Bukan Pakar SEO Ganteng

Showing posts with label Persija Jakarta 2013. Show all posts
Showing posts with label Persija Jakarta 2013. Show all posts

Persija Gagal Raih Kemenangan


Persija Gagal Raih Kemenangan - Persija Jakarta harus menjalani laga kandang mereka di Stadion Manahan, Solo karena rumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang menjalani perbaikan. Kedua tim tampil saling menekan untuk memperoleh poin penuh, namun di akhir pertandingan kedua tim harus puas berbagi angka.

Persija mencetak dua gol lebih dahulu lewat Pedro Javier di menit ke-53 dan Park Kyeong-min di menit ke-54. Gresik United mampu menyamakan kedudukan lewat gol Park Chul Hyung di menit ke-68 dan Aldo Baretto di menit ke-75. 

Persija Jakarta langsung memperoleh peluang di menit ketiga lewat Pedro Javier. Tendangan jarak dekat Pedro masih bisa diamankan oleh penjaga gawang Gresik United, Sandi Firmansyah.

Di menit ketujuh, Ismed Sofyan memperoleh peluang dari tendangan bebas, namun tendangannya masih bisa diamankan oleh kiper Gresik United, Sandi Firmansyah.

Gresik balik menekan di menit ke-21 lewat Aldo Baretto. Sundulan yang dilepaskan oleh Aldo Baretto masih bisa diselamatkan oleh kiper Persija Adixi Lenzivio. Gresik kembali memperoleh peluang di menit ke-23 lewat April Hadi, namun tendangan April Hadi dari luar kotak pinalti masih bisa diselamatkan oleh Adixi.

Persija kembali memiliki peluang lewat Rahmat Affandi di menit ke-26. Tendangan keras Rahmat Affandi masih melebar di sisi kanan gawang Gresik United. 

Di menit ke-33 Gresik United memiliki peluang lewat Agus Indra, namun sepakannya masih melambung. Hingga babak pertama usai skor masih sama kuat 0-0.

Di babak kedua, Persija mampu mecetak gol di menit ke-53 lewat Pedro Javier. Memanfaatkan bola rebound dari tendangan Robertino Pugliara, Pedro Javier berhasil mencetak gol pertama bagi Persija.

Semenit berselang, Park Kyeong-min berhasil menggandakan keunggulan Persija Jakarta. Gol Park memanfaatkan umpan silang dari Rahmat Affandi, dengan satu sepakan keras, Park mampu menaklukkan penjaga gawang Gresik United Sandi Firmansyah, 2-0 untuk Persija.

Tertinggal dua gol, kubu Gresik United gencar melakukan serangan. Di menit ke-67, tendangan bebas dari Shohei Matsunaga masih membentur pagar betis dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Gresik United sukses memperkecil kedudukan di menit ke-68. Park Chul Hyung berhasil mencetak gol melalui sundulan, memanfaatkan sepak pojok Siswanto, skor 2-1.

Fabiano Beltrame memiliki peluang untuk menjauhkan skor Persija di menit ke-70. Fabiano mengancam lewat tendangan bebas, namun masih bisa digagalkan Sandi.

Gresik United berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-75. Gol Gresik United dicetak oleh Aldo Baretto. Aldo mencetak gol melalui sundulannya memanfaatkan umpan silang dari Matsunaga. Adixi Lenzivio tak berdaya dan skor kembali sama kuat, 2-2.

Skor sama kuat membuat kedua tim tampil lebih menyerang untuk mencetak gol.

Di menit ke-80 Rahmat Affandi kembali memiliki peluang untuk membuat Persija kembali unggul, sayang tendangannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Gresik United. Di menit ke-85 Persija kembali memiliki peluang melalui Johan Juansyah, namun tendangannya dari luar kotak pinalti masih melebar di sisi gawang Gresik United.

Hingga wasit meniup peluit tanda laga berakhir, skor 2-2 masih bertahan. Kedua tim harus puas berbagi angka.

Susunan Pemain :
Persija Jakarta
Starting XI : Adixi Lenzivio, Amarzukih, Ngurah Nanak, Fabiano Beltrame, Ismed Sofyan, Anindito Wahyu (59' Johan Juansyah), Syahroni, Feri Komul (22' Park Kyeong-Min), Robertino Pugliara (79' Defri Riski), Pedro Javier, Rahmat Affandi.

Gresik United 
Starting XI : Sandi Firmansyah, April Hadi, Sasa Zecevic, Park Chul Young, Kabib Syukron, Dirga Lasut, Ahmad Sembiring, Siswanto, Agus Indra, Shohei Matsunaga, Aldo Baretto.


Sumber: Bolanews

Persija jamu Gresik United di Solo


Persija jamu Gresik United di Solo - Tim Persija Jakarta yang menjadi tuan rumah akan menjamu Gresik United dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013 di Stadion Manahan Solo, Selasa (12/2).

Pertandingan Persija melawan Gresik United dipindahkan ke Solo, karena Stadion Gelora Bung Karno Senayan sedang digunakan, kata Wakil ketua panitia penyelenggara Tim Persija Jakarta Bobby Kusumahadi, di Solo, Minggu.

“Kami sudah kordinasikan dengan Panpel lokal Persis, soal pertandingan Persija melawan Gresik di Solo,” kata Bobby Kusumahadi.

Menurut dia, dipindahnya pertandingan Persija ke luar Jakarta, karena Stadion Bung Karno yang menjadi kandangnya sedang digunakan kegiatan perawatan sehingga tidak boleh ada kegiatan.

Ia menjelaskan, dipilihnya Stadion Manahan sebagai pertandingan kandang Persija, karena para pemain tim yang dijuluki “Macan Kemayoran” itu sudah biasa bermain di Solo.

“Pemain Persija sudah biasa main di Solo seperti kandangnya sendiri,” katanya lalu menambahkan bahwa Suporter Persija dengan Pasoepati Solo dan Gresik United bersahabat, sehingga dukungan penonton akan positif. Bahkan ijin pihak aparat keamanan pun tidak ada masalah.

“Persija bersama pelatih Iwan Setiawan ke Solo dengan membawa 19 pemain di antaranya, Ismed Sofyan, Galih Sudaryono, Adixi, Lenzivio Fabiano, Syarizal, Amarzukih, dan Ngurah Nanak,” katanya.

Tim Persija yang menjadi tuan rumah, pada Minggu ini, sudah hadir di Solo, sedangkan lawannya Gresik United tiba malam harinya.

