Bukan Pakar SEO Ganteng

Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Ngabuburit Bareng Lazada


Bulan ramadhan identik dengan kata sahur, imsak, ngabuburit dan adzan maghrib (pastinya coy!). Nah, kali ini saya akan membahas tentang "Ngabuburit". Apakah itu? Kata yang sering kalian dengar, tapi jangan sampai kalian tidak tahu artinya (dasar kudet, kurang update!). Ngabuburit berasal dari bahasa sunda (:noSARA) yang arti ngabu adalah menunggu/waiting, dan arti burit sendiri yang artinya sore/afternoon.
Pada intinya, menunggu sore/menunggu adzan maghrib/menunggu berbuka puasa (Ngabuburit juga tidak harus digunakan saat bulan ramadhan/saat berpuasa). Kata-kata tersebut menjadi tiba-tiba menjadi populer, terbukti karena seluruh masyarakat indonesia menggunakan kata tersebut.
Nah. Dalam artikel ini, bukan pengertian ngabuburit yang ingin saya ceritakan. Lebih spesifik lagi, yaitu pengalaman ngabuburit Satruk sendiri (Pemilik & penulis blog ini, orang blog personal :P)

Ramadhan kali ini, Satruk ditemani oleh hadiah yang diberikan Lazada.Co.Id karena Satruk memenangkan Lomba Blog Kartini Event (Silahkan baca artikel tentang blog ini yang menang lomba blog Lazada.Co.Id, klik disini)
Ini dia hadiahnya :
Hadiah dari Lazada.Co.id
Hadiah dari Lazada.Co.ID

Apakah ini? Anak-anak, ini adalah Nakami Magic Mop (klik untuk melihat barang di Lazada).
Nakami Magic Mop adalah alat pel yang mampu membersihkan, mencuci dan mengeringkan dalam satu waktu.  Dengan Magic Mop ini, pekerjaan rumahku (Ngepel) menjadi 2x lebih cepat!
Lalu, apa hubungannya dengan Ngabuburit?
Jadi ya ini. Aku ngabuburit ditemani barang dari Lazada, Magic Mop ini. Alias, tiap sore aku ditugaskan untuk mengepel seisi rumah. Untung rumahku tidak begitu luas, jadi enteng mbersihinnya. Hehehe
Btw, Nakami Magic Mop adalah alat pel yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan membersihkan lantai, kaca, jendela dan lain-lain. Embernya mudah dipindahkan karena ada dua roda dibagian bawah dan tongkat pelnya mampu dipanjangkan sampai 30cm. Alat pel ini merupakan solusi bagi anda yang ingin membersihkan rumah anda secara cepat, yang tentunya tidak membuang-buang waktu anda yang sangat berharga.

Ngabuburit yuk! (Source image : Google)
Jangan lupa, sebelum ngabuburit siapin dulu kopi secangkir. Buka puasa sambil ngopi itu emang cetar membahana badai ulala!
Kalo disini itu makanan yang enak saat bulan puasa ya kraca/keong. Minumannya ya es blewah. Nih buat yang penasaran sama pictnya, tahun depan aku share deh resep membuatnya hahaha :P
Es blewah cocok untuk berbuka puasa
Es blewah cocok untuk berbuka puasa (Source image : Google)
Kraca Emang Seger!
Kraca Emang Seger! (Source image : Google)
Nah temen-temen, itulah sedikit cerita dariku tentang Ngabuburit Bareng Lazada, semoga bermanfaat ^_^
Pramudya Ksatria Budiman Ramadhan

Setiap Habis Ramadhan


Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat – saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya

Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan

Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
Berilah hamba kesempatan

Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga, sekampung, senegara
Kaum muslimin dan muslimat se dunia
Seluruhnya kumpul di persatukan
Dalam memohon ridho-Nya.

Ketika Ramadhan ber­akhir banyak perasaan yang muncul di hati kita. Bercampur jadi satu.

Perasaan senang muncul karena setidak­nya kita merasa berhasil telah lolos dari medan ujian yang berat sebagai pemenang. Benar-benar sangat berat. Sebab, selain harus mena­han diri dari rasa lapar yang mengiris-ngiris lambung kita, selain harus menahan haus yang terasa mengeringkan kerongkongan kita, juga kita dituntut oleh Allah Swt. untuk mengen­dalikan hawa nafsu kita. Tujuannya, agar puasa kita juga dibarengi dengan tambahan pahala yang lain dari Allah Swt.

Perasaan sedih juga muncul dari kita. Kenapa sedih dengan berakhirnya Ramadhan? Karena kita kehilangan kesempatan emas untuk menanam pahala di bulan tersebut. Sedih rasanya merasakan perpisahan dengan bulan yang telah dimuliakan Allah sebagai tempat untuk ‘menimbun’ pahala. Lebih sedih lagi kalal kita sampai tak mendapat apa-apa di bulan Ramadhan ini, kecuali rasa lapar dan haus. Atau lebih rugi lagi adalah nggak dapat apa-apa. Termasuk tidak dapat pahala puasa karena memang tidak pernah berpuasa. Duh, rugi berat deh.

Rasa cemas juga kerap muncul dari kita. Khususnya bagi kita-kita yang memang telah mengisi Ramadhan tahun ini dengan segala aktivitas amal sholeh kita. Sehingga setiap habis Ramadhan, yang dirindukan adalah kembali bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Namun, ada kecemasan yang menggunung manakala menyadari dan khawatir jika usia kita tidak sampai di Ramadhan berikutnya. Harapan dan kecemasan bercampur jadi satu. Sampai kita sendiri tidak tahu, apa sebetulnya yang kita inginkan. Sebab, antara harapan dan kece­masan kelihatannya saling melengkapi. Setiap kali kita berharap, selalu saja ada kecemasan, meski sekecil apapun rasa cemas itu.

