berjalan.... Saya sendiri yang kebetulan berada di Waktu Indonesia tengah tentunya tidak akan terpengaruh secara lansung dengan adanya kebijakan ini. Namun dengan perubahan tersebut pastilah ada dampaknya terhadap kita semua. Tapi sekarang dampak tersebut belum bisa saya prediksi,.. karena membutuhkan analisa dan pemikiran yang belum bisa saya jangkau.
Bagaimana dengan pendapat sahabat semuanya?
Sumber :
- http://slametux.blogdetik.com
- http://www.tempo.co
- http://www.selaluonline.com
- http://anothersideoflives.blogspot.com