“Kedua tim akan melakukan uji coba lapangan di Stadion Manahan pada Senin (11/2) pagi, sedangkan Selasa (12/2) lapangan sudah disterilkan,” kata Ketua Panpel Lokal Mahendra Wiseno.

Panpel pada pertandingan tersebut akan mencetak sebanyak 9.000 lembar tiket masuk yang terbagi menjadi kelas VIP sebanyak 400 lembar, kelas I 1.000 lembar, dan kelas II 7.600 lembar.

“Tiket masuk stadion VIP dijual seharga Rp50 ribu per lembarnya, kelas I Rp35 per lembar, dan kelas II Rp20 ribu per lembar,” katanya.


Sumber: Bolaindo
Pramudya Ksatria Budiman news , Persija Jakarta 2013

Sriwijaya FC Tekuk Persija 4-1


Orencakra - Sriwijaya Football Club mengalahkan tamunya Persija Jakarta pada pertandingan Liga Super Indonesia 2013 dengan skor 4-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (2/2) malam.

Kemenangan perdana pada musim kompetisi 2013 itu, berkat penampilan gemilang penyerang Boakay Eddy Foday yang mencetak tiga gol pada menit 44, 63, dan 80, sedangkan satu gol berikutnya dilesakkan Hilton Moreira pada menit 46.

Seperti dilansir Antara, gol tunggal lawan melalui Rahmat Affandi pada menit 40. Kedua tim membuka permainan dengan menyuguhkan tempo cepat.

Pertandingan baru berselang empat menit, wasit Handry Cristanto memberikan kartu kuning kepada pemain Sriwijaya FC Taufik Kasrun yang menjegal keras Park Ming.

"Laskar Wong Kito" berupaya mengendalikan permainan dengan mengepung lini pertahanan Persija. Kondisi itu memaksa tim tamu cenderung bertahan dengan menumpuk pemain pada lini belakang.

Sepuluh menit berselang, gelandang Sriwijaya FC Ramdani Lestaluhu berinisiatif menyusur ke tengah lapangan untuk menembus areal kotak penalti. Namun, bola hasil tendangan kerasnya mampu dihalau penjaga gawang Galih Sudaryono.

Semangat pemain muda itu, juga diikuti Eddy Foday Boakay yang melesakkan bola satu menit kemudian. Akan tetapi, tembakan langsungnya itu masih terbaca penjaga gawang.

Penerapan pola "satu dua" sempat disuguhkan tiga pemain andalan Sriwijaya FC pada menit 13, ketika bola umpan dari Foday langsung disambut Tantan dan dikirimkan ke Ramdani, namun peluang emas di kotak penalti itu kembali tersia-sia karena reaksi cepat Galih.

Tak mau ketinggalan, pemain Persija Ismed Sofyan juga berupaya menembus pertahanan Sriwijaya FC dari sisi sayap pada menit 26. Namun, pergerakan cepat pemain senior itu mampu ditutup pemain belakang tuan rumah.

Pada menit 30, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menarik Taufik Kasrun yang mengalami cedera dan memasukkan Dodok Anang.

Fokus menyerang, membuat barisan pertahanan tuan rumah lengah pada menit 40. Melalui skema serangan balik, Rahmat Affandi menjebol gawang Sriwijaya FC setelah memaksimalkan umpan Fabiano.

Aksi individunya dalam mengelabui Dodok Anang membawa Persija unggul lebih dahulu dari tuan rumah. Skor pun berubah 1-0 untuk "Macan Kemayoran", julukan Persija.

Pada menit 44, puluhan ribu penonton pendukung Sriwijaya FC yang memadati stadion langsung bersorak setelah Hillton Moreira menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tanpa diduga tendangan mendatar pemain berasal dari Brazil itu membuat bola melintir di atas tanah dan bergulir masuk gawang meski sempat tertepis Galih.

Kedudukan imbang 1-1 itu bertahan hingga turun minum. Pertandingan baru berselang satu menit, Foday berhasil membawa "Laskar Wong Kito" unggul setelah mengoptimalkan umpan silang dari Sultan Samma.

Sundulan mantan pemain Persiwa itu tak mampu dibaca Galih. Kedudukan berubah 2-1 untuk Sriwijaya FC.
Mampu membalik keadaan membuat membuat skuat tim berasal dari Sumsel itu semakin tampil percaya diri.
Pada menit 63, kembali Foday mencetak gol dengan menerapkan pola "satu dua". Bermula dari umpan Tantan ke Foday yang kemudian mengirimkan ke Ramdani.

Bermaksud mengelabui, Ramdani memberikan kembali ke Foday yang langsung berinisiatif mengeksekusi bola. Kedudukan berubah 3-1 untuk tim juara liga musim lalu itu.

Pada menit 77, Abdurahman diganjar kartu kuning. Persija kembali terbungkam setelah Foday mencetak gol ketiganya pada menit 80 melalui tendangan keras dari tengah lapangan. Sriwijaya FC kembali unggul dan membukukan skor akhir pertandingan menjadi 4-1.


Sumber: Wartakota
Pramudya Ksatria Budiman berita , news , Persija Jakarta 2013

Persija Boyong 18 Pemain ke Palembang


Orencakra - Persija Jakarta membawa sejumlah 18 pemainnya dalam laga tandang perdana pada ajang kompetisi ISL 2012-13 menghadapi Sriwijaya FC, (2/2) di Stadion Jakabaring Palembang.

Dalam daftar pemain yang diboyong ke tur Sumatera, dua nama yakni Rachmat Affandi, dan Pedro Javier termasuk dalam skuad yang dibawa oleh pelatih Iwan Setiawan.

Rachmat Affandi, dalam latihan persiapan terakhir Rabu (30/1) sudah bergabung bersama pemain yang lain setelah sebelumnya absen karena anaknya sakit. Sementara Pedro Javier dijadwalkan bergabung langsung di Palembang sepulangnya dari kampung halaman di Paraguay.

"Kami mohon doa dan dukungan dari The Jakmania, dan seluruh masyarakat Jakarta agar bisa mencuri poin dalam laga tandang ini," tutur Sudirman, asisten pelatih Persija. Persija dijadwalkan akan menempuh penerbangan ke Palembang pada Kamis (31/1) pukul 11.30 WIB.

Skuad lengkap Persija Jakarta (vs Sriwijaya FC):

Kiper: Galih Sudaryono, Adixi Lenzivio.

Defender: Fabiano Beltrame, Ngurah Nanak, Syafrijal, Ismed Sofyan, Mukmin, Defri, Syahroni.