Boleh Jadi INi
raMadhan
Terakhir Kita

Perasaan-perasan tadi muncul secara wajar dalam diri kita. Alhamdulillah, moga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Tapi jika sebaliknya, yakni kita tak pernah merasa senang, sedih, apalagi cemas dengan habisnya Ramadhan ini, maka sudah sepantasnya kita mulai mengukur diri . Sudah seberapa pan­tas menjadi seorang muslim. Sungguh keras hati kita jika tak pernah ada ungkapan perasaan seperti itu. Meski cuma diungkapkan setitik saja. Ah, rasanya kita pantas untuk ‘dimurkai’ Allah. Naudzubillahi min dzalik!

Semoga Allah SWT meridhai setiap amal ibadah kita dan memberi kita kesempatan untuk bertemu Ramadhan-Nya tahun depan.. :)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفِائِزِيْنَ كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ





Denaihati

Pramudya Ksatria Budiman Ramadhan , Renungan , Selamat Idul Fitri

Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan 1433 H

Pemerintah dalam hal ini Menteri Agama melalui Sidang Isbat, Kamis malam, menetapkan bahwa awal Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Sabtu (21/7), sementara PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Jumat (20/7).

Dalam postingan saya yang berjudul Penetapan Awal Ramadhan 1433 H, muncul beragam komentar. Baik yang pro ataupun kontra bahkan ada yang sempat saya hapus karena sudah sangat provokatif yang mengarah pada perpecahan umat.

Sebagai seorang muslim marilah semua kita bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan itu. "Kita sebaiknya tidak mempertajam perbedaan yang terjadi. Jangan saling klaim bahwa pihak yang satu benar dan yang lain salah. Sebagai umat muslim harus saling menghargai."

Perbedaan ini harus dijadikan momen untuk memajukan umat dan mempererat ukhuwah, jangan malah menjadi pertengkaran antarumat muslim.

"Mari kita menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan, bulan pencerah dan bulan amal. Yang terpenting puasa kita khusuk".

Semoga saja dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H nantinya tidak lagi terjadi perbedaan.


Denaihati
Pramudya Ksatria Budiman islam , Ramadhan , Tauziyah

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 H


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan (HR. Ahmad).

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan (HR. Al-Baihaqi dan Thabrani).

Mohon dimaafkan jika ada salah atau kekurangan.... Kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa ta'ala ... Kita manusia tak luput dari khilaf dan salah.

Mari kita sambut Ramadhan dengan ceria...bersihkan hati menyambut bulan suci nan penuh Rahmat.

Insya Allah kita diberi kesempatan bertemu dengannya dan beribadah semaksimal mungkin di dalamnya... dan ....semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu wa ta'ala.

Amin ya Rabbal `alamin.

Marhaban ya Ramadhan..... Mohon maaf lahir batin.

Berikut adalah Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 H



Denaihati
Pramudya Ksatria Budiman Doa Ramadhan , Jadwal Imsak , Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan



Jika semua harta adalah Racun,...
Maka zakatlah penawarnya.
Jika seluruh umur adalah dosa
maka taqwa dan tobatlah obatnya
Jika seluruh bulan adalah noda
Maka RAMADHAN-lah pemutihnya.

Ramadhan setiap tahun , hawa sejuknya seakan selalu menyusuk ke kalbu yang khuzu.
Menggapai iman insan yang berniat mencuci dekilnya nurani dan berniat menjinakkan jiwa jalang yang terkadang meronta tiada tara.

Andailah segenap bulan adalah Ramadhan, maka akan putihlah segenap hitam yang membuat kusam cakrawala. maka akan bersihlah segenap dekil yang menempel di bumi yang renta. Dan kembali suci segenap najis yang menodai nilai fitri.

Namun....ah, sayang,.... Ramadhan hanya sebulan!, Mukmin bahagia menjemput,... sebaliknya sang munafik jengkel berpekik bersama setan-setan yang mahir mengukir semu indahnya keingkaran.

Kita tidak bisa membayangkan seandainya bulan-bulan yang mewangun tahun dan mewangun abad tidak punya Ramadhan sama sekali. Waktu akan mengalir secara datar dan hampa, tak ada filter waktu yang menyaring sarwa kelalaian manusia, tak ada balance waktu yang mengimbangi bulan-bulan datar yang penuh relativitas hidup, penuh tradisi yang berbasa-basi, penuh tipuan dan kelicikan.

Kita tidak bisa membayangkan andai mental manusia yang semakin dekil dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari abad ke abad, tak dicuci bersih oleh banyu asihnya Ramadhan mulia.

Banyu asih Ramadhan akan mencuci segenap perangkat kesyukuran insan bumi.Palu tempaan pun akan tercuci suci, yang akan menempa akhlak dan watak, yang pada akhirnya akan menjelma ketahanan jiwa dan mental serta daya juang kebenaran akan semakin kokoh tak terlunglaikan oleh kekenyangan materi.

Marhaban ya Ramadhan,... aku rindu kedatanganmu, Sang jiwa sadar merindukan surga yang sebenarnya, surga yang memelodikan kasih abadi.

Embun suci di pagi hari, hati yang bersih akan lahir kembali
Bulan ramadhan telah menanti, bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yg pernah ada
“selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT..amin”


MARHABAN YA RAMADHAN





Denaihati
Pramudya Ksatria Budiman Doa Ramadhan , islam , Ramadhan

Kumpulan SMS Menyambut Ramadhan 1433 H

Bulan Suci Ramahdan adalah bulan penuh rahmat dan penuh pengampunan dimana umat muslim di seluruh dunia diwajibkan menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, Penetapan Awal Bulan Suci Ramadhan tahun ini masih menunggu keputusan pemerintah, dan sudah menjadi kebiasaan kita kalau menyambut bulan puasa Ramadhan pastinya ajang untuk maaf-maafan ..…

Nah berikut ada beberapa pilihan Koleksi SMS yang sempat saya himpun menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah siapa tau bisa bermanfaat silahkan dipilih

Ramadhan Tinggal hitungan jam, bln yg penuh suci & keagungan, dgn segala kerendahan hati kami sekeluarga memohon maaf apabila ada kesalahan semoga puasa kami semua membawa rakmat & berkat dunia & akhirat selamat memasuki bulan puasa.

Satu tahun tidak terasa
Ramadhan telah kembali kengunjungi kita
Semoga yang dilalui dan dilakukan
Menjadikan kebaikan di bulan suci ini
Marhaban yaa Ramadhan
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya.
jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhan lah pemutihnya.

Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.
Hidup ini terasa indah jika ada maaf.
Marhaban Ya Ramadhan

Perkataan paling berbobot adlh “ALLAH”
Lagu termerdu adlh “ADZAN”
Buku terbaik adlh “AL QUR’AN”
Senam paling sehat adlh “SHALAT”
Kebersihan paling menyegarkan adlh “WUDHU”
Perjalanan terindah adlh “HAJI”
Khayalan paling mengesankan adlh ingat akan “DOSA”
Diet paling sempurna adlh “PUASA”
Selamat merengkuh berkah Ramadhan

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu
Silahkan kesah, kau bukan takdirku
Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku,
dan Allah adalah kasihku.
Maafkan segala kesalahan.

Hidup ini hanya sebentar..
bentar marah,bentar ketawa
bentar berduit,bentar boke
bentar senang,bentar susah
ooo ye…bentar lagi bulan puasa
met ramadhan.. mohon maaf lahir bathin..

seti2k tinta jadi noda,
seti2k salah jadi dosa
bulan penuh berkah segera tiba
mari tekun ibadah di bulan puasa
marhaban ya ramadan,sambutlah dengan senyuman

JiKa RaMadHaN aDalAh leNteRa kuIngIn mEmBuKa taBirNya dEnGaN maAf aGar ia mEneMbUs jEnDeLa fiTri dArI tiAp hElaI kHilAf.MohOn mAaf lAhiR bAthIn,Met mEnJalaNkaN iBaDaH pUaSa.

SEIRING TERBENAM MENTARI DI AKHIR SYA’BAN,
TIBALAH KINI BULAN RAMADHAN,
PESAN INI SEBAGAI GANTI JABAT TANGAN UNTUK
MOHONKAN MAAF DAN KEKHILAFAN.
MARHABAN YA RAMADHAN.

tiada kata yang dapat kukatakan yang paling indah bagiku,pling senANG BAGIKU.MARHABAN YA RAMADHAN. selamat menunaikan ibadah puasa.

seputih PUTAW, sebening VODKA, teriring salam seharum GANJA, dengan senyuman semaqnis ANGGUR MERAH “MOHON MAAF ATAS SEGALA DOSA! KUUCAPKAN DENGAN TULUS MET MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN”

Ramadhan mulia datang lagi,
Sebulan berpuasa sudahlah tentu,
Persiapan Raya bermulalah kini,
Tetap sederhana itulah aku.

Marhaban Ya Romadhan Unik
Bile Cande Membuat Ketawe
Hati Bhgie Wajah Cerie
Maaf Dpinte Segale Dose
Smbut Gmbire Puase Yang Mulie
Marhaban Ya Ramadhan 1433 H
M’f lhr n bthin

HALO FREN mski htku tak sebening XL,tak secerah MENTARI &bnyak khilaf kubuat,kumta SIMPATImu BEBASkan ak dg maafmu smg ibadah kt mdpt JEMPOL disisiNYA.Amin

Jika hati ini seringkali jengkel, Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri, Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam, Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki, Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI Raihlah JEMPOL dari Ilahy

Ya Allah, sayangilah sdrq ni, sehatkanlah klgnya, berkahi rezekinya, kuatkan imannya & berikan kenikmatan dalam menjalankan puasa ramadhan…

anak melayu mengail ikan,perahu berlabuh ditengah lautan,sambil menunggu dtgnya ramdhan jari ku susun mohon ampunan,selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi semua umat muslim..

Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan..

Smbut bln yg suci,
buka pint hati u/ slg mmaafkn.
Agr gnap bahgia dr mnyongsng hadirny.
Hgg qt mjd hamba” yg jauh dr ap neraka..
Marhaban yaa Ramadhan.
Maaf” y!

Ya..Allah muliakn hambamu ini, bhgkn klrgx brkt rzkx mdhkn sgl ursnx, jauhkn dr sgl penyakit, hndrkn dr fitnh&sakwasangka,
trmlh amal ibdhx&jdkn ia pnghni surgamu amin 3x. Marhaban ya marhbn ya rmdn 1433 H

Assalamualaikum..
1 thn ni mgkn ad
Lisan yg g’trjaga.
Skap yg g’brknan dhti.
So,,
Mhn maaf lhrbthin y.
Km maapin aq,aq maapin km.
Biar Rmdhan qt suci&brkh. Amin.