Midfielder: Jarot, Amarzukih, Park Kyeong Min, Robertino Pugliara, Johan Juansyah, Anindito.

Striker: Rudi Setiawan, Rachmat Affandi, Pedro Javier.


Sumber: Duniasoccer
Pramudya Ksatria Budiman berita , news , Persija Jakarta 2013

Skuad Persija Jakarta ISL 2013


Kiper
22. Galih Sudaryono
29. Adixi Lenzivio
35. Daryono

Belakang
2. Mu’min Aliyansyah
3. Muhammad Abduh Lestaluhu
5. Firmansyah
14. Ismed Sofyan
15. Fabiano da Rosa Beltrame (BRA)
28. AA Ngurah Wahyu Trisnajaya
33. Syahrizal

Tengah
4. Fahreza Agamal
8. Jarot
9. Rudi Setiawan
10. Robertinho Gabriel Pugliara (ARG)
12. Fariz Nur Hisyam
16. Delton Stevano Wohon
19. Johan Juansyah
21. Amarzukih
27. Feri Komul
31. Park Kyung-Min (KOR)
77. Defri Rizki
92. Syahroni

Depan
11. Rahmat Affandi
17. Anindito Wahyu Erminarno
25. Pedro Javier Velazquez Insfran (PAR)
42. Fadhil Ibrahim

Official
Nama
Manager
Ferry Paulus
Pelatih
Iwan Setiawan
Asisten Pelatih
Sudirman
Pelatih Kiper
Haryono
Pelatih Fisik
Eka Raka Galih
Sekretaris Tim
Tauhid Indrasjarief (Bung Ferry)
Masseur
Amudi Saripudin
Perlengkapan
M. Mansyur

Gol Tunggal Fabiano Bawa Persija Raih Kemenangan Perdana


Orencakra – Persija Jakarta sukses mengalahkan tamunya PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2012/2013,  Sabtu 26/1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Fabiano yang bertindak sebagai kapten sukses mengeksekusi pinalti di menit 38 setelah Rahmad Afandi dijatuhkan penjaga gawang PSPS Pekanbaru, Amin Syarifudin di kotak 16 meter pertahanan PSPS.

Kemenangan atas PSPS Pekanbaru menjadi kemenangan perdana Persija di musim ini setelah di dua pertandingan kandang sebelumnya, Persija hanya mampu menahan seri Persisam Putra Samarinda 1-1 di partai pembuka 6/1 dan kalah dengan Mitra Kukar 1-2 di pertandingan kedua 12/1.

Tampil tanpa Pedro Javier yang absen karena ada urusan dengan keluarganya di Paraguay, Persija harus bersusah payah memenangkan pertandingan tersebut. PSPS Pekanbaru yang diarsiteki pelatih Mundari Karya bermain lebih dominan menguasai jalannya pertandingan.

“PSPS lebih baik dalam segi ball posession dan lebih menguasai pertandingan. Saya sendiri tadi sangat tegang. Saya hanya bisa bersyukur mendapat kemenangan ini,” tutur Coach Iwan Setiawan saat ditemui di sesi konfrensi pers seusai pertandingan.

Dengan hasil ini Persija naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara ISL dengan poin empat hasil dari 1 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Persija sebelum melakukan tur tandang ke Palembang menghadapi Sriwijaya FC Palembang. Persija dijadwalkan akan menghadapi Sriwijaya FC Palembang pada 2 Februari 2013.


Simber: JakOnline

Tunggu PSPS, Persija Matangkan Strategi


Orencakra - Persija Jakarta tak ingin membuang kesempatan partai tandang ketiganya. Sabtu (26/1) nanti, Macan Kemayoran akan menjamu PSPS Pekanbaru. Bagi Persija jelas, tiga angka wajib hukumnya bagi Ismed Sofyan dan kawan-kawan. Maklum, sebelumnya, Persija kalah dari Mitra Kukar. Kekalahan yang menyakitkan, sebab laga berlangsung di depan The Jak, fans setia Macan Kemayoran. Sejauh ini, tim besutan Iwan Setiawan masih mengantongi satu poin hasil bermain imbang kala menjamu Persisam Samarinda.

Iwan terus mematangkan persiapan. Dibantu Sudirman, asisten pelatih, mantan pelatih PSMS Medan membesut anak-anak asuhnya dalam sesi latihan di Lapangan Sawangan Depok, Jawa Barat. Sudirman mengatakan, tim pelatih tengah menyiapkan strategi khusus. “Kombinasi satu – dua akan difokuskan untuk membongkar pertahanan PSPS,” kata Sudirman. “Lini per lini akan kita sinergikan,” imbuh mantan pemain timnas era 1990-an itu.

Dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti, Persija tak diperkuat beberapa pemain bintang yakni Andritany, Leo Saputra, Ramdani Lestaluhu, dan Bambang Pamungkas. Keempatnya tak lagi berkostum Macan Kemayoran.


Sumber: Supersoccer

Ismed: Persija Masih Butuh Bepe


Orencakra - Bek veteran Persija Jakarta, Ismed Sofyan, menyayangkan keputusan striker Bambang Pamungkas untuk tidak bergabung dengan skuad Macan Kemayoran. Ismed menilai Persija masih membutuhkan sosok striker yang akrab disapa Bepe itu.

Bepe memutuskan untuk tidak bergabung dengan skuad Persija pada kompetisi ISL 2012/2013. Striker 32 tahun itu menolak bergabung setelah manajemen Persija belum melunasi tunggakan gaji musim lalu. Terlebih Bepe merupakan Wakil Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Ismed menghargai keputusan Bepe. Tapi, bek kanan yang sudah memperkuat Persija sejak 2003 itu menilai tim Macan Kemayoran masih membutuhkan sosok Bepe.

"Kalau masalah Bambang, secara tim, kami masih butuh dia. Karena dia salah satu striker terbaik di Indonesia," ujar Ismed kepada VIVAbola, Rabu 23 Januari 2013.

Ismed sebelumnya juga mengancam untuk meninggalkan Persija menyusul belum selesainya tunggakan gaji. Bahkan, bek 34 tahun itu nyaris bergabung dengan juara bertahan ISL, Sriwijaya FC.

"Berat rasanya meninggalkan Persija. Terlebih, keluarga saya berada di Jakarta. Memang benar saya mendapatkan tawaran bermain untuk Sriwijaya FC, bahkan sudah deal dan tinggal teken kontrak saja," ungkap Ismed.