Ke k0ta jkrta hri slasa
Pulang pegi naek kereta
1 hr lg qt puasa
Mh0n maaf klo ada slh2 yg tk sngja ato yg sngja
Mh0n maaf lahir batin

Marhaban ya ShahrurRamadhan
AlhmduliLLh msh bs brtmu lg dg bln Rmadhan.
Met puasa y, maaf lahR btHn.
Mr brloMbA” get barakah ALLAH dbuln suci

Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U Fuullllll

Selembut embun dipagi hari, tengadah tangan sepuluh jari,
ucapkan salam setulus hati, selamat menyambut bulan yang suci.

Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

tiada kata yang dapat terucap
hati merasa malu
dalam kalbu q bisa menjerit tuhan,
batin menangis,
betapun dosa itu
q yakin KAU maha pengampun
saat aku sedih
hanya padamulah aku cerita
saat aku marasa sendiri
aku yakin kaupun bersamaku
tuhan
aku rela saat ini jika harus menghadapmu
jika ITU LEBIH BAIK
ridhoMUlah yang senantiasa q harap
maafq tuhan
maafq wahai smua hamba allah yang ada dialam fana ini

CINTA datang tanpa di duga,
KASIH SAYANG datangnya tanpa terasa,
HATI berkata tanpa dusta,
“datangnya bulan RAMADHAN adalah RAHMAT, marilah kita menyambut BULAN ini dengan CINTA dan KASIH SAYANG….”

Puasa mengambil jarak dengan dunia
agar manusia tidak jadi budaknya
karena dunia adalah permainan
bermegah-megah dengan bangunan
berbangga-bangga dengan kekayaan
semua itu dapat melalaikan.
Padahal manusia hanyalah pengembara
saat mati hartanya tak akan dibawa
hanya amal-saleh yang ikut serta
Yang ada disisi manusia akan sirna
Yang ada di sisi Allah abadi selamanya.

KeMbAn9 meLaTi sun9guhLah iNdAh,, DiTeN9aH haLaMaN jadi hiaSan,,haRum RamadHan TerCium Sudah,, SaLaH dAn KhiLaf moHon DimaaFkan

SnYuman ManiS TeRLihat bAh9ia,, uTk mNyAmBuT bLan RaMaDhAn,, Q mNuSiA y9 Tak LuPuT dR DoSa,, MhOn mAaF yAa… dR s9aLa KhiLaF n sLaH y9 Q PnYa,, ” MiNaL aiDiN waL fA idZin ” MhOn MaAf LaHiR n BaThiN

Ramadhan mulia datang lagi,
Sebulan berpuasa sudahlah tentu,
Persiapan Raya bermulalah kini,
Tetap sederhana itulah aku.

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.

Tiada kata seindah ZIKIR, tiada bulan seindah bulan RAMADHAN, izinkan kedua tangan bersimpuh, maaf untuk lisan yg tak terjaga, janji yg terabaikan, hati yg berprasangka & sikap yg pernah menyakitkan.Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa
semata untuk kebahagian aku
Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa
mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua.
Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu
Mohon maaf lahir dan batin.

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup,
Sebelum Ramadhan datang, saya mohon maaf lahir dan bathin

Semoga bermanfaat.Kalau sahabat memiliki koleksi yang lain,silahkan di share dikotak komentar

Denaihati

Zakat Fitrah

tabel zakat

Tanpa terasa waktu berputar begitu cepat, dan bulan penuh berkah ini akan meninggalkan segenap umat Muslim sebelum berjumpa kembali satu tahun mendatang. Ada satu kewajiban lagi yang harus ditunaikan umat Muslim, yakni berzakat fitrah.



Inilah salah satu keharusan di Ramadhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jadi, bisa dikatakan zakat fitrah merupakan rangkaian kesempurnaan ibadah seorang Muslim ketika mengarungi puasa Ramadhan ini.



Yang berkewajiban membayar

Pada prinsipnya, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

  1. Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  2. Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari.
  3. Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan dan tetap dalam Islamnya.
  4. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadhan.
Besar Zakat

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.5 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).



Waktu Pengeluaran
Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Shalat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.



Penerima Zakat

Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.



Berikut adalah 8 golongan penerima zakat fitrah :



Fakir, "Fakir dalam persoalan zakat ialah orang yang tidak mempunyai barang yang berharga dan tidak mempunyai kekayaan dan usaha sehingga dia sangat perlu ditolong keperluannya".

Miskin, Sekali lagi bahwa zakat itu hutang kepada Allah : "Miskin dalam persoalan zakat ialah orang yang mempunyai barang yang berharga atau pekerjaan yang dapat menutup sebagian hajatnya akan tetapi tidak mencukupinya, seperti orang memerlukan sepuluh dirham tapi hanya memiliki tujuh dirham saja. Jadi dengan kaidah di atas, bahwa fakir itu lebih parah dari miskin.

Amil, "Amil ialah orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan zakat, menyimpannya, membaginya kepada yang berhak dan mengerjakan pembukuannya"

Mualaf, Mualaf ada 4 macam :

  • Pertama : Mualaf muslim ialah orang yang sudah masuk Islam tapi niatnya atau imannya masih lemah,maka diperkuat dengan diberi Zakat.
  • Kedua : Orang telah masuk Islam dan niatnya cukup kuat, dan ia terkemuka di kalangan kaumnya. Ia diberi zakat dengan harapan kawan kawannya akan tertarik masuk Islam.
  • Ketiga : Mualaf yang dapat membendung kejahatan orang kafir yang di sampingnya.
  • Keempat : Mualaf yang dapat membendung kejahatan orang yang membangkang membayar zakat.



Bagian ketiga dan keempat kita beri zakat sekiranya mereka kita perlukan, misalnya karena mereka kita beri zakat, maka kita tidak usah menyediakan angkatan bersenjata guna menghadapi kaum kafir atau pembangkang zakat yang biayanya pun akan lebih besar. Adapun polongan pertama dan kedua maka kita beri zakat tanpa syarat".



Riqab, Yang artinya mukatab ialah budak belian yang diberi kebebasan usaha mengumpulkan kekayaan agar ia dapat menebus dirinya untuk merdeka. Dalam hal ini ada syarat, bahwa yang menguasai atau memilikinya sebagai budak belian itu bukan si muzakki sendiri sebab jika demikian maka uang zakat itu akan kembali kepadanya saja. Demikian Al Bajuri jilid 1 halaman 294 : "Adapun mukatab oleh atau bagi muzakki tidak boleh diberi zakatnya, karena faidah pemberian zakat itu akan kembali kepadanya".

Gharim, Gharim ada tiga macam :

  • Pertama : orang yang meminjam guna menghindarkan fitnah atau mendamaikan pertikian/permusuhan.
  • Kedua : orang yang meminjam guna keperluan diri sendiri atau keluarganya untuk hajat yang mubah.
  • Ketiga : orang yang meminjam karena tanggungan, misalnya para pengurus masjid, madrasah atau pesantren menanggung pinjaman guna keperluan masjid, madrasah atau pesantren itu"



Sabilillah., "Sabilillah ialah jalan yang dapat menyampaikan sesuatu karena ridla Allah baik berupa ilmu maupun amal. Jumhur Ulama mengartikan sabilillah di sini adalah perang. Bagian sabilillah (dari zakat) itu diberikan kepada para angkatan bersenjata yang lillahi-ta'ala artinya tidak mendapat gaji dari pemerintah." Pada zaman ini yang paling pentig bagian sabilillah itu ialah guna membiayai para propagandis Islam dan mengirim mereka ke negara-negara non Islam guna penyiaran agama Islam oleh lembaga lembaga Islam yang cukup teratur dan terorganisasi. Termasuk sabilillah ialah nafkah para guru-guru sekolah yang mengajarkan ilmu syariat dan ilmu-ilmu lainnya yang diperlukan oleh masyarakat umum" Soal sabilillah ini sebaiknya kita mengambil faham yang luas, sebab jika mengambil faham yang sempit sekarang ini di Indonesia tidak ada sabilillah.

Ibnussabil, "Adapun ibnusabil ialah orang yang mengadakan perjalanan dari negara di mana dikeluarkan zakat, atau melewati negara itu. Dia dia diberi zakat jika memang menghajatkan dan tidak bepergian untuk ma'siat".

Bagian ini tidak setiap waktu ada, akan tetapi baiklah untuk itu disediakan sekedarya.









Denaihati
Pramudya Ksatria Budiman Info , Pencerahan , Ramadhan , Zakat Fitrah

Penetapan Awal Ramadhan 1432 H


Awal Ramadhan 1432 H - Seperti tahun sebelumnya Nahdlatul Ulama (NU) akan menetapkan awal Ramadhan 1432 H dengan metode `rukyatul hilal`, yaitu melihat bulan dengan kasat mata pada akhir Sa`ban.

"Dalam menetapkan awal Ramadhan, NU menggunakan metode rukyat," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj beberapa waktu yang lalu.

Menurut Said, metode ini mengacu pada hadist yang mengatakan berpuasalah kamu setelah melihat bulan.

Sementara itu Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1432 H jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011. Sedangkan Lebaran jatuh pada Selasa, 30 Agustus. "Jadi, puasanya hanya 29 hari," kata Yunahar Ilyas, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, di kantornya di Yogyakarta, Kamis, 14 Juli 2011.

Penentuan awal Ramadan berdasarkan ijtimak pada Minggu, 31 Juli 2011 pukul 01.41 WIB. Tinggi hilal (bulan sabit) pada saat matahari terbenam di Yogyakarta berada pada posisi -07.48 derajat bujur timur dan 100.21 derajat lintang selatan, sehingga hilal sudah terwujud saat matahari terbenam.

Sementara itu, 1 Syawal sebagai hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 30 Agustus berdasarkan ijtimak pada hari Senin, 29 Agustus, pukul 10.05.16 WIB.

Selain itu, juga ditentukan tanggal 1 Zulhijah, yaitu jatuh pada Jumat, 28 Oktober 2011. Hari Arafah atau 9 Zulhijah jatuh pada Sabtu, 5 November 2011. "Idul Adha jatuh pada hari Ahad, 6 November," kata Yunahar.

Ia mengimbau kepada para tokoh masyarakat, politikus, pejabat, pengusaha, dan semua elemen untuk menegakkan nilai-nilai suci agama dan nilai kebangsaan untuk kemajuan. Juga diminta untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan pada bulan suci ini.

Yunahar menambahkan, para pengelola industri hiburan harus mengedepankan nilai-nilai moral. Tidak menjual komoditas pornografi dan pornoaksi.

Menurut Oman Fathurrahman, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah, selama 50 tahun ke depan akan ada 11 perbedaan awal Ramadan/Syawal antara hitungan Muhammadiyah dan pemerintah. Majelis Tarjih sudah menghitung (hisab) untuk 50 tahun ke depan, yaitu tahun 2011 hingga 2060. "Akan ada perbedaan penghitungan sebanyak 11 kali hingga 2060," kata dia.

Metode rukyat dengan hisab berbeda cara dalam menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriyah.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan. Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati bulan dengan kasat mata atau menggunakan alat setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).