"Tapi, saya bersyukur Sriwijaya FC mengerti keputusan saya. Mengenai kompensasi Persija, mereka hanya melunasi gaji saya tahun lalu saja. Mengenai loyalitas saya terhadap Persija tidak perlu diragukan," sambungnya.

Ismed menyusul sejumlah pemain lain yang memilih bertahan bersama Persija seperti Amarzukih, Galih Sudaryono, Rahmat Affandi, Johan Juansyah dan AA Ngurah Wahyu.

"Ini anugerah buat kami. Mereka masuk dalam proyeksi skuad tim pelatih dan telah bergabung dengan sejak musim lalu. Tenaga mereka sangat dibutuhkan tim karena skuad Persija saat ini banyak dihuni pemain muda," ujar asisten pelatih Persija, Sudirman.


Sumber: Vivanews

Bepe: Berat Tinggalkan Persija


Orencakra - Bambang Pamungkas mengungkapkan kesedihannya harus berpisah dengan Persija Jakarta. Ia mengatakan, keputusannya tidak menerima tawaran klub berjuluk Macan Kemayoran itu untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 ini diambilnya dengan sangat berat hati.

"Jika saya katakan saya baik-baik saja, maka sejujurnya saya tengah berbohong. Akan tetapi jika saya katakan bahwa saya sangat terpukul dengan kenyataan ini, tidak juga demikian adanya," tulisnya dalam blog pribadinya.

Pemain yang biasa dipanggil Bepe itu sudah dipastikan tidak dimasukkan dalam daftar pemain yang berlaga di kompetisi ISL musim ini. Sampai batas terakhir pendaftaran pemain beberapa hari lalu, namanya tak kunjung tercantum bersama para pemain lainnya.

Namun ia menegaskan dirinya masih akan membuka pintu lebar-lebar bagi Persija jika ingin merekrutnya. Ia tak menutup kemungkinan kembali ke klub yang telah dibelanya selama 12 musim tersebut.

"Saya tidak ingin mendramatisir apa yang terjadi saat ini, karena sejujurnya akan selalu ada kemungkinan bagi saya untuk kembali ke klub ini. Mungkin masih sebagai pemain, atau bisa jadi menjalani peran yang lain. Entah kapan, waktu yang akan menjawab semua itu," katanya.

"Lagipula saya tidak pernah meninggalkan Persija Jakarta, saya hanya berhenti sejenak untuk sekedar menghela nafas dan mencari udara segar. Kapanpun Persija Jakarta membutuhkan tenaga saya, mereka tahu kemana harus menghubungi saya. Saya akan selalu siap untuk kembali berjuang bersama mereka, karena bagi saya Persija Jakarta adalah keluarga," tambahnya.

Beberapa pekan terakhir ini. Bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Bepe menjadi salah satu pemain yang melakukan protes keras terkait penyelenggaraan ISL musim ini. Hal tersebut dikarenakan banyak klub belum melunasi gaji yang harus dibayarkan kepada para pemainnya.

Selain Bepe, dua pemain Persija lainnya, Andritany Ardhiyasa dan Leo Saputra, juga menolak memperkuat klub karena gajinya belum dilunasi. Bahkan pemain muda Ramdani Lestaluhu memutuskan pindah ke Sriwijaya FC.

"Beberapa kejadian yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir, serta komunikasi-komunikasi saya dengan pihak-pihak tertentu, pada akhirnya membuat saya mulai memahami jika masa depan saya memang tidak lagi di tim ini," katanya.

Ia mengungkapkan keputusannya meninggalkan Persija tersebut murni keputusannya sendiri, bukan pengaruh dari pihak-pihak tertentu.

"Sebagai sebuah pribadi saya hanya ingin menjadi diri sendiri, mengatakan benar jika memang itu benar, dan mengatakan salah jika pada kenyataannya salah. Berusaha memperjuangkan hak dan menjalankan kewajiban saya, sebagai warga negara yang berprofesi sebagai pemain sepakbola profesional," katanya.

"Jika pada akhirnya saya harus menepi karena memperjuangkan hal-hal yang menjadi keyakinan saya, maka dengan lapang dada saya akan menerima itu semua," tambahnya.
 
 
Sumber: Republika

Batal ke Sriwijaya FC, Ismed Sofyan Tetap di Persija


Orencakra – Pemain Persija, Ismed Sofyan, menunjukkan loyalitasnya kepada tim Macan Kemayoran. Sempat diberitakan akan bergabung dengan Sriwijaya FC, pesepakbola kelahiran Aceh itu akhirnya memilih tetap di klub ibukota itu untuk bersama The Jakmania.

Kabar tidak jadi pindahnya Ismed Sofyan ke Sriwijaya FC disampaikan oleh pemain asing, Fabiano Rosa Beltrame. Pemain yang ditunjuk oleh pelatih Iwan Setiawan itu sebagai kapten menyampaikan kabar gembira tersebut.

“Sebelum tidur, kemarin malam saya membaca berita bagus. Ismed tetap bersama kami,” ujar pesepakbola asal Brasil itu saat dihubungi Tribunnews.com Senin (14/1/2013).

Selain pemilik nomor punggung 14 itu, tercatat sejumlah enam pemain lain belum bergabung di klub ibukota. Amarzukih, Andritany Ardhiyasa, Leo Saputra, Bambang Pamungkas, Rahmad Affandi, dan Ramdhani Lestaluhu.

Fabiano Beltrame berharap, supaya pemain lainnya secepatnya bergabung dengan klub Persija Jakarta. “Semoga pemain yang lain cepat bergabung,” katanya.


Sumber: Tribunnews

Menjamu Mitra Kukar, Persija Kalah 1-2


Orencakra – Persija masih belum bisa memetik kemenangan perdana di lanjutan pertandingan kompetisi kasta tertinggi Indonesia Super League 2012/2013. Menjamu Mitra Kukar, Minggu 12 Januari 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta Persija harus menyerah 1-2.

Di babak pertama, Persija yang menurunkan Galih Sudaryono, Syahroni, Fabiano, Nanak, Mu’min, Ferry Komul, Robertino Pugliara, Anindito, Johan Juansyah, Defri, dan Pedro Javier dibuat kesulitan menghadapi Mitra Kukar yang lebih mendominasi jalannya pertandingan di 15 menit babak pertama. Bermain di bawah guyuran hujan yang deras serta genangan air di atas lapangan membuat Persija sulit mengembangkan permainan.