Embun suci di pagi hari, hati yang bersih akan lahir kembali
Bulan ramadhan telah menanti, bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yg pernah ada
“Mari persiapkan diri untuk menyambut Ramadhan yang suci, semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT..Amin”



Photobucket

Kebenaran Vs Kemarahan


Teks religius yang bertebaran di bulan suci Ramadan, bukan hanya merupakan penyegaran teks iman yang merujuk Alquran dan hadist Nabi, di mana kedua ensiklopedia itu menjadi world view kebenaran umat muslim yang tak dapat dirasionalkan dengan teks logika manusia.

Maka implementasi teks religius Ramadhan akan mempunyai arti dan manfaat jika perilaku dan sikap kita konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi satunya kata dengan perbuatan, tak hanya merupakan konsistensi teks religius dalam menjalankan ibadah , tapi juga termasuk pengabdian dalam menjalankan amanah rakyat.

Salah satu cara untuk mengimplementasikan teks religius Ramadan adalah dengan berupaya untuk tidak mencampur kebenaran dengan kemarahan. Betapapun kebenaran hendak ditegakkan, janganlah ia ditegakkan dengan mengumbar kemarahan, bertindak anarkis dan merusak.

Menegakkan kebenaran, memperjuangkan tegaknya hukum, apalagi itu hukum-hukum Allah secara langsung adalah tugas amat mulia dan amat tinggi nilainya. Tapi tidaklah boleh, mentang-mentang ingin menegakkan kebenaran, lalu itu dianggap sebagai legitimasi untuk melakukan pengrusakan.

Itu sebabnya, dalam perang sekalipun, Tuhan melarang menebang pohon, melarang menyakiti perempuan, orang tua, dan anak-anak.

Menegakkan kebenaran memang adalah tugas mulia. Tapi menggunakan kemarahan, tidak ada lain yang menjadi panglimanya kecuali iblis yang telah merasuk ke dalam hati.

Ketika seseorang merasa dirinya ingin menegakkan kebenaran, hukum, moral, keadilan atau kebaikan apapun, namun ketika ia melakukannya dengan umbaran kemarahan dan merusak, maka ia patut bertanya jujur pada dirinya sendiri, bertanya sedalam-dalamnya kepada nuraninya, apakah memang sungguh mau menegakkan kebenaran itu, atau sebenarnya ia sedang marah, sedang tidak suka kepada orang yang dimarahinya, atau dongkol karena ada keinginannya tidak terpenuhi.

Suatu ketika, dalam perang, sahabat Nabi, sosok yang sangat ditakuti kaum musyrikin, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, duel melawan seorang pentolan pasukan musuh. Tapi ketika Ali hendak menghunjamkan pedang ke dada musuhnya, tiba-tiba musuh itu meludahi wajah Ali karramallahu wajhah.

Seketika Ali mengurungkan niatnya menghunjamkan pedang ke dada musuh. Alasannya, dia khawatir tidak bisa membedakan motifnya membunuh musuh, apakah karena menjalankan perjuangan suci jihad fi sabilillah, atau karena marah sebab wajahnya diludahi.

Di belakang kebenaran ada Tuhan yang menjadi sumber kebenaran. Di balik kemarahan dengan dalih mau menegakkan kebenaran, ada iblis bertahta dalam hati, memerintah sebagai panglima.


Pramudya Ksatria Budiman Idul Fitri , Ramadhan , Renungan , Tauziyah

Manusia Atau Keledai


Keledai itu hewan mirip kuda. Tapi badannya lebih kecil. Dalam Alquran keledai beberapa kali disebut sebagai sebuah alegori.

Ketika Luqmanul Hakim memberi nasihat pada putranya, maka salah-satu isi nasihatnya, "Sederhanakanlah dirimu ketika berjalan dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Dalam Alquran, keledai disebut himar. Suaranya disebut sebagai seburuk-buruk suara. Bagaimanakah sebenarnya suara keledai? Walaupun bentuk badannya mirik kuda, suaranya tidak mirip kuda. Kuda meringkik sedangkan keledai tidak. Suara keledai, memang jelek didengar, melengking tajam. Ada yang menyebutnya seperti "merobek langit". Pokoknya, orang tidak suka mendengar suara keledai.

Untung saja keledai tidak sering bersuara, bahkan amat jarang memperdengarkan suaranya. Konon, ketika semua makhluk diciptakan, pertama kali yang dia keluarkan suaranya. Yang tidak mengeluarkan suara hanya keledai. Keledai baru bersuara ketika ia lapar. Dari sini ada I'tibar, jangan baru mau bersuara kalau menyangkut urusan perut. Itu namanya manusia keledai.

Ada yang mengatakan bahwa keledai adalah binatang paling dungu. Ternyata itu tidak benar. Keledai justru amat cerdas dan memorinya kuat.

Keledai dengan segera dapat menghapal satu rute perjalanan panjang dalam sekali menempuhnya. Dia akan segera hapal, mana lubang, mana batu dan mana bagian jalan yang jelek. Itu sebabnya, tuannya tidak perlu repot mengendalikannya. Keledai bahkan bisa dilepas sambil berjalan sendiri mengikuti rute yang sudah pernah dilaluinya dengan aman.

Zaman dulu, terutama di Timur Tengah, keledai merupakan andalan pengangkut beban. Bahkan para ulama menjadikannya sebagai pembawa kitab.

Tentang keledai bawa kitab ini, Tuhan mempunyai perumpamaan untuk pemuka-pemuka Yahudi dahulu. Mereka diumpamakan sebagai keledai yang membawa-bawa kitab, karena mereka hanya menenteng kitab Taurat di tangannya tapi tidak mengamalkan isinya.

Tentu saja perumpamaan itu tidak hanya ditujukan Tuhan kepada pemuka Yahudi pemegang Taurat. Ia juga berlaku pada siapa saja yang hanya pamer menenteng kitab suci namun tidak mau tahu isinya dan tentu saja tidak mengamalkannya.

Bulan Ramadan yang sudah kita lalui adalah momentum untuk kita semakin memanusiakan diri dengan sifat-sifat kemanusiaan sejati. Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran. Di dalam Alquran ada alegori-alegori tentang hewan, seperti tentang keledai itu. Tujuannya agar manusia tetap sadar mau menjaga kemanusiaannya. Jangan sampai manusia lebih cenderung menghewan karena sifat-sifat buruknya.

Jangan sampai manusia jadi manusia keledai, yang baru bersuara kalau menyangkut urusan perut. Betapa bahayanya manusia bila nafsu menyeretnya hingga berperilaku bagai hewan. Daya rusaknya terhadap kehidupan sangat besar dan berlangsung lama. Betapa tidak, karena manusia punya kecerdikan berpikir. Ketika kecerdikannya terpadu dengan nafsu buruknya, maka lahirlah manusia licik yang amat bahaya. Semoga saja kita tidak termasuk di dalamnya, Amin.


Implementasi Nilai Ibadah Puasa


Berkat udara Ramadhan yang penuh mulia, al-buruj pun kembali artistik dihiasi renik-renik lintang di langit Allah, terbingkai samawat yang tak bersisi, terpigura nebula yang bercahaya.

Alangkah indah dipandang andai pohon kebenaran yang tumbuhnya subur dan rindang tampak daunnya hijau segar dengan bunga yang harum semerbak, dengan buahnya yang ranum lezat mengibaratkan kelezatan buah amal manusia yang menyuguhkan kenikmatan disekitarnya dalam tumbuhnya kehidupan.

Mulai hari ini, kita semua umat Islam di seluruh dunia, memasuki masa penting dalam kehidupan beriman, yakni menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Puasa yang bukan hanya sekadar menahan diri dari makan-minum atau tidak melakukan hubungan suami-istri pada waktu tertentu. Namun, puasa dalam arti yang lebih luas lagi, yakni menahan diri dari segala sesuatu yang menjadi larangan Allah SWT.

Begitu pula, puasa merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat dalam mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa, seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya.

Selain itu, puasa Ramadhan merupakan bulan renungan dan introspeksi diri. Umat melatih nalurinya yang cenderung tak terkontrol. Lewat ibadah puasa, diharapkan terbentuk pribadi-pribadi bertakwa. Individu yang mampu menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas dan perilakunya.

Ibadah puasa termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang paling besar. Pahalanya tidak terikat atau dibatasi dengan pelipatgandaan tertentu. Pahalanya tanpa hitungan. Keutamaan yang lain adalah datangnya pengampunan dosa-dosa dan penghapusan kesalahan-kesalahan.

Pada hakikatnya, melakukan puasa Ramadhan adalah semata-mata karena beriman kepada Allah SWT dan berharap pahala dari-Nya. Puasa Ramadan dapat mengangkat derajat pelakunya menjadi unsur rahmat, kedamaian, ketenangan, kesucian jiwa, akhlak mulia dan perilaku yang indah di tengah-tengah masyarakat.

Nilai-nilai dan hikmah-hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa pun tak sedikit, seperti nilai sosial, perdamaian, kemanusiaan, semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan persahabatan. Sedangkan manfaat lahiriah berpuasa adalah pemulihan kesehatan, peningkatan kasih sayang, pengelolaan hawa nafsu, dan penyempurnaan nilai-nilai kepribadian yang lain.

Nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa, seyogianya, tak hanya dipahami sebagai wacana. Namun, dituntut pula implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan, baik selaku individu, maupun sebagai bangsa. Dalam kaitan dengan situasi bangsa Indonesia saat ini, nilai-nilai dan hikmah tersebut penting sekali untuk diwujud-nyatakan.

Paling tidak, mendapat tempat utama dalam menyiapkan kebijakan pembangunan secara nasional, baik di tingkat daerah, maupun dtingkat pusat. Apalagi bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan yang serba kompleks. Angka kemiskinan belum juga berkurang, pengangguran terus bertambah.

Rakyat harus berjuang menghadapi berbagai tekanan hidup yang berat. Dalam perspektif tersebut, nilai-nilai dan hikmah puasa akan bermakna sangat dalam, jika kebijakan pembangunan mengarah kepada upaya konkret membebaskan rakyat dari kemiskinan dan derita.

Ramadhan setiap tahun !, hawa sejuknya seakan selalu menyusuk ke kalbu yang khuzu.
Menggapai iman insan yang berniat mencuci dekilnya nurani dan berniat menjinakkan jiwa jalang yang terkadang meronta tiada tara.

Andailah segenap bulan adalah Ramadhan, maka akan putihlah segenap hitam yang membuat kusam cakrawala. maka akan bersihlah segenap dekil yang menempel di bumi yang renta. Dan kembali suci segenap najis yang menodai nilai fitri.

Namun....ah, sayang,.... Ramadhan hanya sebulan!, Mukmin bahagia menjemput,... sebaliknya sang munafik jengkel berpekik bersama setan-setan yang mahir mengukir semu indahnya keingkaran.

Kiranya Ramadhan tahun ini, benar-benar melahirkan kedamaian, kesejahteraan, dan umat yang bertakwa. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan...


Pramudya Ksatria Budiman Makna Ramadhan , Opini , Puasa , Ramadhan

Penetapan Awal Ramadhan 1431 H


Nahdlatul Ulama (NU) akan menetapkan awal Ramadhan 1431 H dengan metode `rukyatul hilal`, yaitu melihat bulan dengan kasat mata pada akhir Sa`ban.

"Dalam menetapkan awal Ramadhan, NU menggunakan metode rukyat," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj di Padang, Rabu.