Dominasi Mitra Kukar akhirnya membuahkan hasil di menit ke-19. Berawal dari umpan terobosan, Jajang Mulyana yang lepas dari jebakan offside mampu menjebol gawang Galih Sudaryono. Mitra Kukar memimpin 0-1 atas Persija.

Ketinggalan satu gol, Persija menerapkan permainan cepat. Selang satu menit kemudian, Persija berhasil menyamakan kedudukan lewat Pedro Javier memanfaatkan assist dari Robertino Pugliara. Skor 1-1 untuk kedua tim.

Usai menyamakan kedudukan, kedua tim saling jual beli serangan. Di menit ke-30, Mitra Kukar hampir memperbesar kedudukan setelah Galih Sudaryono melakukan blunder dalam meninju bola. Beruntung sepakan Arif Suyono yang berdiri bebas masih melambung di atas gawang Persija.

Lima menit sebelum babak pertama berakhir, Mitra Kukar kembali unggul melalui eksekusi penalti Esteban Herrera. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran handsball di kotak penalti yang dilakukan AA Ngurah Nanak. Skor 1-2 Persija tertinggal di babak pertama.

Di awal babak kedua, pertandingan sempat mengalami penundaan selama lebih dari 15 menit akibat lapangan tergenang air. Wasit Dodi Setia sempat meninjau kondisi lapangan yang tergenang air sebelum pertandingan babak kedua dilanjutkan.

Babak kedua dimulai dengan kondisi lapangan yang buruk. Persija dan Mitra Kukar mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Persija baru memperoleh peluang di menit ke-58 melalui Anindito, namun tendangan Anandito mampu ditepis Samsidar.

Di menit ke-80, Persija mendapatkan freekick setelah Hamka Hamzah melanggar Anindito. Namun Anindito yang melepaskan tendangan bebas kaki kirinya gagal mencetak gol setelah sepakannya hanya melambung di atas gawang Mitra Kukar. Di sisa waktu pertandingan, Persija gagal menyamakan kedudukan. Skor 1-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Dalam sesi konfrensi pers, pelatih Iwan Setiawan mengungkapkan “Saya akui ini  menjadi kesalahan strategi dalam menurunkan Ngurah Nanak yang notabene baru bergabung pagi hari menjelang pertandingan, terlihat Nanak melakukan beberapa kesalahan yang tidak perlu, sehingga membuat barisan penyerangan Mitra Kukar dengan leluasa menguasai lini pertahanan Persija” Lebih lanjut Iwan mengungkapkan, “Teriakan Iwan Out dan Management Bobrok” yang menggema di SUGBK sore itu 12/1 menurutnya, “Itu bukan The Jakmania, itu komunitas,”
Mereka tidak objektif melakukan penilaian karena apa mereka tidak bisa melihat apa yang sudah saya berikan untuk Persija di musim lalu dengan bisa bertengger di papan atas klasemen, selain itu 2 gelar juara Trofeo 2011 dan 2012, dengan materi pemain yang tidak bertabur bintang, “ungkap Iwan
Kekalahan perdana ini membuat Persija berada di posisi ke-9 dengan torehan nilai 1 hasil dari 2 kali main 1 kali seri dan 1 kali kalah. Di pertandingan selanjutnya Persija akan menjamu PSPS Pekanbaru, Minggu 27 Januari 2013 di SUGBK.

Berikut Susunan Pemain PERSIJA saat Melawan Mitra Kukar 12/01/2013:

Galih Sudaryono (GK), Fabiano Beltrame (C), A.A Ngurah Nanak, Syahroni, Mu’min Aliansyah, Ferry Komul, Robertino Pugliara, Anindito Wahyu, Johan Juansyah, Defri Riski, Pedro Javier.

Cadangan: Adixi Lenzivio (GK), Syarijal, Firmansyah, Delton Stevano, Fahreza Agamal, Rudi Setiawan, Abduh Lestaluhu.

Pelatih : Iwan Setiawan

Sumber: JakOnline
Pramudya Ksatria Budiman news , Persija Jakarta 2013

Galih Sudah Berlatih Kembali di Persija


Orencakra - Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan menyambut positif kembali bergabungnya penjaga gawang, Galih Sudaryono ke klub berjuluk Macan Kemayoran.

Pemain yang pernah membela klub Persiba Balikpapan itu sempat absen mengikuti pemusatan latihan klub. Dia juga tidak bermain pada pertandingan Persija Jakarta melawan Persisam Samarinda minggu lalu. Alasan pria kelahiran Semarang itu absen sementara waktu dari klub ibukota itu adalah karena manajemen klub belum melunasi sisa gaji musim lalu.

Manajemen klub kemudian melunasi sisa gaji Galih Sudaryono dan akhirnya dia kembali berlatih di bawah asuhan pelatih Iwan Setiawan sejak Selasa, (8/1/2013) di lapangan Villa 2000, Pamulang.

"Kami menyambut baik kedatangan Galih Sudaryono. Kedatangan dia membawa aura positif bagi tim,"kata Iwan Setiawan saat dihubungi, Kamis (10/1/2013).

Sejumlah sembilan pemain Persija Jakarta sampai saat ini belum bergabung di klub dan berlatih dengan pemain lain. Pemain tersebut yaitu, Andritany Ardhiyasa, Ngurah Nanak, Ismed Sofyan, Leo Saputra, Ramdhani Lestaluhu, Amarzukih, Johan Juansyah, Rahmad Affandi dan Bambang Pamungkas.

"Pada dasarnya pemain-pemain ini adalah pemain yang bagus. Tentu saja kami menunggu kedatangan mereka,"tutur Iwan Setiawan.


Sumber: Tribunnews
Pramudya Ksatria Budiman berita , news , Persija Jakarta 2013

FT: Persija Jakarta 1-1 Persisam Samarinda

FT: Persija Jakarta 1-1 Persisam Samarinda

Persija Jakarta gagal memanfaatkan laga kandang mereka untuk dapat meraih kemenangan di laga perdana Superliga Indonesia 2013 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Persisam Samarinda.

Gol Pedro Javier di babak pertama tidak cukup mengantarkan Macan Kemayoran meraup angka penuh setelah tandukan Lanciene Kone di babak kedua mampu menyelematkan tim tamu dari kekalahan.

Babak Pertama


Kedua tim mengawali pertandingan hati-hati, Persija Jakarta yang tmapil tanpa beberapa pemain andalan mereka karena masalah gaji mendapatkan tekanan dari Persisam Samarinda di menit-menit awal.

Beberapa peluang didapat oleh tim tamu melalui Bayi Gatra dan Ferdinand Sinaga, namun tangguhnya Fabiano Beltrame di lini belakang dan sigapnya Adixi memastikan gawang Persija aman.

Di menit ke-25, Persija menunjukkan kualitas mereka dengan berhasil mencetak gol terlebih dahulu. Umpan panjang Jarot berhasil dimaksimalkan oleh Pedro dengan tandukannya untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Empat menit kemudian, Persisam mendapatkan peluang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persija, bola liar jatuh ke kaki Aldair di kotak penalti, beruntung Fabiano dengan sigap memblok bola dengan tekelnya.

Keunggulan satu gol Persija akhirnya bertahan hingga babak pertama usai setelah kedua tim tidak ada yang dapat memanfaatkan peluang di sisa waktu yang ada.

Babak Kedua

Persija hampir menggandakan kedudukan setelah paruh kedua baru berjalan beberapa menit. Pedro berhasil lepas dari penjagaan bek Persisam dan tinggal berhadapan dengan kiper Usman Pribadi, namun sayang sontekannya berhasil digagalkan oleh kiper.

Setelah itu, Persisam yang mengejar ketertinggalan, lebih menguasai pertandingan. Beberapa kali tusukan dilakukan oleh Ferdinand Sinaga dan Lanciene Kone, sementara Persija mengandalkan serangan balik cepat untuk berusaha mencuri gol lagi.

Pada menit ke-63, Persisam memperoleh peluang emas melalui tendangan bebas yang hanya sedikit di luar kotak penalti Persija, tetapi Kone menyiakannya setelah tendangannya melambung.

Tiga menit kemudian, Kone berhasil menebus kesalahannya dengan berhasil menjebol gawang Persija untuk mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Melalui heading memanfaatkan umpan Ferdinand, mantan punggawa Deltras Sidoarjo tersebut menjebol gawang yang dikawal oleh Adixi.

Dengan kedudukan imbang, pertandingan berjalan dengan tempo yang lebih cepat. Persisam beberapa kali hampir berbalik unggul melalui peluang yang didapatkan oleh Ferdinand dan juga Kone. Namun, hingga wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir, kedudukan imbang 1-1 tetap bertahan.

Susunan Pemain:

Persija Jakarta: Adixi; Fabiano, Syahrizal, Mukmin, Syahroni; Feri Komul, Jarot ,Anindito, Defri, Rudi Setiawan; Pedro.


Persisam Samarinda: Usman Pribadi, Pierre Njanka, M. Roby, Joko Sidik, Supriyono, A. Sumardi, Lancine Kone, Dian Irawan, Bayu Gatra S. Ferdinand Sinaga, Aldaer Makatindu.

Sumber: Goal.com

Laga Perdana, Fabiano Beltrame jadi Kapten Persija Jakarta


Orencakra - Ketidakhadiran kapten tim Persija Jakarta musim 2011-2012, Bambang Pamungkas untuk sementara di klub berjuluk Macan Kemayoran membuat pelatih Iwan Setiawan menunjuk pemain asing asal Brasil, Fabiano Rosa Beltrame untuk menjabat sebagai kapten tim.

Menanggapi penunjukan ini Fabiano mengungkapkan kesiapannya untuk memimpin rekan-rekannya yang lain pada pertandingan pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013 melawan Persisam Samarinda pada 6 Januari 2013.

“Bagi saya menjabat sebagai kapten tim tidak masalah, sebab saya sudah pernah ketika bermain untuk klub Persela Lamongan,”tuturnya.

Pesepakbola yang mengawali karier di klub Sol Du Sea itu mengungkapkan, sebenarnya komposisi tim Persija tidak jauh berbeda dibandingkan dengan musim kompetisi kemarin. Hanya sayangnya sebelum bergulirnya musim kompetisi, klub mengalami kondisi krisis yang membuat sejumlah sepuluh pemain belum bergabung mengikuti pemusatan latihan klub.

“Saya memang khawatir kalau pemain bintang seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan tidak lagi memperkuat klub. Tetapi manajemen sampai saat ini sedang berusaha untuk melunasi sisa gaji mereka. Saya juga sering melakukan komunikasi dengan para pemain itu dan meminta mereka kembali ke klub,”katanya.

Walaupun menghadapi permasalahan, namun Fabiano tetap optimisitis para pemain mampu menunjukkan semangat dan tampil maksimal saat bertanding melawan Persisam Samarinda. Sebab mereka sudah melakukan persiapan sejak beberapa bulan yang lalu.

“Persiapan sudah berjalan. Walaupun belum diperkuat pemain-pemain inti, tetapi banyak pemain muda di klub ini yang berkualitas dan bisa membantu klub untuk meraih hasil maksimal,”ujarnya.


Sumber: Tribunnews

Launching Kostum Terbaru Persija Jakarta


Orencakra - Persija Jakarta memperkenalkan kostum terbarunya untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013 di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/1) siang. Persija menggandeng brand League dalam mensponsori klub Macan Kemayoran.

Event Launching ini dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Saefulloh; Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus; manajemen League; manajemen Persija baik official dan pemain. Tak hanya itu, ratusan The Jakmania--sebutan bagi suporter Persija--hadir dalam acara itu.

"Merupakan sebuah kebanggan bagi kami (League) dapat menjadi bagian keluarga besar Persija Jakarta, dan dapat secara langsung ikut mengembangkan dan mendistribusikan kostum Persija ini kepada seluruh fans fanatiknya khususnya warga DKI Jakarta," kata Prajina Murdaya selaku Direktur - PT Berca Sportindo, pemegang lisensi brand League pada saat memberi sambutan pada acara launching kostum Persija Jakarta di PRJ.

Dengan diperlihatkan untuk pertama kalinya desain kostum Persija Jakarta musim kompetisi 2012/2013 ini ke khalayak ramai maka secara resmi kostum ini akan digunakan oleh seluruh tim Persija Jakarta pada setiap pertandingan.

Pada hari ini juga League telah mendistribusikan kostum replika Persija Jakarta yang bisa didapatkan diseluruh gerai League di Jakarta. "Jersey season ini lebih ringan dan sangat nyaman digunakan oleh para pemain. Bahan recycle dan ramah lingkungan. Hal ini dalam bentuk kepedulian League terhadap lingkungan," imbuhnya.