Menurut Said, metode ini mengacu pada hadist yang mengatakan berpuasalah kamu setelah melihat bulan.

Namun, saat ini NU belum bisa memutuskan kapan awal Ramadhan, karena harus menunggu hasil rukyat yang akan dilakukan di beberapa wilayah Indonesia.

Menurut dia, jika mengunakan metode hisab (perhitungan matematis) di antara warga NU ada yang sangat menguasai ilmunya, namun NU tetap akan mengacu kepada hasil rukyat.

Ketika ditanyakan apakah akan bersamaan dengan hasil perhitungan yang dilakukan Muhammadiyah, Said menanggapi, tentu keputusan pastinya akan menunggu hasil rukyat.

Sementara itu, Muhammadiyah sudah mengeluarkan awal Ramadhan jatuh pada 11 Agustus 2010.

Dihubungi terpisah, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid mengatakan, "Bulan Syakban hanya berlangsung 29 hari jadi ijtimak akhir Syakban pada 10 Agustus dan 11 Agustus sudah puasa."

Dari hitungan Muhammadiyah, posisi hilal pada 10 Agustus 2010 bahkan akan terlihat pada 2 derajat sehingga bisa dipastikan pada 10 Agustus malam atau sehabis sholat Isyak, Umat Muhammadiyah akan mulai melakukan sholat tarawih.

Selain NU dan Muhammadiyah, kepastian 11 Agustus puasa juga merupakan hasil kesepakatan dalam rapat anggota Badan Hisab dan Rukyat Jawa Timur yang dilakukan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur pada 9 Juli 2010 lalu. Saat itu, baik NU, Muhammadiyah, MUI, perwakilan pesantren dan perwakilan kantor Kementerian Agama menyepakati 11 Agustus sebagai awal Ramadhan.

Metode rukyat dengan hisab berbeda cara dalam menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriyah.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan.

Rukyat adalah aktivitas mengamati bulan dengan kasat mata atau menggunakan alat setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).

Embun suci di pagi hari, hati yang bersih akan lahir kembali
Bulan ramadhan telah menanti, bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yg pernah ada
“selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT..amin”



Menyingkap Makna Ramadhan

Photobucket


RAMADHAN adalah sebuah bulan yang sangat erat dengan telinga setiap muslim, bahkan semenjak kecil ki ta telah dikenalkan dengan Ramadhan, kita semua mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan puasa, namun sangat jarang diantara kita yang mengerti apa arti Ramadhan dan makna yangterkandung dari kata "Ramadhan"itu sendiri.

Ramadhan secara leksikal berarti : membakar, amat panas. Penyebutan bulan Ramadhan -bulan ke-9 pada kalender Hijriah- sesuai dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut."

Kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan Ramadhan tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah Ramadhan dan bukan menyembah Tuhannya. Ramadhan, kalau memang kita menyembah Tuhannya Ramadhan maka tidak sepatutnyalah kita bermalas-malasan beribadah di luar bulan Ramadhan tersebut.

Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)

Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa'i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan itu sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti.

Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

Seolah Ramadhan membisikkan makna "Rahmat dan Magfirah Allah swt yang pasti berbuah jaminan untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka hanya bisa diraih dengan cara mengikuti cahaya bimbingan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : Barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah SWT tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. Alquran : an Nur 40.

Dan cahaya tersebut adalah Alquran yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini.

"Allah SWT berfirman dalam Alquran : artinya "Wahai orang-orang yang beriman telah datang kepada kalian petunjuk dan kami turunkan kepada kalian cahaya (Alquran) yang memberikan penjelasan. Alquran : an Nisa 174"

Kaitan ini sangatlah jelas di paparkan oleh Rasulullah SAW. dalam sebuah haditsnya, Beliau bersabda : artinya " Alquran dan puasa memberikan syafaat kepada hamba yang berpuasa pada hari kiamat, puasa berkata, wahai Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Alquran berkata, wahai Tuhan aku mengakibatkanya tidak tidur waktu malam maka jadikanlah aku syafaat baginya maka keduanya menjadi syafaat.Riwayat Ahmad, Tibrani, Hakim berkata Shohih dalam kategori imam Muslim.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan mencintai Alquran yang merupakan mukjizat terbesar sepanjang zaman, di kagumi para ilmuwan, disambut gembira para cendikiawan,, orientalis murni tunduk penuh kekaguman, diterima setiap lapisan dan membacanya tak akan bosan, membaca, mempelajari, menelaah, dan mengaflikasikannya adalah sebuah amal kebajikan.

Dengan kecintaan ini kita harapkan bisa meraih nilai plus dari bulan Ramadhan ini yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, artinya "barang siapa berpuasa Ramadhan disertai keimanan dan dan "ihtisaban (karena Allah dan hanya mengharap pahala dari-Nya) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. al hadits riwayat Bukhori, Muslim, Tirmizie dan Nasa'i.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, Beliau bersabda, artinya : barang siapa "qiyam" melaksanakan Ibadah, sholat dll) dalam bulan Ramadhan disertai keimanan dan "ihtisaban (karena Allah SWT dan hanya mengharap pahala dari-Nya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Hadits diriwayat Bukhori dan Muslim.

Shiyam dan Qiyam menghantarkan kita menggapai nilai plus tersebut hingga kita bisa keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan predikat diampuni.

Ramadhan yang penuh berkah ini bukanlah sebuah pemberian gratis dari Allah SWT, justru sebaliknya adalah sebuah hutang yang kita pinjam dengan jaminan yang sangat mahal, yaitu berkurangnya umur sebanyak satu tahun.

Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.