Sementara itu, Ferry Paulus berharap pada gelaran kompetisi ISL musim 2012/2013, Persija Jakarta bisa tampil maksimal. Tak hanya itu, Ferry juga mengharapkan Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan bisa bergabung bersama Persija Jakarta musim 2012/2013 ini.

"Memang ini cambukan yang besar bagi kita. Kami berharap delapan pemain bisa kembali bersama kami," tuntasnya.


Sumber: Wartakota

Pelatih Persija Enggan Bicarakan Krisis Finansial Klub

Pelatih Persija Enggan Bicarakan Krisis Finansial Klub

Orencakra - Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan mengaku, harus bekerja keras di dalam mempersiapkan tim sebelum berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013.

Persiapan klub berjuluk Macan Kemayoran mengalami kendala. Manajemen klub mengalami krisis finansial, sehingga tidak dapat melunasi sisa gaji para pemain.

Akibatnya delapan pemain Persija Jakarta, seperti Galih Sudaryono, Andritany Ardhiyasa, Ramdhani Lestaluhu, dan Rahmad Affandi belum mengikuti pemusatan latihan klub.

“Secara umum kita baik-baik saja, tetapi kalau boleh pikir ini kerja keras dari kami tim pelatih pada saat ditinggalkan delapan orang pemainnya,”ujarnya.

“Jadi artinya kami harus berpikir ke depan. Bagaimana tim ini harus bisa berbicara di dalam kompetisi karena ini klub yang dibentuk oleh orang-orang banyak,”.

Mengenai delapan pemain yang sampai saat ini belum mengikuti pemusatan latihan, Iwan Setiawan mengatakan, dia hanya bisa berharap supaya delapan pemain itu segera bergabung di klub dan permasalahan krisis finansial yang saat ini sedang menimpa klub segera selesai.

“Bukan artinya saya tidak peduli terhadap pemain yang delapan orang, bukan saya tidak peduli terhadap masalah Persija, tetapi saya tidak mau berkonsentrasi membahas hal itu. Saya harus fokus kepada tim saya,”katanya.

Persija Jakarta akan bertanding melawan Persisam Samarinda pada pertandingan pertama kompetisi ISL yang rencananya dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (6/1/2013).

Sumber: Tribunnews

Cinta Ismed Sofyan Hanya Untuk Persija Jakarta

Cinta Ismed Sofyan Hanya Untuk Persija Jakarta

Orencakra - Pemain klub Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku, hingga kini belum mengikat kontrak dengan manajemen klub. Padahal, kompetisi Indonesia Super League (ISL) bakal berlangsung 5 Januari 2013 mendatang.

“Sampai sekarang saya belum deal dengan Persija,” kata Ismed kepada Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurutnya, bila sampai kompetisi ISL berlangsung tak juga mendapatkan kontrak baru di klub berjuluk Macan Kemayoran, ia memilih akan beristirahat dari dunia sepak bola.

"Kalau saya tidak di Persija saya akan istirahat dulu tahun ini,” ujarnya.

Ia mengemukakan, sebenarnya banyak klub yang tertarik untuk menggunakan jasa pemain yang telah membela Persija sejak 2003 itu. Tetapi kecintaan dia kepada klub berjuluk Macan Kemayoran membuat mantan pemain timnas itu menolak untuk pindah klub.

“Sementara saya menolak klub lain," imbuhnya.


Sumber: Tribunnews

“Persija, dan Jakmania, Lebih Jakarta!” - Ahok, part 2

Persija, dan Jakmania, Lebih Jakarta
Orencakra – Setelah menerima jadwal dari sekretaris saya, bahwa akan ada audiensi dengan perwakilan supporter Persija, saya sangat antusias menyambut hal ini, meskipun harus menyelipkan jadwal dari yang lumayan padat, ungkap Basuki Tjahja Purnama begitu pertama kali hadir diruangannya sambil memberikan kartu namanya.

Begitu membaca rilisan pesan yang dibawa supporter Persija, yang berjudul “Lebih Jakarta, Lebih Persija, dan Lebih Jakmania” Ahok dengan tegas mengungkapkan “Seharusnya ini kata-katanya, “Persija, dan Jakmania, Lebih Jakarta!” karena 2 unsur inilah yang sudah sangat melekat dan orang-orang ketahui di Ibukota tercinta ini, selain Monas.

Menanggapi hal tidak lancarnya pembayaran gaji para pemain Persija, Ahok mempunyai pandangannya sendiri “Begitu orang mendengar nama Persija dan Jakmania, seharusnya 2 hal ini bisa mendatangkan pemasukan yang cukup signifikan, dan tidak sampai ada aksi mogok pemain, dalam hal ini teman-teman The Jak bisa ikut mengawal jalannya PT. Persija Jaya Jakarta dalam menjalankan usahanya untuk Persija, perlu adanya transparansi jika Dirut “nakal” bisa kita sentil bersama, dan saya siap membantu hal itu.

Lebih lanjut Ahok menjelaskan, “Kami akan sesegera mungkin memberikan solusinya, nanti Pak Gubernur akan turun langsung membantu Persija dalam hal ini memberikan referensi Perusahaan-Perusahaan yang melakukan aktifitas usahanya di Jakarta agar ikut serta terlibat langsung dalam masalah pendanaan”
Untuk masalah fasilitas sarana dan prasarana, sama halnya dengan masalah pendanaan Pak Jokowi sudah menyiapkan formula untuk Persija, terlihat dalam rencana pembangunan Stadion baru untuk Persija, pungkasnya.

Sumber: JakOnline

“Persija dan Jakmania, lebih Jakarta!” - Ahok part 1

Persija dan Jakmania, lebih Jakarta
Orencakra- Belasan supporter Persija dari beberapa perwakilan JM (Pendiri Jakmania), korwil (koordinator wilayah), dan kumpulan komunitas Persija, Rabu 26/12, siang pukul 11.00 bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, atau yang biasa disapa Ahok, di ruang kerjanya, Balaikota Jakarta.

Pertemuan ini merupakan inisiatif dari sekumpulan supporter Persija yang melihat kondisi Persija saat ini menjelang bergulirnya kompetisi ISL 2012/2013, kondisi yang cukup tidak mengenakan disaat team-team lain sudah mulai disibukan persiapan dengan skuad yang lengkap, Persija justru masih berjuang untuk bisa melunasi hak (gaji) para pemainnya.

Selain itu, menurut Diky Soemarno yang ditunjuk sebagai juru bicara mengungkapkan “Faktor yang krusial saat ini dihadapi Persija, selain financial yakni permasalahan perijinan laga kandang Persija, praktis sejak tahun 2008-2012 Persija kerap kali harus melangsungkan laga kandangnya di luar Jakarta ini suatu kerugian buat Persija.”

Kami ingin peran pemerintahan DKI Jakarta, dalam hal ini Gubernur, dan Wagub bisa memberikan perhatiannya membantu melancarkan perijinan setiap laga kandang Persija, ungkap Diky.  Setelah itu, Diky juga mengatakan sampai saat ini pemain Persija belum mendapatkan hak yang semestinya mereka terima, dan kejelasan kontrak untuk musim depan, Bahkan beberapa pemain Persija memutuskan untuk mogok latihan, kami harap Pemprov DKI Jakarta bisa melihat hal ini dan memberikan responnya, karena mereka juga menggunakan lambang DKI Jakarta di dadanya dan memperjuangkan akan hal itu.

Terakhir, setelah kami dengar dari pemberitaan dari berbagai media bahwa Jokowi akan membangunkan stadion untuk Persija, kami sangat antusias menyambut hal itu, namun hal mendesak yang saat ini perlu lebih diperhatikan, ketika Persija tidak memiliki lahan lapangan untuk berlatih, dan harus latihan di Lapangan Sawangan yang notabene berada diluar Jakarta begitu pula dengan mess yang semakin terpinggir berada di luar Jakarta (Pamulang).

Sumber: JakOnline

Let Him Back, The Legend of Aang


Orencakra - Sudah beberapa hari menjelang bergulirnya musim baru ISL di bulan januari 2013, tapi sampai sekarang bukannya kabar baik yang kita dapatkan dari manajemen, malah tersiar kabar mogoknya pemain dari jadwal latihan akibat meminta kejelasan kontrak, dimana profesionalisme manajemen? Jangan terus-terusan menyalahkan ketidak-adaanya uang didalam kas tim. Apakah ini wajar dan biasa-biasa saja? Tentu saja tidak. Uang itu harus dicari bukan disalahkan! Dimanakah profesionalitas manajemen dalam mencari sponsor yang seharusnya didapatkan? Potensi iklan dan publikasi dari produk dan perusahaan yang menjadi sponsor persija sangat besar. Basis supporter persija sangatlah kuat, dengan jumlah pertandingan yang disiarkan oleh televisi yang sangat tinggi dan rating yang bagus pula. 

Apakah disini terjadi keajaiban sehingga tidak adanya produk atau perusahaan yang berminat menjadi sponsor walaupun sudah ditawarkan atau malah tidak adanya pergerakan dari tim marketing/funding manajemen Persija untuk mendapatkan sponsor bagi klub ini? Anak kecil sekaliber anak SMA dan mahasiswa saja mampu mencari sponsor untuk proker kegiatan sekolah atau kampusnya, lalu dimanakah kemampuan orang-orang yang berada di PT. Persija Jaya Jakarta tersebut?

Terakhir janji manis dari manajemen dengan mengeluarkan list perusahaan yang akan menjadi sponsor persija musim depan, tapi apa? Sampai saat ini saja tim masih belum memiliki kejelasan kontrak pemainnya, mess pemain pun sebegitu menyedihkannya. Sampai sejauh apa janji manis ini akan terus diberikan? Apakah sampai semua orang muak dan merasakan sesuatu yang pahit akibat terlalu banyak dijejali janji manis? 

Persija tidak hanya milik segelintir orang yang menguasai kekuasaan dan diberikan kepercayaan oleh klub internal untuk mengurus klub ini, Persija milik semua penduduk Jakarta dan orang yang mencintainya, kita semua memiliki hak dan kewajiban walaupun hanya memberikan saran untuk melihat persija menjadi lebih baik. Kita pun memiliki hak untuk bersuara, sebagai orang yang terus berada mengawal persija, mendukungnya ketika kandang atau tandang, menang atau kalah, senang maupun susah.

Pergerakan pendukung Persija yang menyuarakan pembenahan dan keseriusan manajemen terhadap tim mendapatkan angin segar dengan wacana ditunjuknya Aang Hamid suganda sebagai manajer oleh gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo. Orang yang telah memiliki pengalaman dalam menjadi manajer Persija dan pernah menjadi bagian klub ketika menjadi juara di tahun 2001. 

Kita semua berharap ia kembali dapat membawa persija menjadi juara kembali dan tentu saja ini menjadi salah satu bentuk realisasi Jokowi terhadap janji-janjinya diwaktu kampanye dulu. Kesan pertama yang timbul dari wacana penunjukan pak aang sebagai manajer adalah terdapatnya perhatian lebih Jokowi terhadap persija Jakarta, tidak sekedar hanya ingat persija ketika kampanye saja. Semoga hal ini benar adanya dan tidak hanya muncul sekali dalam satu masa kepemimpinannya saja.
 
Perhatian yang besar dari gubernur Jakarta ini harus juga kita imbangi dengan terus mengingatkan beliau bahwa memang kita menginginkan Aang sebagai  manajer untuk Persija. Masalah yang dihadapi jokowi tidak hanya Persija semata, masih banyak hal lain yang harus ia pikirkan untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik. Jelas ia butuh kita untuk selalu mengingatkan beliau bahwa persija butuh manajer yang baru, agar wacana memanggil bapak Aang sebagai manajer Persija tidak hanya semata-mata menjadi wacana belaka. Wacana kosong seperti yang selama ini kita dengar dari manajemen semenjak terpilihnya ketua umum yang baru sampai dengan detik ini.
 
Bagaimana menyampaikan pendapat dan memberikan masukan yang elegan terhadap bapak walikota  (Aang-red) ? Jelas yang pertama harus kita lakukan adalah menyamakan suara, menghilangkan suara-suara sumbang kita satu sama lain. Siapapun kita selama masih berada di satu tribun dan stadion yang sama ketika persija berlaga, atau gerbong yang sama ketika tandang ke luar kota, percayalah kita adalah keluarga. Mungkin terdapat perbedaan sudut pandang diantara keluarga, tapi kita semua tau cara menyelesaikan pendapat tersebut sehingga terlihat harmonis oleh orang lain. Satukanlah suara kita, tunjukan padanya bahwa kita sepakat dan menyadari bahwa Persija membutuhkan pembenahan didalam manajemennya. Bahwa kita membutuhkan solusi darinya untuk membuat Persija menjadi lebih baik di tahun ini.

We need the avatar to lead our club, let him back #TheLegendOfAang
 
Sumber: JakOnline